Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Harta Isteri Menjadi Hak Isteri, Apa Dasarnya? | rumahfiqih.com

Harta Isteri Menjadi Hak Isteri, Apa Dasarnya?

Tue 2 April 2013 20:34 | Wanita | 10.245 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. Wb

Kemarin saya membaca ulasan ustad mengenai harta isteri adalah menjadi hak isteri sepenuhnya sedang harta suami juga menjadi hak isteri. Tetapi ustad tidak menyebutkan dalilnya. Saya percaya bahwa Islam mengatur segala hal hingga detil.

Yang saya ingin ketahui atas dasar apa aturan harta isteri adalah sepenuhnya hak isteri sehingga jika ia ingin memberikan kepada suaminya dianggap sebagai sedekah atau hadiah? Karena sepengetahuan saya dalam hukum perkawinan bahwa harta yang diperoleh selama perkawinan dianggap sebagai harta bersama suami dan isteri, sehingga jika terjadi perceraian maka harus dibagi dua.

Selain itu yang saya ingin tanyakan bagaimana dengan utang karena setahu saya utang dalam perkawinan juga dianggap sebagai utang bersama walaupun hutang tersebut hanya dilakukan salah satu pihak bahkan mungkin pihak yang laun tidak mengetahui adanya hutang tersebut?

Demikian pertanyaan saya, terimakasih

Wasalam

Teto

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Apa yang anda sampaikan sebenarnya sudah benar. Yaitu bahwa selama ada dalil, maka barulahberlakuhukumnay. Dan sebaliknya, bila suatu hal tidak ada dalilnya, maka hukumnya tidak bisa ditetapkan. Maka kembali kepada hukum asal.

Kalau anda menanyakan adakah dalil yang menyebutkan bahwa harta isteri adalah hak isteri, justru kami menanyakan sebaliknya, adakah dalil yang menyebutkan bahwa harta isteri itu otomatis menjadi harta berdua?

Kalau pun pemahaman anda selama ini cenderung menganggap bahwa harta isteri menjadi harta bersama, maka sampai saat ini justru kami tidak pernah menemukan dalilnya. Yang kami ketahui, hal itu justru dianut oleh sistem rumah tangga di barat. Termasuk pembagian harta gono gini ketika terjadi perceraian. Padahal dalam syariat Islam, tidak pernah dikenal harta gono gini, karena pada hakikatnya harta suami dan isteri adalah harta masing-masing.

Yang pasti di dalam Islam, seorang suami diwajibkan memberi nafkah kepada isterinya. Tapi hanya selama masih jadi isteri hingga dicerai dan habis masa iddahnya. Namun begitu habis masa iddah, tidak ada sistem pesangon atau pembagian harta berdua.

Yang menjadi hak isteri adalah apa yang diberikan suami kepada isteri. Sedangkan harta suami yang tidak diberikan kepada isteri, statusnya tetap milik suami. Misalnya suami beli rumah, mobil, perabot dan sebagainya, selama suami tidak menyerahkan asset itu kepada isterinya, maka semua itu milik suami. Kalau terjadi perceraian, isteri tidak punya hak apa pun.

Lalu apa dalilnya?

Dalilnya adalah hukum dasar kepemilikan. Bahwa setiap orang berhak atas harta miliknya sendiri. Selama harta itu tidak pernah diserahkan kepada orang lain, maka harta itu tetap menjadi miliknya.

Harta yang didapat seorang suami dari hasil keringatnya adalah sepenuhnya harta milik suami. Namun seorang suami punya kewajiban untuk memberi sebagian hartanya sebagai nafkah kepada isterinya. Tentu yang namanya nafkah itu bukan seluruh harta, tetapi sesuatu yang dianggap telah mencukupi. Begitu sejumlah harta nafkah itu diberikan oleh suami kepada isterinya, maka harta itu barulah menjadi hak isteri. Tetapi kalau tidak atau belum diserahkan, maka harta itu tetap masih menjadi harta suami.

Demikian pula yang terjadi sebaliknya, ketika seorang isteri yang memiliki sejumlah hartamenikah dengan seorang laki-laki, maka harta itu tetap harta pribadi isteri. Tidak lantas menjadi harta milik bersama. Sebab pernikahan bukanlah perampokan. Pernikahan sekedar menghalalkan hubungan suami isteri lain jenis, tetapi tidak menghalalkan harta.

Kita tidak pernah menemukan dalil, baik Al-Quran maupun hadits yang mewajibkan seorang isteri harus berbagi harta pribadinya menjadi harta bersama dengan suami. Dan karena tidak ada dalilnya, maka hukum yang berlaku di barat sana tidak boleh diterapkan begitu saja dalam sistem kehidupan Islam.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Ragu Diundang Makan di Rumah Non Muslim
1 April 2013, 00:28 | Kuliner | 8.998 views
Mana yang Berlaku, Masa 'Iddah Berdasarkan Agama atau Negara?
30 March 2013, 22:14 | Nikah | 73.634 views
Islam Tidak Mengenal Pembagian Harta Gono-Gini?
29 March 2013, 20:46 | Mawaris | 12.144 views
Zakat Rumah yang Disewakan
29 March 2013, 01:48 | Zakat | 15.857 views
Mencabut Sighat Taliq yang Terlanjur Dilakukan
28 March 2013, 23:46 | Nikah | 11.204 views
Kotoran Kambing dan Air Kencing Unta Tidak Najis?
27 March 2013, 23:01 | Thaharah | 19.556 views
Perayaan Khitanan, Adakah Pensyariatannya?
26 March 2013, 23:24 | Thaharah | 11.248 views
Membatalkan Baiat, Apakah Ada Kaffarahnya?
26 March 2013, 23:21 | Aqidah | 8.805 views
Rasulullah SAW Dituduh Maniak Seks dan Pedofil?
25 March 2013, 22:45 | Umum | 13.772 views
Hukum Tinggal di Hotel Milik Orang Kafir di Mekkah Madinah
24 March 2013, 19:24 | Muamalat | 8.345 views
Wali Salah Mengucapkan Nama Ayah Saat Ijab-Qabul
22 March 2013, 18:52 | Nikah | 23.189 views
Korupsi Halal Karena Termasuk Rampasan Perang?
22 March 2013, 00:56 | Kontemporer | 8.388 views
Haramkah Menghias Masjid
20 March 2013, 02:59 | Shalat | 7.102 views
Mengapa Umat Islam Sulit untuk Bersatu?
19 March 2013, 00:01 | Kontemporer | 10.151 views
Benarkah Ada Ayat-ayat Yang Saling Kontradiktif
18 March 2013, 02:00 | Quran | 8.716 views
Bolehkah Wanita Jadi Saksi Dalam Pernikahan
17 March 2013, 23:33 | Nikah | 8.654 views
Apakah Kita Baca Al-Fatihah Ketika Shalat di Belakang Imam?
16 March 2013, 23:38 | Shalat | 19.064 views
Yahudi, Kristen dan Islam : Apakah Tuhannya Sama?
16 March 2013, 00:30 | Aqidah | 24.460 views
Tidak Berhukum dengan Hukum Allah: Kafir?
16 March 2013, 00:23 | Negara | 8.901 views
Bolehkah Nikah Tapi Sudah Niat Segera Mentalak?
15 March 2013, 01:18 | Nikah | 7.228 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,824,167 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img