Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Kewajiban Menyebarkan SMS | rumahfiqih.com

Kewajiban Menyebarkan SMS

Tue 28 October 2014 03:31 | Kontemporer | 8.882 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum. Wr. Wb

Ustad saya mau tanya nih.. akhir akhir ini saya sering dapat sms yang bunyinya amanat dari mekah, penjaga makam nabi bermimpi bertemu rasullullah, dan rasulullah berpesan agar kita selalu bertaqwa. Barang siapa yang mendapat sms ini di wajibkan menyebarkan sms ini ke 10 temannya, maka akan mendapat rezeki, barang siapa yang tidak menyebarkan maka akan mendapat kesulitan.

Dan masih banyak sms yang hampir serupa yang saya terima.. yang ingin saya tanyakan apakan benar sms seperti diwajibkan untuk menyebarkannya, karena saya takut akan terjadi kesyrikan, apakah saya akan berdosa jika tidak menyampaikan amanat tersebut.

Saya merasa ada yang ngak tenang di hati ini ustad... Maka dari itu saya sangat mengharapkan masukan dari ustad... Atas jawaban ustad saya ucapkan terima kasih...

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sudah sejak zaman dahulu kala penipuan model begini selalu saja muncul. Bedanya, dahulu menggunakan kertas yang diphoto-copy, sekarang di zaman telepon seluler, medianya menggunakan SMS.

Tetapi intinya sama saja, yaitu penipuan dan pembodohan yang sama sekali tidak ada dasarnya. Sayangnya, masih saja ada dari kalangan umat Islam yang termakan dengan pesan berantai model begini.

Padahal ada begitu banyak kejanggalan di dalamnya. Antara lain:

1. Di antara isi wasiat yang didasarkan pada impian Syekh Ahmad yang katanya bermimpi bertemu Nabi saw. itu ialah tentang telah dekatnya hari kiamat. Padahal tidak usah lewat wasiat itu pun kita sudah tahu bahwa hari kiamat memang telah dekat.

Dalam hal ini ada hadits dari nabi SAW yang menegaskan hal itu.

Anas dan Sahl bin Sa'ad berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Aku dan hari kiamat diutus (secara berdekatan) seperti ini. Beliau (mengatakan demikian) sambil memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya." (Muttafaq 'alaih)

2. Isi wasiat tersebut justru merupakan indikasi yang memperlihatkan kebohongan dan kepalsuan wasiat tersebut.

Sebab, isi wasiat itu justru berupaancaman dan upaya menakut-nakuti orang yang tidak mau menyebarluaskannya. Misalnyabahwa ia akan mendapat musibah dan kesusahan, anaknya akan mati dan hartanya akan habis.

Hal ini tidak pernah dikatakan oleh seorang manusia pun yang normal pikirannya, terhadap kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Tidak ada perintah bahwa orang yang membaca Al-Qur'an harus menulisnya setelah itu kemudian menyebarluaskannya kepada orang lain.Jika tidak, akan terkena musibah. Begitu pula tidak ada perintah bahwa orang yang membaca Shahih Bukhari harus menulisnya dan menyebarluaskannya kepada khalayak ramai, sebab kalau tidak, akan tertimpa musibah.

BahkanAl-Qur'an dan Sunnah Rasul pun tidak main ancam dengan pola demikian. Bagaimanamungkin sampai adawasiat yang bisa-bisanya main ancam?

Secara logika tentu sudah tidak bisa diterima. Apalagi logika orang muslim yang memahami Islam dengan baik dan benar.

Kemudian dalam wasiat tersebut dikatakan bahwa seseorang yang menyebarluaskan wasiat tersebut telahmendapat rezeki sekian puluh ribu rupiah. Padahal untuk memperoleh rezeki, ada sebab-sebabnya, ada jalan dan aturannya. Adapun bersandar kepada kabar burung seperti dalam wasiat itu adalah merupakan upaya untuk menyesatkan dan meyelewengkan akal pikiran umat Islam.

Kita perlu menjaga dan mengawasi kaum muslimin agar tidak membenarkan dan percaya kepada khurafat seperti ini dan agar tidak mempunyai anggapan bahwa orang yang menyebarluaskan wasiat palsu tersebut akan mendapat syafaat dari Nabi saw. sebagaimana yang dikatakan oleh penulis selebaran yang batil itu.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Organisasi Sosial Wajib Mengeluarkan Zakat?
27 October 2014, 03:02 | Zakat | 8.226 views
Benarkah Menurut Al-Quran Matahari Mengelilingi Bumi?
26 October 2014, 09:05 | Kontemporer | 161.736 views
Bolehkah Memilih Pendapat Yang Paling Ringan?
25 October 2014, 04:44 | Ushul Fiqih | 17.385 views
Mengapa Tokoh dan Ormas Islam di Indonesia Tidak Bisa Bersatu
24 October 2014, 02:22 | Dakwah | 10.771 views
Bencong Menurut Islam
23 October 2014, 22:16 | Kontemporer | 14.252 views
Mengapa Musnad Imam Syafi'i Lebih Rendah Tingkatannya Dari Sahih Bukhari?
21 October 2014, 10:30 | Hadits | 21.276 views
Hp Berbunyi Saat Sholat
20 October 2014, 21:02 | Shalat | 11.147 views
Benarkah Haram Mengenakan Pakaian Berbahan Sutra?
18 October 2014, 16:13 | Umum | 9.556 views
Hadits Nabi Mempertahankan Qunut Shubuh Hingga Wafatnya, Shahihkah?
16 October 2014, 00:01 | Shalat | 80.730 views
Tikus dan Tokek Haram Dimakan?
14 October 2014, 18:17 | Kuliner | 24.974 views
Adakah Ayat yang Mengalami Penghapusan?
13 October 2014, 09:45 | Quran | 13.550 views
Keturunan Rasulullah dan Habaib
12 October 2014, 15:19 | Umum | 18.717 views
Wasiat Almarhum Berbeda Dengan Ketentuan Hukum Waris, Mana Yang Harus Dimenangkan?
11 October 2014, 16:18 | Mawaris | 18.189 views
Bolehkah Menjamak Shalat Ashar dengan Shalat Jumat?
9 October 2014, 04:30 | Shalat | 93.798 views
Mengapa Ada Perbedaan Mazhab dan Pendapat Ulama?
8 October 2014, 06:40 | Ushul Fiqih | 24.095 views
Sudah Ada Quran dan Sunnah, Kenapa Masih Harus Ijtihad?
7 October 2014, 17:05 | Ushul Fiqih | 114.758 views
Hakikat Qurban Lebih Berdimensi Ritual Atau Dimensi Sosial?
3 October 2014, 18:00 | Qurban Aqiqah | 7.786 views
Memasak Qurban Buat Yang Mengurusinya, Bolehkah?
1 October 2014, 23:35 | Qurban Aqiqah | 12.956 views
Bolehkah Mengupah Jagal Dengan Kepala Kaki dan Kulit Hewan Qurban?
29 September 2014, 05:35 | Qurban Aqiqah | 30.641 views
Miqat Haji dari Indonesia Gelombang Kedua di Jeddah, Bolehkah?
28 September 2014, 08:21 | Haji | 19.201 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,112,510 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img