Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Menemukan Uang, Bolehkah Buat Biaya Persalinan? | rumahfiqih.com

Menemukan Uang, Bolehkah Buat Biaya Persalinan?

Sun 3 August 2014 22:26 | Umum | 7.644 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Ustadz, 4 hari yang lalu teman saya secara tidak sengaja menemukan sejumlah uang di tengah pasar yang ramai.

Yang saya tanyakan, bagaimana hukumnya apabila harta tersebut digunakan oleh sang penemu, mengingat saat ini beliau memang sedang membutuhkan dana untuk biaya melahirkan.

Apabila memang haram hukumnya, ke mana sebaiknya harta tersebut dibelanjakan.

Terimakasih atas penjelasannya.

Wasalamu'alaikum Wr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh,

Uang atau harta yang ditemukan tergeletak begitu saja di suatu tempat, tentu ada pemiliknya. Si pemilik itu jelas merasa kehilangan hartanya. Dan tentu dia pasti sangat membutuhkannya. Sehingga tidak bisa lantas boleh diambil begitu saja oleh orang yang menemukannya untuk dimiliki.

Barang yang hilang dari pemiliknya, lalu ditemukan oleh seseorang disebut dengan luqathah. Syariat Islam telah mengatur tentang bagaimana tindakan yang harus diambil dalam masalah ini.

Ada 2 kemungkinan tindakan yang bisa diambil manakala seseorang menemukan barang yang hilang.

Pertama: Diambil

Seorang muslim boleh mengambil barang yang ditemukannya tercecer di suatu tempat, dengan dua syarat:

  1. Tujuannya bukanuntuk memiliki namun untuk menjaganya dari kerusakan, kemusnahan atau kemungkinan jatuh ke tangan yang tidak bertanggung-jawab.
  2. Dirinya adalah orang yang punya kemampuan baik secara sifat amanah maupun secara teknis untuk memelihara dan menjaga barang tersebut.
  3. Setelah diambil maka segera diumumkan kepada publik bahwa telah ditemukan suatu barang dan kepada pemiliknya untuk segera mengambilnya.

Sehingga mengambil barang yang hilang dalam hal ini merupakan amal baik, yaitu menjaga harta milik seorang muslim dari kerusakan dan kepunahan.

Apabila dalam waktu satu tahun, pemiliknya tidak segera muncul mengambilnya, maka dia boleh menggunakan barang itu atau memilikinya, namun harus menyiapkan uang pengganti sesuai nilai nominal barang itu.

Kedua: Tidak Diambil

Sebaliknya, seandainya semua syarat di atas tidak terpenuhi, maka sebaiknya tidak usah diambil saja. Biarlah saudara muslim yang lain yang melakukan pengambilan harta dan barang luqathah.

Menggunakan Harta Luqathah

Untuk alasan tertentu selama pemilik asli barang temuan itu belum datang mengambil, ada celah untuk boleh memanfaatkannya. Namun yang namanya memanfaatkan bukan berarti memilikinya.

Misalnya, bila barang temuan itu termasuk barang yang mudah rusak, seperti makanan yang mudah basi, maka boleh hukumnya untuk dimakan, namun harus disiapkan sejumlah uang untuk menggantinya bila pemiliknya meminta.

Sedangkan bila bentuk harta itu adalah uang tunai, boleh saja digunakan untuk membayar suatu keperluan, namun dengan syarat bahwa uang itu siap diganti kapan saja saat nantipemiliknya datang.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bank Susu Dalam Perspektif Islam
2 August 2014, 08:00 | Kontemporer | 10.022 views
Bolehkah Shaf Wanita Sejajar Dengan Shaf Laki-laki?
1 August 2014, 07:00 | Shalat | 29.352 views
Benarkah Bersalam-salaman Seusai Shalat Itu Bid'ah?
31 July 2014, 08:00 | Shalat | 28.763 views
Benarkah Makna Minal Aidin Wal Faizin Bukan Maaf Lahir dan Batin?
30 July 2014, 09:00 | Puasa | 15.817 views
Ketentuan Khutbah Idul Fithri
28 July 2014, 03:00 | Shalat | 21.413 views
Masalah Haul pada Zakat Emas Perak dan Tabungan
27 July 2014, 18:00 | Zakat | 18.795 views
Makan Dulu Sebelum Shalat Iedul Fithri
27 July 2014, 04:01 | Shalat | 10.525 views
Shalat Pakai Sepatu dan Sandal, Bolehkah?
26 July 2014, 02:00 | Shalat | 24.166 views
Sahur On The Road, Sunnah Atau Bid'ah?
25 July 2014, 03:00 | Puasa | 8.530 views
Qunut Pada Shalat Witir, Bid'ahkah?
24 July 2014, 05:13 | Shalat | 14.065 views
Benarkah Zionis Yahudi Keturunan Kera dan Babi?
23 July 2014, 06:14 | Kontemporer | 11.093 views
Bagaimana Cara Melakukan Qunut Nazilah
22 July 2014, 18:46 | Shalat | 45.375 views
Bolehkah Wanita Berhias Dengan Mewarnai Kuku Jarinya?
18 July 2014, 10:20 | Wanita | 11.358 views
Mengapa Witir Dua Rakaat Plus Satu?
17 July 2014, 05:00 | Shalat | 18.103 views
Bagaimana Puasanya Para Pekerja Berat
16 July 2014, 01:00 | Puasa | 29.543 views
Hukum Menggunakan Uang Elektronik
15 July 2014, 01:23 | Muamalat | 18.411 views
Zakat Mal untuk Pembangunan Masjid
13 July 2014, 05:52 | Zakat | 21.389 views
Adakah Hak Israel atas Palestina?
13 July 2014, 03:04 | Negara | 13.772 views
Lailatul Qadar : Tanggal Berapa Yang Benar?
12 July 2014, 05:00 | Puasa | 26.262 views
Apa yang Dimaksud dengan Imsak?
11 July 2014, 13:54 | Puasa | 43.769 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,036,858 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img