Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bisakah Masuk Islam Secara Online? | rumahfiqih.com

Bisakah Masuk Islam Secara Online?

Mon 6 May 2013 22:14 | Aqidah | 9.308 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualikumwarohmatullahiwabarokaatuh

Kesehatan dan kesejahteraan semoga selalu menyertai al-ustadz dan seluruh kaum muslimin dan muslimat.

Saya mau tanya nih ustadz,

1. Adakah cara masuk Islam bagi orang non muslim melalui internet, seperti halnya pernikahan yang masih dipermasalahkan? Apa saja sih syarat masuk Islam itu?

2. Dan siapa yang menjadi wali nikah seorang wanita atau laki-laki? Sedangkan seluruh keluarganya masih non-muslim dan dia sendiri sudah muslim atau muslimah?

Terimakasih ustadz, saya mohon agar dijawab ya ustadz?

Saalamualikumwarohmatullahiwabarokatuh

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Masuk Islam sebenarnya sangat sederhana, jauh lebih mudah dari menikah. Cukup seseorang meyakini di dalam hatinya dan dalam konsep pemikirannya tentang dua hal.

Pertama, seseorang mengingkari semua bentuk tuhan, baik yang kongkrit atau pun yang abstrak, baik yang formal atau yang tidak formal. Kecuali hanya satu tuhannya saja, yaitu Allah SWT.

Kedua, seseorang mengakui dan meyakini sebuah konsep bahwa Muhammad itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah dan menjadi nabi yang membawa kitab suci dan risalah Islam sebagai agama.

Kedua konsep di atas diwakili oleh sebaris pernyataan yaitu laa ilaaha illallah Muhammad rasulullah. Kalau lafadz ini diucapkan, meski tidak disaksikan oleh siapapun, namun dengan membenarkan di dalam hati, maka seseorang sudah sah menjadi pemeluk agama Islam.

Tidak ada kewajiban harus mengucapkan lafadz dua kalimat syahadat itu di hadapan seorang tokoh agama, juga tidak harus di dalam masjid, bahkan tidak perlu adanya akad dan saksi-saksi.

Bukankah dahulu Bilal bin Rabah radhiyallahu 'anhu masuk Islam secara diam-diam? Bahkan tuannya pun tidak tahu bahwa dia telah masuk Islam. Dan puluhan shahabat nabi lainnya masuk Islam dengan cara yang sama. Mereka merahasiakan keIslamannya. Sehingga tidak ada ritual pernyataan syahadat di hadapan umum, apalagi di masjid.

Ikrar masuk Islam sangat berbeda dengan akad nikah. Akad nikah adalah akad yang melibatkan dua belah pihak. Dalam hal ini harus ada calon suami dan ayah kandung calon isteri, di mana keduanya melakukan akad. Ayah kandung calon isteri mengucapkan ijab yang intinya, "AKu nikahkan kamu dengan anakku dengan mahar anu." Lalu pihak calon suami membalas dengan qabul, "Saya terima."

Akad ini tidak sah kecuali disaksikan oleh minimal 2 orang saksi yang beragama Islam, laki-laki, sudah baligh, berakal dan merdeka.

Sedangkan ikrar masuk Islam, sama sekali tidak mensyaratkan saksi, juga tidak melibatkan dua belah pihak. Cukup orang yang bersangkutan yang mau masuk Islam menyatakan dirinya telah menerima dua konsep syahadatain itu. Maka saat itu juga dia sudah menjadi bagian dari umat Islam.

Kalau pun ada keharusan untuk mengumumkan keIslaman, semata-mata karena tuntutan teknis, agar dia bisa diperlakukan sebagai anggota umat Islam. Karena ada hak-hak sebagai muslim yang harus diberikan oleh sesama umat Islam. Misalnya dia berhak menerima warisan dari keluarganya yang muslim. Juga boleh menjadi wali nikah atas anak gadisnya yang muslimah. Termasuk juga boleh jadi saksi dalam perkara tertentu yang membutuhkan saksi. Bahkan kalau meninggal, berhak untuk dimandikan, dikafani, dishalatkan dan dikuburkan di pemakaman Islam.

Legalitas Masuk Islam

Meski secara syariah dan dalam pandangan hukum Islam, syarat masuk Islam itu sangat sederhana, namun begitu masuk wilayah hukum birokrasi, terkadang seringkali jadi hambatan juga.

Memang birokrasi di negeri ini terlanjur menjadi sebuah momok yang kurang menggembirakan. Misalnya untuk kasus yang paling sederhana, mengurus KTP, SIM dan seterusnya. Terkadang semua menjadi begitu lambat, bertele-tele, tidak praktis dan menyebalkan. Urusan administrasi yang sebenarnya sekedar pencatatan seolah menjadi pekerjaan yang sangat menyita waktu, tenaga, bahkan dana.

Maka banyak sekali orang mencari jalan pintas, kasih uang habis perkara. Karena orang butuh cepat dan berpacu dengan waktu.

Salah satu solusi dari semua keruwetan masalah birokrasi adalah dengan membangun sistem komputerisasi yang online. Beberapa pemda konon telah berhasil membangun e-goverment yang bukan berhenti pada situs profile, tetapi juga membantu menyelesaikan masalah perizinan dan birokrasi dalam format online. Selain cepat dan akurat, sistem birokrasi yang berbasis online ini juga mempu menangani pekerjaan dalam jumlah besar dengan resources yang murah.

Maka seandainya sistem online ini juga bisa diterapkan pada masalah aspek legal seseorang berpindah agama, di mana ada sebuah situs legal yang bisa diakses oleh masyarakat untuk membuat pernyataan pindah agama secara online, tentu akan sangat membantu sekali.

Dari aspek syariah, jelas sangat dimungkinkan, karena pernyataan masuk Islam tidak butuh keterlibatan pihak lain, bahkan tidak butuh saksi. Siapa pun yang ingin masuk Islam dan mendapatkan pengakuan secara legal, cukup mengakses situs tersebut.

Dan kita beri nama yang mudah diingat orang misalnya www.masukIslam.com atau www.tobemoslem.com atau apalah nama lainnya. Situs itu melayani permintaan pernyataan pindah agama dari yang bersangkutan dan dalam hitungan real time, maka surat resmi pernyataan masuk Islam bisa diprint-out, lengkap dengan pengesahan dari lembaga yang berwenang di negeri ini.

Bahkan situs 'impian' itu bisa dilengkapi dengan berbagai artikel menarik seputar pengenalan agama Islam. Termasuk petunjuk teknis tata cara berwudhu', mandi janabah, tayammum, najis, haidh, nifas, istihadhah, tata cara shalat, puasa, zakat, haji dan seterusnya. Kalau perlu bukan hanya dalam bentuk teks tertulis, tetapi juga dilengkapi dengan beragam file yang bisa didownload, berupa ceramah (mp3), atau tutorial dalam bentuk (mpg) dan seterusnya.

Namun tentu saja untuk semua itu butuh biaya dan dana. Tapi jangan khawatir dulu, biaya itu bisa kita minta dari para pengelola zakat (badan amil zakat), karena 1/8 dari alokasi dana zakat memang diperuntukkan untuk para muallaf.

Bahkan sebenarnya begitu banyak orang Islam yang kelebihan duit, tetapi bingung uangnya mau diapakan. Sementara dia ingin beramal tetapi yang orang belum pernah kerjakan. Ini adalah sebuah ide yang silahkan difollow-up oleh siapapun.

Inovasi di bidang teknologi untuk kepentingan dakwah adalah hal yang mutlak dan wajib dilakukan.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Manual Menjalankan Agama Islam di Jepang
5 May 2013, 20:16 | Kuliner | 6.901 views
Apakah Jatuh Talak ketika Diucapkan Saat Marah?
5 May 2013, 20:15 | Nikah | 10.273 views
Jepang Lebih Islami dari Indonesia?
3 May 2013, 19:50 | Kontemporer | 12.006 views
Tayammum Harus Diulang-ulang Tiap Mau Shalat?
1 May 2013, 01:37 | Thaharah | 8.765 views
Hubungan Antara Seorang Makmum Dengan Imamnya
29 April 2013, 21:27 | Shalat | 15.416 views
Hukum Mengenai Adopsi Anak
29 April 2013, 01:42 | Nikah | 8.136 views
Meninggalkan Shalat Karena Melahirkan, Apa Harus Diganti?
26 April 2013, 18:26 | Shalat | 14.708 views
Menjama Shalat Sesudah Tiba di Rumah, Bolehkah?
25 April 2013, 23:39 | Shalat | 65.450 views
Anak Zina Anak Siapa?
25 April 2013, 03:35 | Nikah | 12.332 views
Partai Islam Bersatu, Mimpikah?
24 April 2013, 00:23 | Negara | 7.145 views
Kebolehan Menikahi Wanita Kristen, Masihkah Berlaku Hari Ini?
22 April 2013, 23:00 | Nikah | 17.689 views
Haramkah Menggunakan Biro Jasa dan Calo?
22 April 2013, 01:02 | Muamalat | 13.614 views
Bolehkah Mendapat Komisi dari Penjualan?
20 April 2013, 22:05 | Muamalat | 11.313 views
Apakah Rajam Syarat Diterimanya Taubat?
19 April 2013, 23:43 | Jinayat | 34.146 views
Benarkah Mentalak Istri Waktu Haid Haram Hukumnya?
18 April 2013, 18:13 | Nikah | 8.493 views
Hadits Ahad Bukan Hujjah Dalam Aqidah, Benarkah?
18 April 2013, 00:07 | Aqidah | 10.728 views
Bolehkah Menikah Tanpa Restu Orang Tua Pihak Lelaki?
16 April 2013, 22:40 | Nikah | 80.194 views
Bernyanyi di Karaoke Keluarga, Haramkah? (bag.2)
16 April 2013, 00:23 | Umum | 17.610 views
Bernyanyi di Karaoke Keluarga, Haramkah?
15 April 2013, 21:59 | Umum | 20.531 views
Pengantin Pria di Luar Negeri, Bisakah Akad Nikah?
14 April 2013, 23:00 | Nikah | 12.095 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,946,682 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

27-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:14 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img