Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Doa untuk Orang yang Meninggal | rumahfiqih.com

Doa untuk Orang yang Meninggal

Wed 21 March 2007 01:40 | Aqidah | 10.119 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr. WB,

Pak Ustadz, saya selalu bertanya dalam hati, apakah orang yang sudah meninggal dan kita doakan akan disampaikan do'anya dan meringankan siksanya. Berarti apakah orang yangmeninggal tersebut masih bisa mengingat kita yang di dunia.

Bukankah orang yang sudah meninggal itu terputus oleh urusan dunia. Masalah 40 hari untuk org meninggal apakah penting sekali, mengingat bila ada yang tak mampu tak bisa melaksanakan dan ada yang bilang selama 40 hari arwah masih ada. Karena saya tidak mempercayai hal itu.

Kemudian jika saya menemukan masalah saya selalu mengharap pada Allah saja, saya selalu minta mengikhlaskan hati saya dalam menghadapi setiap masalah, karena setiap masalah saya anggap bukan ujian dari Allah melainkan akibat saya sendiri. Dan saya cuma meminta Allah memberikan pertolongan saja. Apakah fikiran saya salah?

Tolong dijelaskan dengan sejelasnya, karena saya diambang kebingungan. Terima kasih.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Seorang yang sudah wafat memang akan terputus amal-amalnya. Sebab orangnya sudah meninggal, jadi mana mungkin dia masih bisa beramal. Dengan kewafatannya, otomatis semua amalnya sudah terputus, sebab mayat tidak mungkin melakukan amal ibadah.

Karena itu benarlah sabda nabi Muhammad SAW ketika mengatakan bahwa seorang yang meninggal akan terputus amalnya.

"Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, anak yang shalih yang mendo'akannya atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya" (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa'i dan Ahmad).

Namun ketika membaca hadits ini, kita tidak boleh terpaku dengan pengertian sekilas saja. Hadits ini kalau kita baca agak teliti dan cermat, akan memberikan sebuah pemahaman yang lebih luas.

Misalnya, hadits ini sebenarnya tidak mengatakan bahwa orang yang sudah meninggal tidak bisa menerima manfaat dari orang lain yang masih hidup. Misalnya permintaan ampun, kiriman doa atau shalat jenazah. Semuanya memang bukan amal perbuatan si mayyit, melainkan amal orang lain. Tetapi oleh hadits ini tidak ditolak kemungkinan manfaatnya buat si mayyit.

Yang disebutkan oleh hadits ini hanya sekedar amal si mayyit yang sudah terputus, bukan amal orang lain untuk si mayyit.

Sementara kepastian bahwa amal orang lain bisa bermanfaat buat si mayyit yang sudah berada di dalam alam barzakh, justru ditetapkan oleh hadits-hadits lainnya.

A. Shalat Jenazah.

Shalat jenazah adalah salah satu kewajiban yang bersifat kifa'i. Setiap muslim dianjurkan untuk melakukannya. Dan intinya adalah mendoakan dan memintakan ampunan buat si mayyit yang jasadnya sedang dishalatkan. Kalau amal orang lain tidak bermanfaat buat si mayyit, maka seharusnya tidak ada syariat shalat jenazah.

Tentang do'a shalat jenazah antara lain, Rasulullah SAW bersabda:

"Dari Auf bin Malik ia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW - setelah selesai shalat jenazah-bersabda:` Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air es dan air embun, bersihkanlah dari segala kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka." (HR Muslim).

B. Doa Kepada Mayyit Saat Dikuburkan

Selain itu Rasulullah SAW juga mensyariatkan kita untuk berdoa kepada Allah untuk mayyit yang sedang dikuburkan. Kalau seandainya amal orang lain tidak bisa diterima, tidak mungkin Rasulullah SAW bersabda:

Dari Ustman bin 'Affan ra berkata:` Adalah Nabi SAW apabila selesai menguburkan mayyit beliau beridiri lalu bersabda:` mohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah keteguhan hati untuknya, karena sekarang dia sedang ditanya` (HR Abu Dawud)

C. Doa Saat Ziarah Kubur

Sedangkan tentang do'a ziarah kubur antara lain diriwayatkan oleh 'Aisyah ra bahwa ia bertanya kepada Nabi SAW:

`Bagaimana pendapatmu kalau saya memohonkan ampun untuk ahli kubur? Rasul SAW menjawab, `Ucapkan: (salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada ahli kubur baik mu'min maupun muslim dan semoga Allah memberikan rahmat kepada generasi pendahulu dan generasi mendatang dan sesungguhnya -insya Allah- kami pasti menyusul) (HR Muslim).

Jadi kesimpulannya adalah amal ibadah orang lain asalkan diniatkan untuk orang yang sudah wafat dan memenuhi standar aturan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW, bisa bermanfaat buat ahli kubur.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Pengertian Syubhat dan Perbedaan Dua Hadits
20 March 2007, 02:37 | Hadits | 8.313 views
Nasib Mantan Musyrik
19 March 2007, 22:22 | Aqidah | 5.973 views
Wasiat Ayah yang Meninggal
19 March 2007, 21:52 | Mawaris | 5.767 views
Rukun Jual Beli dan yang Boleh Diperjualbelikan Dalam Syariah
17 March 2007, 06:38 | Muamalat | 14.620 views
Muhadditsin Vs Fuqaha Dalam Hukum Musik
16 March 2007, 09:01 | Ushul Fiqih | 9.466 views
Dalil Berambut Pendek dan Panjang
16 March 2007, 03:13 | Umum | 5.403 views
Jual Jilbab Kecil (Tidak Syar'i) Hukumnya Apa?
16 March 2007, 02:57 | Muamalat | 5.809 views
Hukum Menggarap Sawah Gadai
15 March 2007, 03:39 | Muamalat | 6.277 views
Warisan untuk 3 Anak Laki dan 3 Anak Perempuan
15 March 2007, 02:31 | Mawaris | 6.474 views
Sejauh Mana Sudah Perjalanan Wahabi?!
14 March 2007, 23:45 | Aqidah | 11.207 views
Tes Kesehatan Dironsen Buka Baju, Bagaimana?
14 March 2007, 04:38 | Kontemporer | 6.620 views
Hak Waris Cucu dari Anak Perempuan
14 March 2007, 04:08 | Mawaris | 6.099 views
Ribakah Simpanan di Koperasi
14 March 2007, 02:31 | Muamalat | 6.770 views
Fiqih Lintas Agama Cak Nur
13 March 2007, 04:27 | Kontemporer | 7.242 views
Shalat Jum'at Harus 40 Orang?
13 March 2007, 03:11 | Shalat | 9.495 views
Wajibkah Kita Menjadi Jamaah Suatu Kelompok?
13 March 2007, 02:32 | Dakwah | 6.320 views
Definisi Madzhab
12 March 2007, 00:39 | Ushul Fiqih | 6.423 views
Khatib Jumat Grogi, Jamaah Tertawa
12 March 2007, 00:35 | Shalat | 6.851 views
Al-Quran Membolehkan Menyetubuhi Budak?
12 March 2007, 00:10 | Quran | 7.223 views
Benarkah Tape Sama dengan Khamar?
9 March 2007, 03:06 | Kuliner | 6.714 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,128,288 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

12-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:38 | Ashar 14:59 | Maghrib 17:52 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img