Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bagaimana Solusinya Harta Waris Hanya Sedikit | rumahfiqih.com

Bagaimana Solusinya Harta Waris Hanya Sedikit

Thu 1 February 2007 00:35 | Mawaris | 4.645 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ustad yang dirahmati Allah, katanya salah satu yang menyebabkan rusaknya agama adalah karena tidak dijalankannya hukum waris.

Bila kita melihat keadaan sekarang banyak orang tua yang tidak memiliki banyak harta, yang paling kelihatan adalah rumah yang ditempati bersama-sama, bila rumah yang ditempati harus dibagi waris berarti rumah harus dijual sehingga ke luarga itu tidak punya rumah lagi.

Apakah Islam menghendaki hal yang seperti ini, dan bagaimana solusinya? Terima Kasih sebelumnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Apa yang anda ungkapkan memang benar bahwa tidak dijalankannya pembagian warisan secara syariah adalah hal yang merusak kehidupan ini.

Kalau kita perhatikan dalil-dalil yang mewajibkan pembagian warisan menurut syariah, maka akan kita temukan bahwa level kewajibannya termasuk top level. Para pelanggarnya dihadapkan pada hukum hudud.

Coba perhatikan ayat berikut ini:

Itu (bagi waris) adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.(QS. An-Nisa': 13-14)

Para ulama tafsir mengatakan, biasanya kalau Allah SWT sudah main ancam memasukkan para pelanggar suatu perbuatan untuk masuk ke dalam neraka, bahkan masih ditambah lagi dengan ungkapan, "kekal di dalamnya", maka dosa pelanggarannya memangdosa besar (minal kabair). Selevel dengan dosa membunuh, berzina, minum khamar dan seterusnya.

Bentuk Pelanggaran

Tetapi mungkin sedikit terjadi 'keterpelesetan' pemahaman, kalau melihat pertanyaan anda. Pelanggaran atas dosa ini bukan seperti yang anda maksud, yaitu para ahli waris tidak menjual rumah warisan orang tua mereka.

Yang dimaksud dengan 'tidak membagi warisan' adalah membagi warisan dengan aturan yang tidak sesuai dengan ketentuan syariah. Misalnya, bagian untuk anak laki-laki disamakan dengan bagian untuk anak perempuan. Ini dosa besar sekali, yang akan menyeret pelaku pelanggaran ini masuk neraka dan tidak ke luar lagi selamanya. Nauzdu billahi min zalik.

Atau memberi harta warisan kepada orang yang bukan ahli waris, ini juga pelanggaran berat. Termasuk pelanggaran juga adalah menahan hak warisan dari ahli waris. Walau pun yang menahan ini termasuk ahli waris juga, namun barangkali dia ingin mendapat bagian lebih dari yang lain.

Pendeknya, pelanggaran yang dimaksud adalah ketika membagi warisan dengan ketentuan yang menyimpang dari ketentuan syariat Islam. Itulah pelanggaran yang diancam keabadian di dalam neraka.

Rumah Tidak Dijual

Tapi dalam kasus tertentu, di mana semuaahli waris sepakat untuk tidak langsung memecah harta warisan, dengan alasan ekonomis tertentu, seperti yang anda sampaikan, tentu tidak bisa dimasukkan ke dalam kategori melanggar aturan warisan.

Rumah yang hanya satu-satunya warisan itu kalau dijual begitu saja, pastilah harganya rendah sekali. Maka para ahli waris yang punya hak atas rumah itu boleh saja menyepakati beberapa hal. Misalnya, masing-masing merelakan tidak langsung menjual rumah atau memecahnya, karena mereka malah tidak punya rumah lagi. Biarlah mereka tinggal bersama di rumah warisan orang tua, sementara tidak dipecah, toh yang penting masing-masing tahu saham dan nilai kepemilikan rumah.

Kita ambil contoh sederhana. Misalnya ahli warisnya hanya 4 orang anak laki-laki semua. Dan semuanya tidak punya rumah kecuali rumah itu. Maka tidak harus rumah itu dijual dan uangnya dibagi empat. Sebab dengan uang 1/4 dari harga jual rumah, mereka tidak bisa beli rumah lagi.

Maka lebih baik mereka menyepakati bahwa rumah itu milik 4 orang, dengan nilai saham sama besar. Dan boleh saja keempat anak itu menyepakati bahwa mereka tidak akan menjual rumah bersama itu, tetapi dengan kesepekatan bahwa masing-masing mereka punya hak 1/4 dari nilai rumah itu. Lalu mereka pun tetap tinggal bersama di rumah itu.

Kasus seperti ini tidak mungkin kita sebut sebagai 'tidak membagi warisan'. Warisan sudah dibagi, tapi kalau dipecah nilainya rendah, maka secara pisik tidak perlu dipecah. Yang penting nilai kepemilikannya jelas.

Kasus yang kira-kira mirip adalah bila ahli waris menerima warisan dalam bentuk seekor anak sapi. Kalau anak sapi kecil itu disembelih, maka tidak akan ada hasilnya. Tapi kalau dibiarkan besar dan gemuk, hingga sampai suatu saat bisa dijual dengan harga tinggi, maka boleh saja hal itu disepakati oleh para ahli waris. Yang penting, tiap ahli waris sudah ditetapkan punya saham di tubuh sapi itu.

Pentingnya Belajar Ilmu Bagi Waris

Jawaban ini akan kami akhiri dengan mengutip sebuah hadits nabi yang intinya mengharuskan kita mempelajari ilmu pembagian harta waris. Lengkapnya demikian:

Rasulullah SAW bersabda, "Pelajarilah ilmu faraidh dan ajarkanlah. Karena dia setengah dari ilmu dan dilupakan orang. Dan dia adalah yang pertama kali akan dicabut dari umatku." (HR Ibnu Majah, Ad-Daruquthuny dna Al-Hakim)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Menikah Wanita yang Pernah Berzina
31 January 2007, 00:10 | Nikah | 6.614 views
Ahli Waris Semua Anak Perempuan
30 January 2007, 06:45 | Mawaris | 6.024 views
Bom Bali dan Mariot
30 January 2007, 02:24 | Umum | 4.254 views
Yang Mengharamkannya Adalah Takbir
30 January 2007, 02:07 | Shalat | 5.189 views
Memperkosa Isteri Sendiri
29 January 2007, 01:29 | Nikah | 8.062 views
Fiqih Musyawarah dan Voting Dalam Islam
26 January 2007, 03:36 | Negara | 5.857 views
Halalkah Pekerjaan Saya Karena Memegang Daging Babi
26 January 2007, 00:32 | Muamalat | 6.402 views
Benarkah Mendoakan Orang Mati Tidak Menghasilkan Apa-Apa?
24 January 2007, 23:33 | Aqidah | 8.845 views
Waktu Terlarang untuk Jima
24 January 2007, 23:24 | Nikah | 7.977 views
Wajibkah Beasiswa Dizakatkan?
24 January 2007, 23:22 | Zakat | 5.526 views
Berzina Adalah Dosa Besar Apakah Dapat Terampuni?
23 January 2007, 23:40 | Jinayat | 6.554 views
Sholat Jum'at Kurang dari 40 Orang
23 January 2007, 23:39 | Shalat | 8.577 views
"Kamu Mirip Ibumu", Apakah Termasuk Zihar?
23 January 2007, 23:35 | Nikah | 6.863 views
Hari-Hari Haram Berpuasa Sunnah
23 January 2007, 23:28 | Puasa | 6.296 views
Kenapa Ada Perbudakan Pada Masa Kerasulan?
23 January 2007, 02:11 | Umum | 6.019 views
Ingin Tahu Tentang Tasawuf
23 January 2007, 00:08 | Aqidah | 9.718 views
Hukum Meminjam Uang di Koperasi Simpan Pinjam
23 January 2007, 00:07 | Muamalat | 7.206 views
Apakah Agama Ilmu Eksak atau Bukan
22 January 2007, 04:28 | Aqidah | 4.744 views
Bolehkah Seorang PNS Buka Usaha?
22 January 2007, 04:17 | Negara | 4.759 views
Kenapa Al-Quran Ada Dua?
22 January 2007, 04:14 | Quran | 6.225 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,428,176 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:55 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:50 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img