Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Suamiku Zina dengan Pramugari, Haruskah Kumaafkan? | rumahfiqih.com

Suamiku Zina dengan Pramugari, Haruskah Kumaafkan?

Mon 5 February 2007 00:06 | Nikah | 7.076 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum,

Nama saya Jeannefer, orang biasa panggil saya Jeanne. Usia saya 34 tahun. Saya tinggal di Jogjakarta, saya bekerja di sebuah perusahaan swasta.

Begini pak, saya mohon saran apa yang harus saya perbuat sebagai seorang wanita dan ibu yang mendapati suami tidur dengan seorang pramugari di Kuta, Bali.

Suami saya seorang kontraktor yang kebetulan sekarang ada di Bali. Kejadiannya baru hari rabu kemarin tgl 31 jan pak. Saya menelpon hp nya 10 kalitidak terangkat. Setelah lebih dari 30 menit, dia balas telepon saya setelah bicara, tiba-tiba 15 menit setelahnya saya menerima sms yang tidak biasa, lalu saya telepon lagi dan yang menerima seorang wanita yang dengan arogan menghardik saya.

Saya jelaskan bahwa saya isterinya langsung saja dia tutup telepon. Setelah itu saya telepon balik dengan gugup suami saya menerima dan berkelit ini itu. Setelah sedikit mengancam hendak saya cemarkan namanya di kantor, bagai tersambar petir dia mengaku bahwa sedang dengan seorang pramugari. Mereka ada di hotel sejak malam 30 Januari. Tidak bisa saya tahan pak ustad, saya menangis menjerit memaki-memaki dia.

Dia minta maaf, tapi apakah semudah itu yang dibayangkan. Saya tidak bisa menahan diri lagi, pak. Apa yang harus saya perbuat? Sedang anak saya masih kecil, 15 bulan.

  1. Apa hukumnya bagi perzinahan spt itu, pak?
  2. Dan apa yang hrs saya lakukan, apakah saya harus menerima permintaan maafnya?

Terima kasih atas jawabannya.

Jeanne

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Zina adalah sebuah dosa besar yang diakui oleh semua agama, baik yang dilakukan dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. Zina tetap dosa, baik dilakukan dengan rasa cinta atau sekedar having fun. Zina juga tetap dosa hukumnya, baik dengan pengakuan atau tanpa pengakuan.

Namun kalau anda bertanya tentang masalah hukumannya dalam syariah Islam, memang ada. Namun hanya dilakukan bila si pelakuzina membuatpengakuan di depan mahkamah syariahsecara resmi. Atau kalau tidak, harusada 4 saksi yang memenuhi syarat. Bila salah satunya terpenuhi, maka hukumannya adalah rajam atau cambuk 100 kali. Hukum rajam berlaku untuk orang yang sudah pernah melakukan hubungan suami isteri secara sah lewat pernikahan. Sedangkan cambuk 100 kaliadalah hukuman buat orang yang belum pernah melakukannya.

Tetapi sekali lagi, semua jenis hukuman itu hanya dilakukan dengan keputusan pengadilan resmi, bukan asal hukum. Buat konteks negeri ini yang tidak memberlakukan hukum hudud, penerapnnya tidak dimungkinkan.

Apalagi kalau kita kaitkan dengankasus suami anda, sesungguhnya posisi dia masih belum resmi dikatakan sebagai orang yang berzina. Mengingat tidak ada saksi yang memenuhi syarat. Pengakuan zina yang diungkapkannya kepada anda sebagai isteri masih harus diteruskan dengan pengakuan di depan hakim syariah. Agar memiliki kekuatan hukum yang sah. Tapi sekali lagi, karena di sini tidak ada mahkamah syariah, otomatis hukum cambuk atau rajam batal dengan sendirinya.

Bisa kita simpulkan ada dua hal yang tidak saling terkait dalam masalah dosa zina. Pertama, masalah dosa yang hubungannya langsung dengan Allah. Kedua, masalah penerapan hukuman di dunia ini.

Yang seharusnya dilakukan oleh suami anda bukan hanya sekedar minta maaf kepada anda sebagai isteri. Tetapi yang jauh lebih urgen dan harus lebih didahulukan adalah bertaubat. Dia harus minta ampun kepada Allah SWT atas dosa yang telah dilakukannya.

Ampunan dari Allah ini urusannya gampang-gampang susah. Dibilang gampang karena Allah SWT memerintahkan kita semua untuk bertaubat dari dosa dan Dia menjamin ampunan buat orang yang bertaubat dengan cara yang benar. Susahnya, taubat dengan cara yang benar itu tidak gampang. Sebab diperlukan minimal tiga syarat utama, selain syarat yang lainnya.

Pertama, pelaku dosa harus berhenti total dari perilakunya. Kedua, dia harus bertekad untuk tidak pernah mengulanginya lagi. Ketiga, di dalam hatinya harus ada penyesalan yang mendalam.

Sedangkan hati seorang wanita yang sakit karena merasa dikhianati suaminya, memang wajar.Dia berhak untuk sakit hati karena pengkhianatan itu. Namun kalau hidup hanya mau mengikuti perasaaan saja, tanpa mempertimangkan banyak hal, kurang baik juga.

Mungkin suami anda perlu diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Namanya manusia, pasti ada saja sesekali salah dan alpa. Demi keutuhan rumah tangga, apa lagi masa depan anak anda, tidak ada salahnya bila alternatif yang anda pilih adalah memberinya kesempatan.

Mungkin maaf belum terlalu ikhlas anda berikan kepada suami. Itu wajar, sebab anda memang bukan tuhan, Dia adalah Tuhanyang Maha Pengasih lagi Maha Pemaaf serta Maha Pemberi ampunan. Sedangkan anda manusia, yang lemah dan tentu saja juga banyak dosa.

Seandainya maaf bisa anda berikan, kemungkinan besar hal itu bisa jadi salah satu penebus dosa juga. Siapa sih di dunia ini yang tidak punya dosa kepada Allah? Nah, ini ada kesempatan untuk menebus dosa. Yaitu memaafkan kesalahan orang lain, termasuk kesalahan suami anda sendiri.

Sekarang semua kembali kepada anda. Kalau anda mau mendapatkan ampunan dosa juga, sebaiknya anda beri kesempatan kepada suami untuk memperbaiki diri, beri dia maaf dan kuburlah kesalahannya. Jadilah isteri yang bisa menjadi tempat untuk berlabuh hati suami. Sebab boleh jadi salah satu penyebab penyelewenangan seorang suami, berangkat dari kekurangan yang ada pada isteri. Namun tidak pernah diungkapkan. Kunci semua itu adalah komunikasi.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kasus Poso dan Konsep Jihad
1 February 2007, 23:31 | Negara | 5.610 views
Nikah Mut'ah
1 February 2007, 23:05 | Nikah | 6.675 views
Shalat Berjamaah atau Shalat di Awal Waktu
1 February 2007, 23:05 | Shalat | 5.818 views
Undang-Undang Anti Kumpul Kebo
1 February 2007, 00:46 | Nikah | 4.988 views
Bagaimana Solusinya Harta Waris Hanya Sedikit
1 February 2007, 00:35 | Mawaris | 4.776 views
Menikah Wanita yang Pernah Berzina
31 January 2007, 00:10 | Nikah | 6.868 views
Ahli Waris Semua Anak Perempuan
30 January 2007, 06:45 | Mawaris | 6.340 views
Bom Bali dan Mariot
30 January 2007, 02:24 | Umum | 4.355 views
Yang Mengharamkannya Adalah Takbir
30 January 2007, 02:07 | Shalat | 5.334 views
Memperkosa Isteri Sendiri
29 January 2007, 01:29 | Nikah | 8.517 views
Fiqih Musyawarah dan Voting Dalam Islam
26 January 2007, 03:36 | Negara | 6.229 views
Halalkah Pekerjaan Saya Karena Memegang Daging Babi
26 January 2007, 00:32 | Muamalat | 8.829 views
Benarkah Mendoakan Orang Mati Tidak Menghasilkan Apa-Apa?
24 January 2007, 23:33 | Aqidah | 9.760 views
Waktu Terlarang untuk Jima
24 January 2007, 23:24 | Nikah | 8.946 views
Wajibkah Beasiswa Dizakatkan?
24 January 2007, 23:22 | Zakat | 5.693 views
Berzina Adalah Dosa Besar Apakah Dapat Terampuni?
23 January 2007, 23:40 | Jinayat | 7.099 views
Sholat Jum'at Kurang dari 40 Orang
23 January 2007, 23:39 | Shalat | 9.618 views
"Kamu Mirip Ibumu", Apakah Termasuk Zihar?
23 January 2007, 23:35 | Nikah | 7.216 views
Hari-Hari Haram Berpuasa Sunnah
23 January 2007, 23:28 | Puasa | 6.631 views
Kenapa Ada Perbudakan Pada Masa Kerasulan?
23 January 2007, 02:11 | Umum | 6.453 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,251,745 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img