Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Kondangan Diniatkan Infaq? | rumahfiqih.com

Kondangan Diniatkan Infaq?

Mon 26 August 2013 04:39 | Umum | 12.324 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustadz, bagi seorang muslim ada kewajiban mengeluarkan infak minimal 2, 5% dari pendapatan yang diterima. Pertanyaan saya, bolehkah infak tersebut kita salurkan sebagai sumbangan ke kondangan.

Masalahnya, seringkali banyak undangan (nikah atau khitanan) sementara uang belanja buat keluarga sendiri pas-pasan. Atas jawabannya.

Jazakallah khairan.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau kita merujuk kepada kitab-kitab fiqih yang baku, sebenarnya tidak secara otomatis semua muslim terkena kewajiban untuk mengeluarkan infaq, apalagi besarnya ditetapkan harus 2, 5% dari pendapatan.

Tidak semua jenis harta diwajibkan untuk dikeluarkan zakatnya. Berdasarkan nash-nash Al-Quran dan Sunnah, para ulama telah menyusun kriteria jenis harta yang wajib dizakati. Bila harta seseorang tidak memiliki kriteria yang telah ditetapkan, maka tidak ada kewajiban zakat. Meski pun secara nominal lebih tinggi.

Namun yang menjadi ukuran apakah harta yang dimiliki oleh seseorang itu wajib dikeluarkan zakat atau tidak, bukan sekedar nilainya (nishab), tetapi masih ada sisi-sisi lainnya serta kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi.

Paling tidak ada 5 kriteria utama yang telah disepakati oleh para ulama, yaitu:

  1. Harta itu dimiliki secara sempurna (al-milkut-taam)
  2. Harta itu tumbuh (an-nama')
  3. Harta itu memenuhi jumlah standar minimal (nisab)
  4. Harta itu telah dimiliki untuk jangka waktu tertentu (haul)
  5. Harta itu telah melebihi kebutuhan dasar

Uang Kondangan

Uang kondangan itu bisa jatuh kepada beberapa bentuk pemberian. Bisa berbentuk hadiah, namun bisa juga sedekah. Tergantung kondisi dan keadaannya.

Namun lepas dari dua kemungkinan itu, sesungguhnya tidak ada dalil yang mewajibkan kita untuk memberi uang kondangan. Sebab Islam tidak mengajarkan kita untuk memaksakan diri dan main gengsi, termasuk dalam membiayai acara walimah.

Namun kalau antara zakat dengan saweran kondangan disandingkan, maka antara keduanya tidak ada hubungan. Maksudnya, harta yang harus disisihkan untuk zakat itu tidak boleh begitu saja dikonversi untuk nyawer kondangan. Sebab zakat itu sudah ditetapkan para mustahiknya. Dan jumlahnya terbatas menjadi 8 macam saja, di antaranya fakir miskin.

Namun lain ceritanya kalau kita berniat memberi zakat kepada seorang yang masuk dalam kriteria miskin, dan kebetulan dia sedang butuh dana untuk mengadakan hajatan perkawinan.

Namun tetap saja hal itu masih menjadi kritik, kalau memang miskin dan berhak mendapat harta zakat, mengapa harus mengadakan acara undangan makan? Sehingga membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Seseorang berhak menjadi penerima zakat karena dia miskin tidak bisa makan. Lalu kalau sampai merasa harus mengadakan perjamuan makan, sebenarnya ada logika yang terbalik. Karena itu sebenarnya kurang layak menyalurkan dana zakat buat orang yang mengundang makan. Seharusnya dana zakat diberikan kepada orang yang tidak bisa makan karena miskinnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hukum Menikah untuk Diceraikan
22 August 2013, 07:40 | Nikah | 8.489 views
Tarif Memanggil Penceramah Terkenal Mahalnya
21 August 2013, 03:24 | Kontemporer | 12.774 views
Bolehkah Menikah Dengan Wali Hakim?
20 August 2013, 21:52 | Nikah | 15.322 views
Janda Berangkat Haji Dalam Masa Iddah, Haramkah?
19 August 2013, 18:59 | Haji | 11.228 views
Kutbah Jum'at Kekurangan Satu Rukun
16 August 2013, 11:35 | Shalat | 10.224 views
Minum Khamar Harus Dicambuk?
14 August 2013, 23:26 | Jinayat | 13.195 views
Mengganti Hutang Puasa Yang Sudah Terlalu Lama
12 August 2013, 23:40 | Puasa | 295.261 views
Benarkah Uang Tabungan Buat Beli Rumah Wajib Dizakatkan?
9 August 2013, 21:54 | Zakat | 13.418 views
Bolehkah Musafir Bermakmum Kepada Bukan Musafir?
6 August 2013, 00:30 | Shalat | 19.001 views
Zakat Profesi Konflik Dengan Zakat Tabungan, Mana Yang Menang?
4 August 2013, 23:09 | Zakat | 12.540 views
Bayi Dalam Kandungan Apakah Dibayarkan Zakatnya?
4 August 2013, 13:17 | Zakat | 14.152 views
Emas Berstatus Digadaikan, Wajibkah Dizakati?
2 August 2013, 23:57 | Zakat | 15.023 views
Pernikahan Beda Jamaah
31 July 2013, 04:36 | Nikah | 13.447 views
Fiqih I'tikaf Lengkap
29 July 2013, 21:43 | Puasa | 27.482 views
Jumlah Takbir Shalat Iedul Fitri
29 July 2013, 09:44 | Shalat | 13.282 views
Saya dan Suami Berhubungan Badan di Ramadhan, Harus Bagaimana?
27 July 2013, 06:51 | Puasa | 31.269 views
Bersentuhan Suami-Isteri Setelah Berwudlu, Batalkah?
26 July 2013, 00:45 | Thaharah | 32.021 views
Zakat Perniagaan, Bagaimana Menghitungnya?
25 July 2013, 03:55 | Zakat | 10.702 views
Cara Perhitungan Zakat Hasil Pertanian
24 July 2013, 01:30 | Zakat | 122.151 views
Dana Zakat untuk Kegiatan Dakwah, Bolehkah?
22 July 2013, 23:00 | Zakat | 10.132 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,291,791 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:01 | Maghrib 17:53 | Isya 19:05 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img