Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pulang ke Jakarta, Masihkah Boleh Jama' Qashar? | rumahfiqih.com

Pulang ke Jakarta, Masihkah Boleh Jama' Qashar?

Tue 10 April 2007 05:01 | Shalat | 5.645 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Pak Ustadz,

Saya baru saja dipindah tugas dari Jakarta ke Pekanbaru. Sekarang saya tinggal di Pekanbaru sedangkan keluarga masih tinggal di Jakarta. Biasanya dalam satu bulan, 3 minggu saya tinggal di Pekanbaru dan 1 minggu pulang (tinggal) di Jakarta. Apakah ketika pulang ke Jakarta saya berhak untuk mendapatkan fasilitas shalat jama qoshor karena sekarang saya sudah tinggal (mukim) di Pekanbaru?

Mohon penjelasannya!

Jawaban :

Assalamu 'alaikum waahmatullahi wabarakatuh,

Masalah yang anda tanyakan itu memang selalu jadi khilaf di kalangan ulama. Sumber khilafnya pada kriteria safat dan mukim. Sebagian ulama punya kriteria tertentu untuk batasan tempat mukim, yang belum tentu sama dengan pendapat ulama lain.

Sumber perbedaannya berada pada tidak adanya nash yang jelas dan tegas untuk menetapkan batas-batas kriteria yang dimaksud. Sehingga mereka pun berijtihad dengan apa yang bisa jadikan landasan.

Pendapat Pertama,

Ada yang mengatakan bahwa begitu anda pindah ke suatu kota yang bukan kota asal anda, maka tempat tinggal anda adalah kota yang sekarang anda tempati. Adapun kota asal anda sekarang justru menjadi bukan tempat mukim anda lagi.

Maka ketika anda ada di kota asal anda, anda termasuk musafir. Anda boleh shalat dengan jamak dan qashar.

Pendapat Kedua,

Ada lagi ulama yang mengatakan bahwa kota asal anda biar bagaimana pun ada negeri anda yang asli, sehingga tidak ada kebolehan bagi anda untuk menjamak qashar shalat di kota asli anda, meski sekarang anda sudah tidak menjadi penduduknya.

Karena ikatan batin antara anda dan kota kelahiran anda tidak akan hilang. Maka selamanya di kota itu anda tidak diperkenankan untuk menjama' dan mengqashar shalat.

Pendapat Ketiga,

Pendapat ini mungkin lebih mudah untuk diikuti. Mereka menetapkan bahwa seseorang dianggap bermukim di mana saja di muka bumi ini, asalkan sudah menetap selama 4 hari berturut-turut, baik di kota kelahirannya sendiri atau di kota di mana pun di dunia ini.

Jadi ukurannya masa berlaku selama 4 hari dengan diam dan menetap, tidak ke mana-mana keluar dari kota itu. Dan selama belum ekspire, anda masih punya fasilitas untuk menjama' dan mengqashar shalat. Begitu ekspired time-ya sudah lewat, maka anda wajib shalat tanpa jamak qashar.

Pendapat ini menggunakan pendekatan menetap 4 hari dengan mengacu kepada praktek Rasulullah SAW ketika menjama' dan mengqashar shalat selama ritual haji. Beliau mengqashar sejak tanggal 9, 10, 11 dan 12 Dzulhijjah. Baik ketika di Arafah, Muzdalifah maupun Mina. Setelah itu beliau kembali shalat yang sempurna.

Demikianlah ragam beda pandangan di kalangan ulama, yang mana saja yang lebih anda terima, insya Allah bukan hal bid'ah yang mengada-ada, karena semua berangkat dari ijtihad para ulama yang punya kapabilitas dan otoritas di bidang ijtihad.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum waahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Ereksi Saat Shalat
10 April 2007, 02:29 | Shalat | 6.634 views
Ucapan 'amin' dari Mana Asalnya?
9 April 2007, 08:48 | Shalat | 5.765 views
Apakah Kita Harus Mengikuti Mazhab?
4 April 2007, 23:05 | Ushul Fiqih | 6.231 views
Niat Mandi Junub dan Tata Caranya
4 April 2007, 22:09 | Thaharah | 9.410 views
Apakah Kutubussittah Sudah Ditakhrij?
4 April 2007, 02:54 | Hadits | 8.351 views
Sikap Keras kepada Pelaku Bid'ah
3 April 2007, 23:19 | Umum | 6.755 views
Haramkah Lukisan Gambar Nabi SAW
3 April 2007, 05:13 | Kontemporer | 5.013 views
Ulang Tahun Perusahaan, Bid'ahkah?
3 April 2007, 02:28 | Kontemporer | 7.208 views
Rokok: Halal atau Haram?
2 April 2007, 22:47 | Kontemporer | 7.135 views
Kedudukan Orang Non Muslim di Akhirat
2 April 2007, 00:38 | Aqidah | 5.711 views
Tasawuf Vs Ilmu Ghaib
2 April 2007, 00:36 | Aqidah | 8.403 views
Sholat Berjama'ah dengan Imam Orang Syi'ah
31 March 2007, 23:39 | Aqidah | 8.101 views
Cara Menafsirkan Qur'an
29 March 2007, 03:57 | Quran | 6.223 views
Fenomena Tulisan Allah Akhir-Akhir Ini
29 March 2007, 03:25 | Kontemporer | 7.067 views
Larangan Sewaktu Junub
29 March 2007, 02:33 | Thaharah | 6.533 views
Benarkah Sejarah Wali Songo Tayangan Televisi?
28 March 2007, 11:00 | Umum | 5.660 views
Panggilan Ayah dan Bunda
27 March 2007, 00:48 | Nikah | 72.652 views
Mencari Tahu Siapa Pencuri?
27 March 2007, 00:16 | Aqidah | 14.131 views
Lambang Bulan Sabit dan Bintang
26 March 2007, 07:59 | Negara | 5.895 views
Penggunaan Ayat-Ayat Al-Quran untuk Menarik Hati Orang Lain
26 March 2007, 00:38 | Quran | 9.805 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,221,149 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-10-2019
Subuh 04:11 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:49 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img