Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Cara Menafsirkan Qur'an | rumahfiqih.com

Cara Menafsirkan Qur'an

Thu 29 March 2007 03:57 | Quran | 6.285 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz, dalam surat Al-Baqarah ayat 155 "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Ada yang menafsirkan kata "buah-buahan" sebagai objek dakwah kita, sehingga dapat dikatakan bahwa kita akan mengalami kekurangan/ kehilangan objek dakwah kita, dan ini adalah sebuah cobaan dari Allah.

Jadi dapat dikatakan buah-buahan di atas bukan buah sebenarnya tapi hasil dari yang kita kerjakan.

Yang ingin saya tanyakan.. Bolehkah kita menafsirkan demikian?

Bagaimanakah kita bisa mendapatkan penafsiran yang benar dari suatu ayat? Buku apakah yang bisa saya baca (dalam bahasa Indonesia) untuk menambah wawasan saya dalam hal ini?

Jazakumullah..

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebaiknya kalau kita belajar tafsir, kitagunakan kitab tafsir rujukan yang muktamad atau mu'tabar di kalangan ulama. Agar kita tidak seenaknya membuat tafsir dengan tingkat improfisasi yang terlalu luas.

Jangan belum apa-apa, kita sudah dikenalkan dengan pola penafsiran model improfisasi. Padahal masih banyak kitab tafsir yang tebal dan diakui oleh para ulama. Jangan sampai kitab-kitab itu tidak disentuh, lalu langsung loncat ke bentuk-bentuk penafsirandi luar yang baku.

Mengapa kita tidak belajar dulu kitab tafsir semacam Ibnu Katsir, atau kalau masalah hukum, mengapa kita tidak kenalan dulu dengan Fathul Qadir, atau kalau mau yang agak lebih luas, mengapa tidak merujuk dulu ke Al-Jami' li Ahkamil Quran yang ditulis oleh Al-Imam Al-Qurthubi?

Kitab tafsir warisan para ulama jumlahnya cukup banyak. Umur kita tidak akan akan habis walau pun kita baca setiap hari. Dan kitab-kitab tafsir itu adalah warisan sejarah emas umat Islam sepanjang zaman. Kalau bukan kita yang membaca dan menggunakannya, apakah kita akan berharap orang kafir yang membacanya?

Itu hanya sekedar himbauanbuatyang baru belajar ilmu tafsir, yaitu sebaiknya menggunakan kitab tafsir yang jelas-jelas disepakati dan diakui dunia Islam, bukan mendahulukan tafsir kontemporer yang agak membingungkan. Bahkan terkadang agak memaksakan. Bukan berarti tidak boleh, tapi dahulukan mana yang lebih utama.

Namun kita pun harus berhuznudzdzhan bawah mungkin saja ustadz yang menafsirkan seperti itu tidak berniat untuk menyelewengkan tafsir ayat itu. Mungkin beliau ingin memberikan sebuah nuansa yang sedikit agak berbeda dalam kajiannya.

Namun kami sarankan agar sebaikya tidaksetiap saat selalu mengartikan kata tsamarat pada ayat itu dengan makna 'objek dakwah dan binaan'. Paling tidak, sebutkan dahulu penafsiran menurut beberapa kitab tafsir, agar bisa menghilangkan kesan bahwa itu adalah penggiringan ke arah penafsiran yang bersifat subjektif.

Sebenarnya seorang dengan kapasitas sebagai mufassriboleh saja melakukan itu, namun hendaknya mendahulukan versi tafsir yang ada dalam kitab tafsir yang lebih dikenal, baru setelah itu beliau mengungkapkan versi tafsirnya sendiri. Agar tidak muncul kesan adanya penggiringan opini.

Ragam Versi Tafsir

Di dunia Islam memang dikenal banyak ragam versi tafsir. Ada yang lebih menekankan pada aspek bahasa, ada yang konsentrasi pada ayat-ayat hukum. Bahkan ada yang lebih menekankan pada aspek keilmiyahannya.

Sayyid Qutub misalnya, beliau punya tulisan yang berjudul Fi Zhilalil Quran, yang kupasannya sangat indah dan ruh jihad serta perjuangannya sangat kental. Namun sesungguhnya beliau tidak secara langsung menyebut bahwa tulisannya itu adalah kitab tafsir secara formal. Sebab pakem yang umumnya ada dalam sebuah karya kitab tafsir, kurang terpenuhi dalam karya itu.

Untuk kitab tafsir kontemporer yang kami anggap lumayan memenuhi standar baku ilmiyahadalah kitab yang ditulis oleh Dr. Wahbah Az-Zuhaili, yaitu Tasfir Al-Munir fi fil-aqidah wasy-syariah wal-manhaj. Kita akan disuguhkan dengan tulisan ilmiyah yang tersusun rapi, mulai dari hubungan antara kelompok ayat, sebab turun, bahkan pelajaran atau pemahaman yang bisa kita ambil dari tiap ayat.

Sebagai sebuah kitab tafsir standar, kitab ini sudah dilengkapi dengan sederet kitab-kita rujukan standar dalam ilmu tafsir. Bahkan boleh dibilang nyaris semua kitab tasfir telah dijadikan rujukan.

Kekurangannya kalau boleh disebut adalah tidak semua orang Indonesia bisa membacanya, lantaran masih dalam versi bahasa arab. Kedua, mungkin karena tebalnya yang lumayan banyak, 16 jlid besar. Ketiga, tentu harganya juga lumayan mahal. Sekitar 3 jutaan rupiah.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Fenomena Tulisan Allah Akhir-Akhir Ini
29 March 2007, 03:25 | Kontemporer | 7.144 views
Larangan Sewaktu Junub
29 March 2007, 02:33 | Thaharah | 6.594 views
Benarkah Sejarah Wali Songo Tayangan Televisi?
28 March 2007, 11:00 | Umum | 5.694 views
Panggilan Ayah dan Bunda
27 March 2007, 00:48 | Nikah | 73.802 views
Mencari Tahu Siapa Pencuri?
27 March 2007, 00:16 | Aqidah | 15.307 views
Lambang Bulan Sabit dan Bintang
26 March 2007, 07:59 | Negara | 5.950 views
Penggunaan Ayat-Ayat Al-Quran untuk Menarik Hati Orang Lain
26 March 2007, 00:38 | Quran | 10.154 views
Apa Fungsi Iddah Dalam Islam
26 March 2007, 00:08 | Nikah | 6.688 views
Pemuatan Kartun Nabi Tidak Dianggap Penghinaan, Lalu Bagaimana Sikap Kita?
24 March 2007, 22:49 | Kontemporer | 5.097 views
Orang Tua Jualan Rokok
24 March 2007, 11:17 | Kontemporer | 5.717 views
Kamus Al-Munjid
23 March 2007, 03:57 | Kontemporer | 8.072 views
Khilaf Para Ulama
23 March 2007, 03:28 | Hadits | 8.192 views
Arti dan Kedudukan Hadist Shahih terhadap AlQuran
23 March 2007, 02:37 | Hadits | 7.184 views
Ibnu Hajar dan Imam Nawawi Vs Bin Baz Tentang Hukum Isbal
22 March 2007, 14:42 | Hadits | 17.871 views
Menyandang Gelar Haji, Riya' atau Bukan?
22 March 2007, 04:10 | Kontemporer | 6.711 views
Hukum Berniaga di Dalam Masjid
22 March 2007, 03:15 | Muamalat | 7.025 views
Mengapa Rasulullah SAW Tidak Disebut 'almarhum'?
21 March 2007, 21:00 | Umum | 6.928 views
Kartu Kredit, Haramkah?
21 March 2007, 07:53 | Muamalat | 7.433 views
Doa untuk Orang yang Meninggal
21 March 2007, 01:40 | Aqidah | 10.124 views
Pengertian Syubhat dan Perbedaan Dua Hadits
20 March 2007, 02:37 | Hadits | 8.333 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,175,565 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

13-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:52 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img