Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Masalah Shalat Akhwat | rumahfiqih.com

Masalah Shalat Akhwat

Mon 5 March 2007 22:52 | Hadits | 5.422 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualikum wr. Wb.

Saya sering melihat ada akhwat yang shalatnya kelihatan telapak dan punggung tangannya. Yang saya tau bahwa aurat akhwat yang bisa dilihat itu hanya muka dan TELAPAK TANGAN. Yang ingin saya tanyakan apakah shalat wanita tersebut sah atau ada pendapat lain? Mohon penjelasannya.

Wassalamu'alikum wr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sudah menjadi ijma' para ulama sepanjang zaman, bahwa batas aurat seorang wanita adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua tapak tangan. Dalam bahasa arab dituliskan begitu: wa 'auratunnisa'i sairu jasadiha illa al-wajha wal kaffaini.

Artinya: dan batas aurat wanita adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajahnya dan kedua tapak tangannya.

Namun seringkali karena kesalahan penerjemahan, akhirnya muncul kerancuan pemahaman. Al-kaffaini sering diartikan dengan kedua telapak tangan. Padahal makna yang benar bukan telapak. Sebab kalau diartikan dengan telapak, berarti hanya bagian dalam saja.

Yang benar bukan telapak tangan tetapi tapak tangan. Tapak tangan itu terdiri dari bagian dalam dan bagian luar (punggung). Maka bagian dalam dan luar (batinul kaffi dan zhahiruhu) bukan termasuk aurat, sehingga boleh nampak dan terlihat.

Maka tidak bisa disalahkan ketika ada wanita shalat, dengan punggung tangan terbuka dan terlihat. Sebab punggung tangan itu bukan aurat baginya.

Kesalahan interpretasi karena hanya mengandalkan terjemahan itu memang sangat fatal akibatnya. Karena itu, kami tetap berkeyakinan bahwa belajar bahasa arab itu hukumnya nyaris sudah wajib bagi tiap muslim. Agar jangan sampai terjadi kesalahan interpretasi dalam hukum.

Sayangnya, sedikit sekali kesadaran umat Islam untuk belajar bahasa arab. Dan tetap masih asyik membaca buku terjemahan. Padahal kami memandang membaca buku terjemahan mengandung resiko besar.

Salah satunya adalah pertanyaan yang datang kepada kami tentang dalil kewajiban memakai jilbab. Wanita ini mempertanyakan dasar ayatnya. Menurutnya, di Al-Quran tidak pernah ada perintah yang mewajibkan wanita untu memakai jilbab.

Ketika kami sodori ayat 59 dari surat Al-Ahzab, dengan sigapnya dia menepis dengan komentar bahwa di dalam ayat itu Allah tidak pernah memerintahkan wanita pakai jilbab. Sebab terjemahannya begini:

Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka (QS. Al-Ahzab:59)

Menurutnya, karena cuma diawali dengan kata 'hendaklah', maka hukumnya bukan wajib, melainkan anjuran.

Nah, kalau sudah begini, siapa yang mau disalahkan? Kata 'hendaklah' dalam rasa bahasa Indonesia, memang tidak bisa diartikan sebagai kewajiban. Masalahnya sekarang, siapa yang mengartikan ayat itu dengan lafadz 'hendaklah'? Sehingga muncul kesalah-pahaman fatal seperti ini.

Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian 'lucu' seperti ini, sehingga menambah semangat kita untuk sadar akan pentingnya belajar bahasa arab dan sekaligus belajar ilmu syariah. Kalau hanya mengandalkan buku bacaan terjemahan Al-Quran atau hadits saja, memang akan begitu jadinya.

Jangan sekali-kali baca terjemahan Al-Quran, kecuali anda baca juga kitab-kitab tafsirnya. Jangan baca terjemahan hadits, kecuali anda baca juga kitab-kitab syarahnya (penjelasan). Kalau tidak tahu, maka bertanyalah kepada yang punya ilmunya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hoka-Hoka Bento Halal?
5 March 2007, 22:10 | Kuliner | 5.446 views
Hijab Walimah
5 March 2007, 04:03 | Nikah | 5.146 views
Tawaf di Kubur Imam Asy-Syafi'i
4 March 2007, 23:56 | Aqidah | 5.980 views
Celana atau Sarung Menutup Sampai Mata Kaki
4 March 2007, 23:55 | Hadits | 7.088 views
Daging Anjing
2 March 2007, 04:08 | Kuliner | 4.958 views
Keaslian Al-Qur'an Secara Logika
2 March 2007, 01:57 | Umum | 5.158 views
Hukum Nikah Jarak Jauh
1 March 2007, 04:06 | Nikah | 5.454 views
Apakah Ber-KB Itu Dosa?
28 February 2007, 08:35 | Kontemporer | 5.815 views
Mengapa Harus Memilih Islam?
28 February 2007, 07:50 | Aqidah | 5.466 views
Asuransi Kesehatan Konvensional, Haramkah?
28 February 2007, 04:14 | Muamalat | 5.681 views
Menghilangkan Tradisi Kejawen
27 February 2007, 07:51 | Kontemporer | 5.956 views
Jika Anak Bertanya Tuhan Ada di Mana?
27 February 2007, 01:07 | Aqidah | 7.835 views
Berdosakah Imam Malik Saat Mengatakan Qunut Subuh Bid'ah
27 February 2007, 00:13 | Shalat | 7.416 views
Muamalah Gadai Dalam Islam
26 February 2007, 23:44 | Muamalat | 9.513 views
Sikap yang Terbaik Masalah Perbedaan Qunut
26 February 2007, 00:19 | Shalat | 6.257 views
Terlambat Shalat Jumat, Harus Bagaimana?
23 February 2007, 08:09 | Shalat | 6.027 views
Mas Kawin Tidak Sama dengan yang Diucapkan Dalam Akad
23 February 2007, 03:46 | Nikah | 5.378 views
Apakah Hukumnya Musik Menurut Islam?
22 February 2007, 07:39 | Umum | 23.637 views
Bid'ah di Tengah Kita
22 February 2007, 03:58 | Umum | 6.849 views
Berwudhu' Tanpa Melepas Sepatu
21 February 2007, 06:43 | Thaharah | 6.750 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,487,444 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:56 | Ashar 15:18 | Maghrib 17:51 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img