Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Nasib Mantan Musyrik | rumahfiqih.com

Nasib Mantan Musyrik

Mon 19 March 2007 22:22 | Aqidah | 5.640 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ustad,

Saya mau bertanya, apakah hamba yang pernah terperosok dalam dosa kemusyrikan, tidak akan pernah diampuni oleh Allah? Lalu bagaimana dengan sisa hidup yang masih diberikan oleh Allah? Klo sudah tidak ada harapan lagi, ke mana hamba itu harus menebusnya, dan dengan cara apa?

Terima Kasih.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Seorang yang pernah melakukan dosa syirik dan meninggal dengan dosa syiriknya yang belum terampuni, di akhirat memang tidak akan ada pengampunan lagi dari Allah. Dengan catatan, bahwa dia mati dengan membawa dosa syiriknya itu. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.(QS. An-Nisa': 48)

Namun seandainya sebelum meninggal, dia sempat bertaubat dan meminta ampun atas dosa syiriknya itu, tentu saja Allah Maha Penerima taubah hamba-Nya.

Jadi ayat yang menyebutkan bahwa Allah tidak mengampuni dosa syirik ini harus dipahami bahwa ampunan yang dimaksud adalah ampunan di akhirat. Sedangkan ampunan di dunia ini, jelas terbuka lebar untuk dosa apa pun juga, termasuk dosa syirik.

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa. Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai...(QS. At-Tahrim: 8)

Bukankah banyak dari shahabat nabi Muhammad SAW yang dulunya para penyembah berhala? Lalu mereka kemudian menjadi orang-orang yang beriman? Kalau dosa syirik itu tidak diampuni selama di dunia, maka seharusnya para shahabat nabi itu masuk neraka. Sebab mereka pernah menjadi penyembah berhala.

Ternyata generasi shahabat justru merupakan generasi terbaik dari seluruh rangkaian sejarah umat Islam. Bayangkan, kaum penyembah berhala kemudian dijadikan generasi terbaik. Tentu saja lewat proses taubat dan masuk Islam terlebih dahulu.

Kalau orang kafir yang syirik kepada Allah bisa menjadi umat terbaik, maka apalagi kita yang lahir sebagai muslim, tentu lebih memungkinkan lagi.

Maka jangan salah paham terhadap penyertian ayat secara sepotong-sepotong, kita perlu memahami lewat tafsir dan penjelasan para ulama.

Menebus Dosa

Untuk menebus dosa, syariah Islam tidak mensyaratkan macam-macam ketentuan. Tidak seperti pada agama lain yang mewajibkan ritual pengakuan dosa di hadapan tokoh agama. Juga tidak perlu membeli kartu pengampunan dosa.

Bertaubat bisa dilakukan secara singkat, intinya hanya tiga hal saja. Pertama, berhenti dari dosa. Kedua, menyesalinya, dan ketiga, berjanji untuk tidak pernah mengulanginya. Kalau ada dosa kepada sesama manusia, maka harus menunaikan hutang atau mendapatkan permaafan darinya.

Bila taubat itu dilakukan sebelum ajal datang menjemput, maka Allah akan mengampuni.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Wasiat Ayah yang Meninggal
19 March 2007, 21:52 | Mawaris | 5.364 views
Rukun Jual Beli dan yang Boleh Diperjualbelikan Dalam Syariah
17 March 2007, 06:38 | Muamalat | 11.506 views
Muhadditsin Vs Fuqaha Dalam Hukum Musik
16 March 2007, 09:01 | Ushul Fiqih | 8.896 views
Dalil Berambut Pendek dan Panjang
16 March 2007, 03:13 | Umum | 5.071 views
Jual Jilbab Kecil (Tidak Syar'i) Hukumnya Apa?
16 March 2007, 02:57 | Muamalat | 5.520 views
Hukum Menggarap Sawah Gadai
15 March 2007, 03:39 | Muamalat | 5.814 views
Warisan untuk 3 Anak Laki dan 3 Anak Perempuan
15 March 2007, 02:31 | Mawaris | 5.100 views
Sejauh Mana Sudah Perjalanan Wahabi?!
14 March 2007, 23:45 | Aqidah | 10.155 views
Tes Kesehatan Dironsen Buka Baju, Bagaimana?
14 March 2007, 04:38 | Kontemporer | 6.183 views
Hak Waris Cucu dari Anak Perempuan
14 March 2007, 04:08 | Mawaris | 5.516 views
Ribakah Simpanan di Koperasi
14 March 2007, 02:31 | Muamalat | 6.357 views
Fiqih Lintas Agama Cak Nur
13 March 2007, 04:27 | Kontemporer | 6.639 views
Shalat Jum'at Harus 40 Orang?
13 March 2007, 03:11 | Shalat | 8.834 views
Wajibkah Kita Menjadi Jamaah Suatu Kelompok?
13 March 2007, 02:32 | Dakwah | 5.978 views
Definisi Madzhab
12 March 2007, 00:39 | Ushul Fiqih | 5.760 views
Khatib Jumat Grogi, Jamaah Tertawa
12 March 2007, 00:35 | Shalat | 6.406 views
Al-Quran Membolehkan Menyetubuhi Budak?
12 March 2007, 00:10 | Quran | 6.697 views
Benarkah Tape Sama dengan Khamar?
9 March 2007, 03:06 | Kuliner | 6.165 views
Dokter Memegang Aurat Pasien Wanita Bukan Mukhrim
9 March 2007, 00:51 | Wanita | 6.196 views
Hikmah di Balik Jatuhnya Garuda
8 March 2007, 03:44 | Kontemporer | 4.615 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,804,981 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img