Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Wasiat Ayah yang Meninggal | rumahfiqih.com

Wasiat Ayah yang Meninggal

Mon 19 March 2007 21:52 | Mawaris | 5.582 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Yth Ust H Ahmad Sarwat Lc yang di Muliakan Allah.

Ani anak yang paling bungsu di antara 10 bersaudara (3 laki dan 7 wanita). pada tahun 1986 (umur ani waktu itu 11 thn) sebelum ayahnyaani meninggal beliau bepesan kepada isterinya (ibu ani), pada waktu itu ada satu orang kakak mendengar wasiat itu, "Rumah yang ditempati diberikan ke Ani",

Tahun 2001 tanpa dipaksa ibunya menulis surat di atas segel menguatkan isi wasiat yang diucapkan suaminya sebelum meninggal "Rumah yang ditempati diberikan ke Ani."

Tahun 2007 ibunya meninggal, umur Ani sekarang 38 tahun sudah berkeluarga dan menempati rumah tersebut bersama keluarga. Perlu diketahui bahwawarisan ada-ada rumah selain yang ditempati ani ada juga satu rumahyanglebih besar i yang harganya 6 kali lipat dari harga rumah yang ditempai Ani.

Pertanyaan:

  1. Bagaimana kedudukan wasiat itu apakah ani berhak untuk mendapatkan rumah yang ditempati sesuai wasiat yang diucapkan orang tuanya, dan ada beberapa saudaranya tidak setuju katanya wasiatnya tidak sah karena tidak dihadiri semua anaknya.
  2. Apakah betul wasiat kalau tidak dihadiri semua ahli waris, wasiat itu tidak sah?
  3. Apakah Ani berdosa apabila memaksakan untuk mendapatkan rumah yang ditempati sesuai wasiat tersebut.

Terima kasih atas bantuannya.

Jawaban :

Assalamu a'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Tentu keinginan ayah Ani untuk memberikan rumah tempat tinggalnya kepada harus dipahami sebagai bentuk kasih sayang yang tulus antara orang tua dan anak. Apalagi Ani anak bungsu, perempuan lagi.

Biasanya seorang ayah memang punya kasih yang lebih kepada si bungsu puteri. Itu manusiawi sifatnya.

Namun ada hal yang juga perlu diperhatikan, yaitu teknis pemberian rumah itu. Seandainyasi ayah semasa hidupnya menyerahkan rumah itu kepada Ani seratus persen, dengan langsung membalik nama dan meresmikan pemberiannya, tentu tidak akan berdampak secara hukum.

Seorang ayah berhak memberikan hartanya kepada anaknya, berapa pun nilainya. Yang penting ayah masih sehat saat beliau menyerahkan harta itu. Ini namanya hibah atau pemberian. Hibah sangat berbeda dengan wasiat. Wasiat belum merupakan penyerahan sepenuhnya, baru sekedar janji akan memberi. Itu syaratnya kalau si pemilik harta sudah mati.

Maka dalam kasus Ani, karena penyerahan rumah itu lewat wasiat, maka muncul banyak masalah. Masalahnya bukan pengucapan wasiat itu tidak dihadiri oleh ahli waris yang lain. Tetapi secara hukum memang ahli waris tidak berhak mendapat harta lewat cara wasiat. Islam sendiri yang mengharamkannya sejak dini.

Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini:

Tidak ada wasiat buat ahli waris

Hadits ini kita pahami bahwa ahli waris hanya akan mendapat harta dari orang yang mereka warisi lewat sistem pembagian warisan. Dan tidak dibenarkan bila lewat wasiat. Yang boleh menerima harta lewat wasiat hanyalah orang-orang yang bukan termasuk ahli waris. Atau ahli waris yang termahjub secara hirman (100%).

Jalan Tengah

Namun untuk tetap menghormati keinginan sang ayah, sebenarnya masih bisa dicarikan jalan tengah. Apalagi harta peninggalan ayah bukan hanya sebuah rumah yang sedang diributkan.

Caranya dengan membagi warisan sesuai dengan syariah Islam terlebih dahulu. Pembagian ini sebenarnya lebih untuk mendapatkan nilai harta yang menjadi hak masing-masing ahli waris, tidak harus ditetapkan jenis hartanya.

Nanti bila sudah ditemukan dan mulai dibagikan, bisa diupayakan untuk bagian si bungsu adalah rumah yang diwasiatkan. Asalkan nilai rumah itu sepadan dengan nilai hak warisan.

Kalau tidak sepadan, maka harus dengan cara membelinya. Misalnya, hak si bungsu dalam pembagian warisan adalah 200 juta. Sementara nilai taksir rumah itu 300 juta, maka si bungsu harus mengeluarkan 100 juta untuk membayar kelebihan nilai rumah itu kepada ahli waris lainnya.

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu a'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Rukun Jual Beli dan yang Boleh Diperjualbelikan Dalam Syariah
17 March 2007, 06:38 | Muamalat | 12.828 views
Muhadditsin Vs Fuqaha Dalam Hukum Musik
16 March 2007, 09:01 | Ushul Fiqih | 9.211 views
Dalil Berambut Pendek dan Panjang
16 March 2007, 03:13 | Umum | 5.234 views
Jual Jilbab Kecil (Tidak Syar'i) Hukumnya Apa?
16 March 2007, 02:57 | Muamalat | 5.684 views
Hukum Menggarap Sawah Gadai
15 March 2007, 03:39 | Muamalat | 6.060 views
Warisan untuk 3 Anak Laki dan 3 Anak Perempuan
15 March 2007, 02:31 | Mawaris | 5.701 views
Sejauh Mana Sudah Perjalanan Wahabi?!
14 March 2007, 23:45 | Aqidah | 10.604 views
Tes Kesehatan Dironsen Buka Baju, Bagaimana?
14 March 2007, 04:38 | Kontemporer | 6.423 views
Hak Waris Cucu dari Anak Perempuan
14 March 2007, 04:08 | Mawaris | 5.816 views
Ribakah Simpanan di Koperasi
14 March 2007, 02:31 | Muamalat | 6.580 views
Fiqih Lintas Agama Cak Nur
13 March 2007, 04:27 | Kontemporer | 6.887 views
Shalat Jum'at Harus 40 Orang?
13 March 2007, 03:11 | Shalat | 9.169 views
Wajibkah Kita Menjadi Jamaah Suatu Kelompok?
13 March 2007, 02:32 | Dakwah | 6.171 views
Definisi Madzhab
12 March 2007, 00:39 | Ushul Fiqih | 6.092 views
Khatib Jumat Grogi, Jamaah Tertawa
12 March 2007, 00:35 | Shalat | 6.643 views
Al-Quran Membolehkan Menyetubuhi Budak?
12 March 2007, 00:10 | Quran | 6.927 views
Benarkah Tape Sama dengan Khamar?
9 March 2007, 03:06 | Kuliner | 6.469 views
Dokter Memegang Aurat Pasien Wanita Bukan Mukhrim
9 March 2007, 00:51 | Wanita | 6.419 views
Hikmah di Balik Jatuhnya Garuda
8 March 2007, 03:44 | Kontemporer | 4.776 views
Yahudi dan Invasinya
8 March 2007, 03:25 | Umum | 5.083 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,716,394 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-8-2019
Subuh 04:41 | Zhuhur 11:57 | Ashar 15:18 | Maghrib 17:58 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img