Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Fiqih Lintas Agama Cak Nur | rumahfiqih.com

Fiqih Lintas Agama Cak Nur

Tue 13 March 2007 04:27 | Kontemporer | 6.806 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. Wb.

Pak ustad yang saya hormati, membaca buku yang telah diluncurkan oleh Nurcholis Majid(alm)dkk, dengan judul Fiqih Lintas Agama, maka terfikir dibenak saya ada kejanggalan, sebab kalau dilihat dari judulnya ada kata Lintas, sedangkan lintas itu sendiri adalah melewati atau jalan.

Jadi timbul pertanyaan saya apakah semua agama selain Islam punya atau ada yang menjalankan fikih seperti isalam, kalau pun ada di mana letak persamaan dan perbedaannya, memang buku ini sudah terbit sejak 2thn silam tetapi saya masih penasaran untuk mendapatkan jawaban yang valid dari ustad.

Secara pribadi saya sangat menghargai pendapat beliau, sebagai orang awam perlu mencari sumber yang jelas tidak asal taqlid begitu saja.

Mohon penjelasannya pak ustad.

Terimakasih.

Wassalam.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ketika Nurchalis Madjid menulis buku itu dan memberi judul 'Fiqih Lintas Agama', perlu kita pahami bahwa istilah fiqih yang dia maksud sama sekali berbeda dengan istilah fiqih yang baku dalam literatur syariah Islam.

Dalam literatur syariah Islam, definisi kata fiqih secara bahasa berarti paham dan mengerti. Seperti dalam ayat Al-Quran Allah menceritakan ucapan kaum Syuaib

“Mereka berkata, "Hai Syuaib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu (Hud: 91)

Namun secara istilah baku yang dikenal para ulama, makna istilah 'fiqih' adalah:

Ilmu yang membahas hukum-hukum syariat bidang amaliyah (perbuatan nyata) yang diambil dari dalil-dalil secara rinci.

Penjelasan definisi:

  • Ilmu: merupakan ilmu yang memiliki obyek dan kaidah tertentu.
  • Hukum-hukum syariat: hukum-hukum ini bersifat syariat yang diambil dari Al-Quran, sunnah, ijma’, qiyas, bukan ilmu logika, matematika, fisika.
  • Amaliyah: fiqih hanya membahas hukum-hukum praktis (amaly) perbuatan manusia dari masalah ibadah, muamalah. Jadi fiqih tidak membahas masalah keyakinan atau ilmu kalam atau ilmu akidah.
  • Yang diambil: fiqih adalah kesimpulan hukum-hukum bersifat baku hasil ijtihad ulama yang bersumber dari Al-Quran, sunnah, ijma, qiyas dan dalil-dalil yang ada.

Sedangkan yang dibicarakanCak Nur dalam bukunya itu justru keluar jauh dari makna asli dan baku tentang ilmu fiqih. Mungkin trik dagang, atau karena istilah fiqih sedang ngetop, jadi menarik didengar. Namun yang jelas tidak nyambung. Atau mungkin penulisnya menggunakan pengertian secara bahasa, yaitu sebagai pemahaman secara umum.

Adakah Agama Selain Islam Punya Ilmu Fiqih?

Kalau pertanyaan anda, apakah agama selain Islam punya ilmu fiqih seperti umat Islam, jawabnyajelas tidak. Tidak ada satu pun agama di dunia ini yang punya ilmu fiqih seperti ilmu fiqih yang dimiliki umat Islam.

Kita mulai dari agama ardhi (bumi), yaitu agama-agama ciptaan manusia biasa, bukan agama yang turun dari tuhan. Misalnya agama Hindu, Budha, Shinto, Konghuchu dan sebagainya. Agama-agama ini tidak punya ilmu fiqih seperti umat Islam, karena tidak ada sumber-sumber asasi yang mereka sepakati, terutama terkait dengan masalah amaliyah.

Agama-agama ini tidak punya kitab suci yang datang dari Tuhan, sebagai sumber dari segala sumber hukum. Kitab yang mereka sucikan sebagai kitab buatan manusia, paling jauh, karangan para filsof. Apakah filosof berhak membuat aturan ritual dan tata cara ibadah? Jawabnya tidak berhak, menurut aqidah Islam. Sebab yang berhak untuk menetapkan aturan peribadatan bukan manusia, melainkan Allah SWT.

Agama ardhi juga tidak punya konsep nabi yang menerima wahyu dari langit dan berfungsi sebagai pembawa risalah dari tuhan. Di mana perkataan, perbuatan dan taqrir-nya adalah sumber hukum. Dan selain dari Al-Quran, umat Islam mengambil hukum dari nabinya, Muhammad SAW.

Yang menarik, di dalam agama Islam berkembang sebuah ilmu periwayatan sanad hadits. Di mana tiap keterangan tentang hukum-hukum dari Rasulullah SAW mengalami proses naqd (kritik) secara uniq dan luar biasa. Tidak ada satu pun agama di dunia ini yang punya ilmu naqd hadits.

Adapun agama samawi, yaitu agama yang sebenarnya bersumber dari Allah SWT, seperti nasrani dan ahudi, juga tidak punya ilmu fiqih. Namun mereka punya hukum dan syariah ketika mereka masih bersama nabi mereka.

Di zaman nabi mereka masih hidup, Allah SWT menurunkan wahyu kepada para nabi itu. Sehingga boleh dibilang bahwa umat pemeluk agama samawi punya syariah. Misalnya mereka diwajibkan shalat, puasa, zakat, haji, jihad. Bahkan diberlakukan banyak larangan di antara mereka, seperti diharamkan untuk mencuri, berzina, membunuh, melukai, berjudi, makan babi dan makanan haram lainnya.

Dalam beberapa hal, hukum yang berlaku pada umat ahli kitab sebelum kita itu, punya beberapa kesamaan. Misalnya, pembunuh wajib diqishash, pencuri wajib dipotong tangannya, pezina wajib dirajam dan lainnya.

Hanya masalahnya, ketika para nabi itu wafat, hukum yang tadinya berlaku berangsur ditinggalkan. Ditambah lagi tidak ada jaminan atas penjagaan kitab suci mereka dari ancaman pemalsuan, penambahan atau mengurangan. Lama-lama kitab suci mereka betul-betul hilang lenyap, sehingga sudah tidak ada lagi yang tahu rimbanya.

Apalagi kalau bicara hadits nabi-nabi terdahulu, semakin gelap saja. Kitab suci saja mereka palsukan, apalagi hadits nabi mereka.

Karena itulah kita katakan bahwa bagaimana mereka mau punya fiqih seperti kita, padahal kitab suci pun tidak punya, hadits apalagi. Padahal yang namanya fiqih adalah ilmu untuk mengambil istimbath hukum dari kedua sumber hukum itu.

Ibarat kita bertanya kepada teman bujangan, "Mas, punya anak apa enggak?" Jawabnya sudah jelas tidak punya. Lha bagaimana mau punya anak, isteri saja tidak punya? Apakah mau punya anak dari pohon pisang? Tentu tidak.

Maka wajar kalau saudara kita yang nasrani atau yahudi itu sekarang menjadi pelanggar berat agama dan syariah mereka sendiri. Hari ini mereka asyik makan babi, minum khamar, berzina, berjudi, menyembah berhala, makan bangkai, tinggalkan shalat, tidak puasa, tidak zakat, tidak haji dan tidak cebok sehabis kencing. Semua itu terjadi karena mereka tidak punya ilmu fiqih, oleh karena mereka tidak punya sumber-sumber fiqih seperti kita. Kitab suci yang asli tidak punya, hadits apalagi.

Bahkan jumlah tuhan pun masih jadi polemik di kalangan petinggi mereka. Apakah tiga atau satu? Ataukah tiga sama dengan satu? Ataukah satu itu tiga? Semua semakin membingungkan. Bagaimana mau bisa punya ilmu fiqih?

Maka alangkah ruginya umat Islam yang tidak sempat belajar ilmu fqih, karena ilmu ini satu-satunya di muka bumi.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Shalat Jum'at Harus 40 Orang?
13 March 2007, 03:11 | Shalat | 9.054 views
Wajibkah Kita Menjadi Jamaah Suatu Kelompok?
13 March 2007, 02:32 | Dakwah | 6.116 views
Definisi Madzhab
12 March 2007, 00:39 | Ushul Fiqih | 6.003 views
Khatib Jumat Grogi, Jamaah Tertawa
12 March 2007, 00:35 | Shalat | 6.555 views
Al-Quran Membolehkan Menyetubuhi Budak?
12 March 2007, 00:10 | Quran | 6.856 views
Benarkah Tape Sama dengan Khamar?
9 March 2007, 03:06 | Kuliner | 6.372 views
Dokter Memegang Aurat Pasien Wanita Bukan Mukhrim
9 March 2007, 00:51 | Wanita | 6.357 views
Hikmah di Balik Jatuhnya Garuda
8 March 2007, 03:44 | Kontemporer | 4.733 views
Yahudi dan Invasinya
8 March 2007, 03:25 | Umum | 5.038 views
Larangan Lewat di Depan Orang yang Sedang Sholat
7 March 2007, 03:34 | Shalat | 6.719 views
Haramkah Berpartai?
6 March 2007, 23:43 | Negara | 5.215 views
Qaul Qadim dan Qaul Jadid
6 March 2007, 01:17 | Ushul Fiqih | 9.054 views
Masalah Shalat Akhwat
5 March 2007, 22:52 | Hadits | 5.504 views
Hoka-Hoka Bento Halal?
5 March 2007, 22:10 | Kuliner | 5.524 views
Hijab Walimah
5 March 2007, 04:03 | Nikah | 5.197 views
Tawaf di Kubur Imam Asy-Syafi'i
4 March 2007, 23:56 | Aqidah | 6.050 views
Celana atau Sarung Menutup Sampai Mata Kaki
4 March 2007, 23:55 | Hadits | 7.179 views
Daging Anjing
2 March 2007, 04:08 | Kuliner | 5.012 views
Keaslian Al-Qur'an Secara Logika
2 March 2007, 01:57 | Umum | 5.237 views
Hukum Nikah Jarak Jauh
1 March 2007, 04:06 | Nikah | 5.541 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,142,817 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img