Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Mencari Tahu Siapa Pencuri? | rumahfiqih.com

Mencari Tahu Siapa Pencuri?

Tue 27 March 2007 00:16 | Aqidah | 15.377 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. Wb.

Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan rahmat dan karunia-Nya kepada Ustadz sekeluarga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ustadz beberapa waktu lalu rumah kami kemasukan pencuri. Setelah itu tanpa sepengetahuan saya isteri saya mendatangi seseorang yang katanya cucu kelima dari seseorang (ibu-ibu) yang mumpuni dalam ilmu bathin. Konon kakek dari ibu tersebut katanya tidak meninggal tetapi "tilem" jadi sampai sekarang sebenarnya masih ada tetapi mungkin tidak terlihat.

Dikatakan isteri saya bahwa ketika isteri saya mengatakan bahwa di rumah ada orang lain yaitu seorang pembantu dan anaknya (laki-laki berumur 20 thn) tangan ibu-ibu tersebut langsung menunjuk ke nama anak pembantu kami tersebut yang ditulis di atas kertas. Sepulang ke rumah isteri saya diberi amalan untuk membaca Surah Yaasin sebanyak 21 x, katanya setelah dibacakan itu si pencuri akan mengaku atau minta pulang dengan alasan apa saja.

Pertanyaan saya:

  1. Apakah ada di dunia orang yang diberi kelebihan atau turunan untuk mengetahui hal-hal yang ghaib, misalnya si ibu tersebut bisa tahun karakter kedua pembantu saya dengan jelas.
  2. Bagaimana dengan kakek yang dikatakan oleh ibu-ibu tersebut "tilem" atau entah apalah dan sampai sekarang katanya masih membantu "urusan" cucunya "yang terpilih" di dunia apakah ini kerjaan jin?
  3. Lalu bagaimana hukumnya mengunakan bacaan surah Yaasin untuk tujuan tersebut di atas?
  4. Isteri saya berkeyakinan bahwa kalau kita datang ke orang seperti itu dengan tetap mengharap pertolongan Alah itu sama dengan kalau kita sakit pergi ke dokter (syariatnya) untuk berobat akan tetapi kalau kita sembuah hakekatnya kan kesembuhan tersebut dari Allah.

Tolong saya beri penjelasan perihal tersebut ustadz dan hal-hal lain yang berkaitan dengannya, karena hal ini menjadi perdebatan yang berkepanjangan dengan isteri saya.

Jazakallah khairan katsiran atas jawabannya.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Memang ada beberapa orang yang oleh Allah SWT diberikan kelebihan, misalnya bisa mengetahui hal-hal yang orang lain tidak bisa mengetahui. Salah satunya lewat ketajaman intuisi.

Namun bentuk kelebihan ini ada dua macam. Ada yang dengan cara yang diridhai Allah, juga ada yang dengan cara yang tidak diridhai Allah.

Cara yang diridhai Allah misalnya, irhash, mukjizat dan karamah. Sedangkan cara yang tidak diridhai Allah misalnya sihir, ramal, jimat, ilmu terawang dan masih banyak lagi.

Cara Membedakan

Cara membedakannya sangat sederhana. Mukjizat dan karamah itu semata-mata pemberian yang bersifat sangat tiba-tiba, tidak direncanakan, dan kejadiannya tidak berulang-ulang. Hanya terjadi sesekali saja. Mukjizat yang terjadi pada seorang nabi bukanlah sebuah fasilitas yang bisa digunakan kapan da di mana saja. Misalnya, ketika Nabi Musa as terpojok di tepi laut Merah, sementara di belakangnya gelombang tentara Firaun datang menyerbu. Saat itu nabi Musa belum tahu harus berbuat apa. Namun beliau hanya yakin bahwa Allah SWT pasti akan memberi jalan keluar.

Maka turunlah wahyu Allah agar Musa mengetukkan tongkatnya ke laut Merah, kemudian atas izin Allah, laut itu terbelah jadi dua. Pada tongkat itu tidak ada kekuatan apa pun, juga tidak ada tombol apapun. Kejadian itu terjadi begitu saja, sebagai bentuk ta'yidullah (dukungan dari Allah).

Demikian juga karamah yang terjadi pada diri para waliyullah. Waliyullah bukanlah orang yang bisa berjalan di atas air, atau bisa terbang, atau bisa menghilang, atau menunjuk pohon lontar berubah jadi emas. Waliyullah adalah orang yang beriman kepada Allah dan menjalankan semua syariatnya, bahkan memperjuangkannya dengan segala harta dan jiwa.

Pada saat-saat tertentu, waliyullah itu berada pada posisi yang terjepit, tiba-tiba Allah SWT menolongnya dengan cara yang tidak terduga, bahkan oleh waliyullah itu sendiri.

Sihir dan Sejenisnya

Sedangkan sihir dan variannya, punya ciri yang sangat khas, yaitu bisa digunakan kapan saja dan di mana saja, serta dalam rangka apa saja. Baik untuk sesuatu yang kelihatannya bersifat kebaikan atau pun untuk sesuatu yang nyata-nyata jahat.

Sebab sihir itu dipelajari dengan membayar kepada setan. Bukan dengan uang tetapi dengan menjual iman. Singkatnya, setan sangat butuh teman untuk mendampingi dirinya saat nanti diazab di neraka. Maka segala bentuk tipu daya dilakukan, termasuk memberikan 'fasilitas keajaiban' kepada umat Islam yang awam.

Maka sebagai muslim, kalau tiba-tiba ada semacam kekuatan ghaib yang terjadi pada diri kita, sementara kita tida merasa jadi pejuang waliyulah yang layak dapat pertolongan Allah dalam rangka menegakkan syariat, kita justru harus curiga. Jangan-jangan setan sudah memberi de-pe (pembayaran awal) atas semua fasilitas sihirnya.

Dan hal itu sangat mungkin dilakukan oleh setan, persis pedagan asongan di bus terminal, dia tidak peduli apakah orang mau beli barangnya atau tidak, pokoknya barang itu dibagikannya secara merata kepada semua orang di dalam bus. Itu adalah taktik dan strategi dagang. Danprinsipyang sama dilakukan oleh setan, kasih saja terlebih dahulu, biar orang segera menikmatinya, hingga orang-orang itu merasa butuh dan akhirnya akan terikat.

2. Tentang kakek yang dibilang tilem itu, mungkin saja beliau sebenarnya sudah wafat. Yang tilem adalah jin atau sosok lain yang dianggap sebagai si kakek.

Trik ini sudah tidak asing lagi buat para setan dalam rangka mengoyak-ngoyak perasaan manusia. Pikiran orang dibuat seolah yang melakukannya adalah kakek mereka sendiri.

3. Membaca surat Yasin bila niatnya untuk mendapat ridha Allah SWT, tentu saja berpahala. Bahkan tiap huruf yang dibaca akan dibalas dengan 10 kebajikan.

Namun kalau niatnya untuk hal-hal seperti itu, bukan pahala yang didapat, melainkan ancaman dan siksa. Apaagi pembacaan surat ini hanya untuk sekedar memenuhi tuntutan ritual belaka. Sebaiknya kita hindari.

4. Batasan untuk meminta tolong kepada seseorang adalah orang tidak menolong kita dengan menggunakan cara-cara yang diharamkan Allah. Kalau sudah jelas dia melakukan praktek-praktek ghaib yang sulit ditafsirkan selain sihir dan sejenisnya, maka upaya itu sama saja dengan memancing murka Allah SWT.

Orang arab jahiliyah di masa nabi Muhammad SAW ketika dibilang telah menyembah 360 berhala, mereka dengan ringan menjawab, "Kami tidak menyembah batu, kami menyembah Allah namun melalui keberkahan batu-batu ini."

Mungin kita akan bilang, wah logis juga alasan mereka. Mereka tidak menyembah batu tapi menggunakan batu sebagai media yang menyambungkan doa dan harapan mereka kepada Allah.

Namun tetap saja, apapun alasan mereka, tindakan seperti itu dianggap sebagai syirik yang harus dibasmi. Meski tertunda belasan tahun, tapi pada akhirnya, 360 berhala di depan ka'bah itu dihancurkan selama-lamanya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Lambang Bulan Sabit dan Bintang
26 March 2007, 07:59 | Negara | 5.952 views
Penggunaan Ayat-Ayat Al-Quran untuk Menarik Hati Orang Lain
26 March 2007, 00:38 | Quran | 10.162 views
Apa Fungsi Iddah Dalam Islam
26 March 2007, 00:08 | Nikah | 6.696 views
Pemuatan Kartun Nabi Tidak Dianggap Penghinaan, Lalu Bagaimana Sikap Kita?
24 March 2007, 22:49 | Kontemporer | 5.098 views
Orang Tua Jualan Rokok
24 March 2007, 11:17 | Kontemporer | 5.719 views
Kamus Al-Munjid
23 March 2007, 03:57 | Kontemporer | 8.089 views
Khilaf Para Ulama
23 March 2007, 03:28 | Hadits | 8.193 views
Arti dan Kedudukan Hadist Shahih terhadap AlQuran
23 March 2007, 02:37 | Hadits | 7.188 views
Ibnu Hajar dan Imam Nawawi Vs Bin Baz Tentang Hukum Isbal
22 March 2007, 14:42 | Hadits | 17.876 views
Menyandang Gelar Haji, Riya' atau Bukan?
22 March 2007, 04:10 | Kontemporer | 6.712 views
Hukum Berniaga di Dalam Masjid
22 March 2007, 03:15 | Muamalat | 7.048 views
Mengapa Rasulullah SAW Tidak Disebut 'almarhum'?
21 March 2007, 21:00 | Umum | 6.930 views
Kartu Kredit, Haramkah?
21 March 2007, 07:53 | Muamalat | 7.435 views
Doa untuk Orang yang Meninggal
21 March 2007, 01:40 | Aqidah | 10.131 views
Pengertian Syubhat dan Perbedaan Dua Hadits
20 March 2007, 02:37 | Hadits | 8.342 views
Nasib Mantan Musyrik
19 March 2007, 22:22 | Aqidah | 5.976 views
Wasiat Ayah yang Meninggal
19 March 2007, 21:52 | Mawaris | 5.773 views
Rukun Jual Beli dan yang Boleh Diperjualbelikan Dalam Syariah
17 March 2007, 06:38 | Muamalat | 14.735 views
Muhadditsin Vs Fuqaha Dalam Hukum Musik
16 March 2007, 09:01 | Ushul Fiqih | 9.475 views
Dalil Berambut Pendek dan Panjang
16 March 2007, 03:13 | Umum | 5.410 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,222,650 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img