Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Kedudukan Orang Non Muslim di Akhirat | rumahfiqih.com

Kedudukan Orang Non Muslim di Akhirat

Mon 2 April 2007 00:38 | Aqidah | 5.393 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalammua'laikum. Wr. Wb

Pak Ustad saya ingin bertanya, bagaimana kedudukan di hari kiamat bagi orang-orang yang beragama non muslim yang terlahir kedunia di dalam lingkungan non muslim?

Sebagai ilustrasi saya misalkan orang-orang yang berada di dalam pelosok pegunungan seperti orang Irian dan dayak yang jauh dari informasi tentang adanya agama Islam, sedangkan mereka telah terlahir didunia sebagai orang non muslim dan mereka tidak meminta untuk dilahirkan sebagai orang non muslim, bagaimana nanti kedudukan mereka diakhirat?

Terima kasih.

Wassalammua'laikum. Wr. Wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ada beberapa versi pendapat tentang jawaban atas pertanyaan anda. Sebagian ulama mengatakan bahwa mereka masuk neraka. Sebagian lagi mengatakan mereka masuk surga. Dan sebagian lagi menyerahkan jawabannya kepada Allah.

1. Masuk Neraka

Pendapat yang mengatakan masuk neraka berargumen bahwa orang yang tidak pernah menyatakan masuk Islam atau beriman kepada Allah, Rasul, kitab suci dan lainnya tidak akan masuk surga. Hujjah mereka berangkat dari beberapa hadits berikut ini:

Dari Abdullah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah masuk neraka orang yang di dalam hatinya adalah seumpama biji khardal dariiman. Dan tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya adalah seumpama biji khardal dari kibir. (HR Muslim)

Titik tekan hadits ini adalah bahwa selagi orang masih punya iman, meski hanya setitik saja, tidak akan abadi di dalam neraka. Tetapi sebaliknya, orang yang sama sekali tidak punya iman, maka dia akan abadi di neraka.

2. Masuk Surga

Pendapat ini mengatakan bahwa mereka masuk surga. Sebab tidak mungkin bagi Allah SWT untuk menyiksa mereka. Dan karena mereka mustahil disiksa di neraka, maka tempat mereka bukan di neraka. Berarti tempat mereka di surga. Karena tidak ada tempat selain surga dan neraka.

Ketidakmungkinan Allah SWT menyiksa mereka juga sangat kuat, yaitu ayat Al-Quran Al-Karim.

Tidak lah kami mengazab (suatu kaum) kecuali kami mengutus rasul kepada mereka. (QS. Al-Isra': 15)

Di antara ulama kontemporer yang berpendapat seperti ini adalah Syeikh Mustafa Az-Zarqa'. Namun beliau membedakan kedudukan tiap kasus. Menurut beliau, ada di antara mereka yang sebenarnya tidak tertutup rapat dari informasi tentang Islam. Mereka ini tetap wajib untuk mencari info itu. Kalau mereka diam saja, tentu mereka berdosa.

Namun boleh jadi mereka terzalimi oleh berbagai propaganda dari musuh Islam. Misalnya dari pemuka masyarakat mereka atau dari media-media yang memusuhi Islam, sehingga mereka kenal Islam namun dalam frame yang salah. Jadi mereka tidak masuk Islam. Dalam kasus ini, ada kewajiban bagi umat Islam untuk menepis dan mengoreksi propanganda negatif tentang Islam. Agar jangan sampai ada kasus suatu masyarakat tidak mau masuk Islam karena tidak mendapat informasi yang benar tentang Islam.

Dalam pandangan beliau, istilah kafir itu lebih tepat disematkan kepada orang yang sudah didakwahi dan dipresentasikan tentang Islam secara jelas, namun tetap tidak mau menerima. Sedangkan orang yang sama sekali tidak mendapatkan informasi apapun tentang Islam, sulit untuk dikatakan sebagai kafir.

3. Pendapat Ketiga: Tawaqquf

Sedangkan pendapat ketiga, tidak menentukan apakah mereka masuk surga atau neraka. Sebab tidak ada dalil yang secara sharih dan tegas menyatakan hal itu. Sehingga sebaiknya kita tidak mendahului ketentuan dari Allah SWT.

Kalau ada dalil yang tegas akan hal itu, barulah boleh kita ikuti. Namun selama dalilnya masih mengandung beberapa penafsiran yang berbeda, pendapat ini lebih memilih untuk bertawaqquf, alias abstein. Semua dikembalikan kepada Allah SWT.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Tasawuf Vs Ilmu Ghaib
2 April 2007, 00:36 | Aqidah | 8.059 views
Sholat Berjama'ah dengan Imam Orang Syi'ah
31 March 2007, 23:39 | Aqidah | 7.740 views
Cara Menafsirkan Qur'an
29 March 2007, 03:57 | Quran | 5.936 views
Fenomena Tulisan Allah Akhir-Akhir Ini
29 March 2007, 03:25 | Kontemporer | 6.698 views
Larangan Sewaktu Junub
29 March 2007, 02:33 | Thaharah | 6.201 views
Benarkah Sejarah Wali Songo Tayangan Televisi?
28 March 2007, 11:00 | Umum | 5.438 views
Panggilan Ayah dan Bunda
27 March 2007, 00:48 | Nikah | 68.534 views
Mencari Tahu Siapa Pencuri?
27 March 2007, 00:16 | Aqidah | 9.002 views
Lambang Bulan Sabit dan Bintang
26 March 2007, 07:59 | Negara | 5.661 views
Penggunaan Ayat-Ayat Al-Quran untuk Menarik Hati Orang Lain
26 March 2007, 00:38 | Quran | 8.308 views
Apa Fungsi Iddah Dalam Islam
26 March 2007, 00:08 | Nikah | 5.948 views
Pemuatan Kartun Nabi Tidak Dianggap Penghinaan, Lalu Bagaimana Sikap Kita?
24 March 2007, 22:49 | Kontemporer | 4.864 views
Orang Tua Jualan Rokok
24 March 2007, 11:17 | Kontemporer | 5.467 views
Kamus Al-Munjid
23 March 2007, 03:57 | Kontemporer | 6.528 views
Khilaf Para Ulama
23 March 2007, 03:28 | Hadits | 7.855 views
Arti dan Kedudukan Hadist Shahih terhadap AlQuran
23 March 2007, 02:37 | Hadits | 6.453 views
Ibnu Hajar dan Imam Nawawi Vs Bin Baz Tentang Hukum Isbal
22 March 2007, 14:42 | Hadits | 16.955 views
Menyandang Gelar Haji, Riya' atau Bukan?
22 March 2007, 04:10 | Kontemporer | 6.564 views
Hukum Berniaga di Dalam Masjid
22 March 2007, 03:15 | Muamalat | 6.506 views
Mengapa Rasulullah SAW Tidak Disebut 'almarhum'?
21 March 2007, 21:00 | Umum | 6.604 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,446,283 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

18-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:55 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:50 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img