Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Dalil Berambut Pendek dan Panjang | rumahfiqih.com

Dalil Berambut Pendek dan Panjang

Fri 16 March 2007 03:13 | Umum | 5.331 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'laikum wr. Wb

Langsung aja ustadz, mohon disebutkan dalil rambut laki-laki dipendekan dan rambut yang panjang. Dan manakah yang afdhol. Mohon penjelasannya. Masykuro jazakallahu khaira.

Wassalamu'alaikum wr. Wb

Jawaban :

Beberapa riwayatmenunjukkan beliau SAW pernah berambut agak panjang, namun hal itu tidak selalu terjadi. Terkadang beliau pun berambut dengan potongan pendek.

Kalau kita rajin menelusuri kitab-kitab hadits, terutama pada bab-bab yang terkait dengan wujud pisik beliau SAW, maka kita mungkin akan menemukan dalil-dalil yang menunjukkan hal-hal di atas.

Misalnya hadits berikut ini:

Al-Barra' mengatakan bahwa pernah rambut Rasulullah SAW itu mencapai (menutupi) separuh telinganya.

Di sini jelas disebutkan oleh Al-Barra' bahwa beliau SAW pernah memiliki rambut yang panjangnya sampai menutup separuh telinga.

Namun terkadang kita mendapatkan riwayat yang menggambarkan bahwa beliau SAW menjuntaikan rambutnya dan menyibakkannya. Misalnya hadits shahih berikut ini:

Dari Ibnu Abbas ra. berkata bahwa Nabi SAW suka menyamakan diri dengan para ahli kitab pada hal-hal yang tidak diperintahkan di dalamnya. Para ahli kitab membiarkan rambutnya menjuntai leluasa (sadala) sedangkan orang-orang musyrikin menyibakkan rambutnya. Maka nabi SAW menjuntaikan rambutnya kemudian menyibakkannya. (HR Bukhari dan Muslim)

Anas bin Malik ra. berkata bahwa Rasulullah SAW wafat dan tidak ada di rambut atau jenggotnya 20 rambut yang berwarna putih.

Rambut beliau kadang mencapai setengah telinganya, kadang beliau menguraikannya hingga mencapai telinganya atau antara telinga dan bahunya.

Paling panjangnya rambut menyentuh kedua pundaknya yaitu bila telah lama tidak dicukur. Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW tidak selamanya berada dalam panjang rambut tertentu. Terkadang panjang dan terkadang pendek.

Dr. Ahmad Al-Hajji Al-Kurdi, seorang peneliti pada Ensiklopedi Fiqih Kuwait mengatakan bahwa Rasulullah SAW terkadang memanjangkan rambutnya dan terkadang memendekkannya. Hal itu untuk menjelaskan bahwa keduanya dibolehkan.

Dan atas dasar itu, maka orang yang ingin memanjangkan rambutnya dengan berniat untuk iqtida' (mengikuti) apa yang dilakukan oleh nabi SAW, akan mendapat pahala. Dengan syarat mode dan potongannya tidak menyerupai mode dan potongan yang lazim dipilih oleh para wanita. Demikian juga bagi mereka yang ingin memendekkan rambutnya dengan niat juga ber-iqtida' (mengikuti) nabi SAW, dia akan dapat pahala juga.

Namun baik memanjangkan atau memendekkan rambut, apabila tidak diiringi dengan niat mengikuti apa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW, tentu tidak akan mendapatkan pahala apa pun. Misalnya, hanya sekedar mengikuti model yang terbaru.

Al-Imam An-Nawawi mengatakan, "Demikianlah, belum pernah nabi SAW mencukur gundul rambutnya pada tahun-tahun hijrah kecuali di tahun Hudaibiyah, 'Umratul-qadha dan haji wada'.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Jual Jilbab Kecil (Tidak Syar'i) Hukumnya Apa?
16 March 2007, 02:57 | Muamalat | 5.764 views
Hukum Menggarap Sawah Gadai
15 March 2007, 03:39 | Muamalat | 6.216 views
Warisan untuk 3 Anak Laki dan 3 Anak Perempuan
15 March 2007, 02:31 | Mawaris | 6.155 views
Sejauh Mana Sudah Perjalanan Wahabi?!
14 March 2007, 23:45 | Aqidah | 10.984 views
Tes Kesehatan Dironsen Buka Baju, Bagaimana?
14 March 2007, 04:38 | Kontemporer | 6.560 views
Hak Waris Cucu dari Anak Perempuan
14 March 2007, 04:08 | Mawaris | 5.995 views
Ribakah Simpanan di Koperasi
14 March 2007, 02:31 | Muamalat | 6.720 views
Fiqih Lintas Agama Cak Nur
13 March 2007, 04:27 | Kontemporer | 7.140 views
Shalat Jum'at Harus 40 Orang?
13 March 2007, 03:11 | Shalat | 9.383 views
Wajibkah Kita Menjadi Jamaah Suatu Kelompok?
13 March 2007, 02:32 | Dakwah | 6.275 views
Definisi Madzhab
12 March 2007, 00:39 | Ushul Fiqih | 6.294 views
Khatib Jumat Grogi, Jamaah Tertawa
12 March 2007, 00:35 | Shalat | 6.763 views
Al-Quran Membolehkan Menyetubuhi Budak?
12 March 2007, 00:10 | Quran | 7.120 views
Benarkah Tape Sama dengan Khamar?
9 March 2007, 03:06 | Kuliner | 6.610 views
Dokter Memegang Aurat Pasien Wanita Bukan Mukhrim
9 March 2007, 00:51 | Wanita | 6.539 views
Hikmah di Balik Jatuhnya Garuda
8 March 2007, 03:44 | Kontemporer | 4.863 views
Yahudi dan Invasinya
8 March 2007, 03:25 | Umum | 5.159 views
Larangan Lewat di Depan Orang yang Sedang Sholat
7 March 2007, 03:34 | Shalat | 6.961 views
Haramkah Berpartai?
6 March 2007, 23:43 | Negara | 5.319 views
Qaul Qadim dan Qaul Jadid
6 March 2007, 01:17 | Ushul Fiqih | 10.070 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,060,508 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-10-2019
Subuh 04:14 | Zhuhur 11:40 | Ashar 14:47 | Maghrib 17:49 | Isya 18:57 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img