Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Wajibkah Kita Menjadi Jamaah Suatu Kelompok? | rumahfiqih.com

Wajibkah Kita Menjadi Jamaah Suatu Kelompok?

Tue 13 March 2007 02:32 | Dakwah | 6.324 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum. wr. wb

  1. Apakah LDII merupakan aliran sesat?
  2. Apakah kita wajib menjadi jamaah suatu kelompok?

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kesesatan LDII

Kami tidak merasa berwenang untuk menjatuhkan vonis sesat atas suatu aliran, kecuali setelah kami lakukan penyelidikan, investigasi dan pengecekan silang dari berbagai sumber. Sayangnya, hal itu belum pernah kami lakukan.

Namun di negeri kita ada lembaga yang punya wewenang untuk melakukannya, serta telah melakukan prosedur yang standar untuk masalah aliran yang anda tanyakan. Lembaga itu adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ternyata, lembaga ini memang telah menetapkan bahwa LDII adalah aliran sesat, sebagaimana ketetapan pada Musyawarah Nasional VII yang baru lalu. Pada acara tersebut ditetapkan bahwaLembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) merupakan aliran sesat, karena dianggap reinkarnasi dari Islam Jamaah.

Point kesesatanya adalah karena di antara paham yang dikembangkan oleh LDII ini adalah paham takfir, yakni menganggap semua orang Islam yang tidak bergabung ke dalam barisanya dianggap sebagai orang kafir.

Namun ketua MUI KH Ma'ruf Amin menyatakan bahwa memang saat ini LDII sedang berusaha untuk berada di dalam jajaran umat Islam dan ormas Islam lainnya, dan sudah mulai mau menyatu. Tetapi MUI belum merehabilitasinya.

Maka MUI akan membuka diri, jika LDII berkeinginan kembali bergabung bersama ormas Islam lain, asalkan bersedia menyampaikan surat pernyataan secara resmi, tidak akan berprilaku seperti yang dituduhkan selama ini, salah satunya menganggap orang di luar mereka kafir.

Menurut beliau, sebenarnya itikad baik LDII untuk keluar dari eksklusifisme sudah mulai terlihat, di mana sebagian dari mereka sudah mulai mau bersalaman, dan tidak mencuci tangannya lagi setelah bersalaman. Namun, untuk batin mereka hanya Allah yang mengetahuinya.

Jadi kita memang tidak bisa main hakim sendiri dan mengatakan bahwa siapapun yang ada sangkut pautnya dengan LDII pasti sesat. Siapa tahu ada sebagian yang sudah sadar dan tidak lagi berpaham takfir. Bagi kita, yang penting bukan nama lembaganya, melainkan paham sesatnya yang harus disikapi dengan cermat dan hati-hati.

Wajibkah Kita Menjadi Jamaah Suatu Kelompok?

Kalau pertanyaannya tentang kewajiban, maka jawabannya tidak ada dalil tertentu yang mewajibkan kita untuk menjadi bagian dari kelompok tertentu. Yang ada justru sebaliknya, kita diharapkan untuk tidak ikut bergabung dengan kelompok yang batil.

Sedangkan kelompok yang baik, hukumnya boleh diikuti hingga mencapai sunnah, kalau memang dari dalam jamaah itu ada kebaikan yang akan dilahirkan. Dan menjadi wajib bila tanpa adanya jamaah itu tidak akan ada Islam.

Namun kondisi di mana sebuah jamaah menjadi satu-satunya jamaah di dunia ini yang wajib diikuti, hanyalah jamaah muslimin saja. Yaitu jamaah yang satu dan menyatukan semua umat Islam, seperti di zaman nabi SAW, para shahabat atau khilafah Islam.

Ciri jamaah ini adalah jamaah yang sesuai dengan aqidah, fikrah dan syariah Rasulullah SAW, diakui dan dibenarkan oleh semua ulama, jelas dan tegas kedudukannya, serta manfaat dan perannya telah disepakati oleh umat Islam.

Jamaah seperti ini telah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Bahkan pemimpin pertamanya adalah Rasulullah SAW sendiri. Sepeninggal beliau, jamaah muslimin dipimpin oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq, lalu oleh Umar bin Al-Khattab, lalu oleh Utsman bin Al-Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhum ajmain.

Setelah itu, jamaah ini kemudian berpindah ke Damaskus dan disebut dengan khilafah Bani Umayyah. Lalu diteruskan oleh khilafah Bani Abbasiyah yang berpusat di Baghdad, kemudian oleh Bani Utsmaniyah yang berpusat di Istambul, Turki.

Lalu semua berakhir pada tahun 1924 yang lalu, dengan diruntuhkannya khilafah itu oleh Mustafa Kemal Ataturk. Sejak itulah jamaah muslimin terpecah-pecah menjadi puluhan wilayah jajahan barat. Sampai hari ini, meski bermunculan jamaah kecil-kecil, namun kapasitasnya sangat tidak sebanding dengan khilafah yang pernah kita miliki selama 14 abad.

Maka tidak ada kewajiban bagi setiap muslim untuk berwala' (loyal) kepada jamaah kecil-kecil itu. Apalagi mengingat sebagian jamaah itu banyak yang menyimpang dari manhaj Rasulullah SAW. Namun yang tetap lurus bukan tidak sedikit.

Kalau pun kita ingin bergabung dengan salah satu dari jamaah kecil yang lurus itu, bukan berarti sebuah kewajiban mutlak. Sifatnya sunnah saja, bukan fardhu 'ain. Artinya, seandainya ada seorang muslim di abad ini dan seterusnya, meninggal tanpa ada bai'at di lehernya dengan salah satu dari jamaah itu, dia tetap seorang muslim 100%. Tidak ada kewajiban atasnya untuk bergabung dengan salah satu dari sekian ribu jamaah kecil-kecil yang ada sekarang ini.

Kecuali nanti jamaah muslimin yang seperti sebelumya bisa ditegakkan lagi, di mana jamaah itu besar sekali dan merangkul seluruh umat Islam sedunia tanpa kecuali, lurus aqidah, fikrah dan syariahnya, nyata keberadaannya, langsung terasa manfaatnya, dan saat itu menjadi satu-satunya lembaga yang menampung umat Islam secara de jure dan de facto, maka saat itu wajiblah bagi seluruh umat Islam untuk bergabung dengan jamaah muslimin itu.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Definisi Madzhab
12 March 2007, 00:39 | Ushul Fiqih | 6.427 views
Khatib Jumat Grogi, Jamaah Tertawa
12 March 2007, 00:35 | Shalat | 6.855 views
Al-Quran Membolehkan Menyetubuhi Budak?
12 March 2007, 00:10 | Quran | 7.225 views
Benarkah Tape Sama dengan Khamar?
9 March 2007, 03:06 | Kuliner | 6.720 views
Dokter Memegang Aurat Pasien Wanita Bukan Mukhrim
9 March 2007, 00:51 | Wanita | 6.626 views
Hikmah di Balik Jatuhnya Garuda
8 March 2007, 03:44 | Kontemporer | 4.908 views
Yahudi dan Invasinya
8 March 2007, 03:25 | Umum | 5.219 views
Larangan Lewat di Depan Orang yang Sedang Sholat
7 March 2007, 03:34 | Shalat | 7.064 views
Haramkah Berpartai?
6 March 2007, 23:43 | Negara | 5.366 views
Qaul Qadim dan Qaul Jadid
6 March 2007, 01:17 | Ushul Fiqih | 10.379 views
Masalah Shalat Akhwat
5 March 2007, 22:52 | Hadits | 5.695 views
Hoka-Hoka Bento Halal?
5 March 2007, 22:10 | Kuliner | 5.727 views
Hijab Walimah
5 March 2007, 04:03 | Nikah | 5.375 views
Tawaf di Kubur Imam Asy-Syafi'i
4 March 2007, 23:56 | Aqidah | 6.257 views
Celana atau Sarung Menutup Sampai Mata Kaki
4 March 2007, 23:55 | Hadits | 7.476 views
Daging Anjing
2 March 2007, 04:08 | Kuliner | 5.187 views
Keaslian Al-Qur'an Secara Logika
2 March 2007, 01:57 | Umum | 5.462 views
Hukum Nikah Jarak Jauh
1 March 2007, 04:06 | Nikah | 5.810 views
Apakah Ber-KB Itu Dosa?
28 February 2007, 08:35 | Kontemporer | 6.199 views
Mengapa Harus Memilih Islam?
28 February 2007, 07:50 | Aqidah | 5.869 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,193,620 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

13-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:52 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img