Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Isteri Haidh, Bolehkan Anal Seks? | rumahfiqih.com

Isteri Haidh, Bolehkan Anal Seks?

Wed 25 April 2007 09:33 | Nikah | 7.596 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Saya membaca satu artikel yang memboleh bersenggama dengan isteri semasa haid melalui anus dan hukumnya makruh. Mohon ustaz ulas apakah ini benar, sekiranya benar apa nasnya?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Nash yang ada justru menyatakan bahwa seks lewat anus (anal) hukumnya haram, bukan makruh seperti yang ditulis dalam artikel itu. Bahkan bukan sekedar haram, tetapi mandapat laknat dari Allah SWT.

Terlaknatlah orang yang mendatangi isteri dari duburnya (melakukan anal seks) (HR Ahmad)

Namun bukan berarti hasrat seorang suami jadi tidak ada penyalurannya saat isteri haidh. Yang diharamkan adalah melakukan penestrasi, sedangkan percumbuan yang tidak sampai terjadinya hal itu tetap dibolehkan, bahkan dilakukan oleh Rasulullah SAW dan isterinya saat mendapat haidh.

Sebagaimana penjelasan dari Aisyah ra tentang hal itu

`Dari Aisyah ra berkata, "Rasulullah SAW memerintahkan aku untuk memakain sarung, beliau mencumbuku sedangkan aku dalam keadaan datang haidh." (HR Muslim)`.

Wanita yang sedang mendapat haid haram bersetubuh dengan suaminya. Keharamannya ditetapkan oleh Al-Quran Al-Kariem berikut ini:

`Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: `Haidh itu adalah suatu kotoran`. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.(QS. Al-baqarah:222)

Yang dimaksud dengan menjauhi mereka adalah tidak menyetubuhinya.

Azhab Hanabilah membolehkan mencumbu wanita yang sedang haid pada bagian tubuh selain antara pusar dan lutut atau selama tidak terjadi persetubuhan. Hal itu didasari oleh sabda Rasulullah SAW ketika beliau ditanya tentang hukum mencumbui wanita yang sedang haid maka beliau menjawab:

`Dari Anas ra bahwa Orang yahudi bisa para wanita mereka mendapat haidh, tidak memberikan makanan. Rasulullah SAW bersabda, "Lakukan segala yang kau mau kecuali hubungan badan." (HR Muslim)`.

Keharaman menyetubuhi wanita yang sedang haid ini tetap belangsung sampai wanita tersebut selesai dari haid dan selesai mandinya. Tidak cukup hanya selesai haid saja tetapi juga mandinya.

Sebab di dalam al-Baqarah ayat 222 itu Allah menyebutkan bahwa wanita haid itu haram disetubuhi sampai mereka menjadi suci dan menjadi suci itu bukan sekedar berhentinya darah namun harus dengan mandi janabah, itu adalah pendapat al-Malikiyah dan as Syafi`iyah serta al-Hanafiyah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Pintu-Pintu Surga dan Kuncinya
24 April 2007, 04:04 | Aqidah | 6.427 views
Foto Perkawinan Non-Muslim
23 April 2007, 02:01 | Kontemporer | 4.983 views
Antara Berbekam dan Thaharah
23 April 2007, 01:21 | Thaharah | 5.576 views
Kenapa Air Liur Anjing Najis?
23 April 2007, 00:49 | Thaharah | 6.650 views
Bintang untuk Melempar Setan?
19 April 2007, 22:48 | Quran | 6.091 views
Olahraga di Tempat Umum Bagi Muslimah
19 April 2007, 21:42 | Wanita | 5.891 views
Cara Mendoakan Orang yang Sudah Meninggal
18 April 2007, 22:53 | Aqidah | 30.601 views
Bingung Pembagian Warisan
18 April 2007, 02:15 | Mawaris | 5.043 views
Bisakah Kita Berbicara dengan Allah
16 April 2007, 23:47 | Aqidah | 6.094 views
Belajar Islam Ikut Jamaah Hijrah
16 April 2007, 22:49 | Aqidah | 6.346 views
Asal Segala Sesuatu Adalah Halal
16 April 2007, 06:09 | Ushul Fiqih | 11.752 views
Haramkah Dapat Pinjaman dari Perusahaan?
13 April 2007, 03:58 | Muamalat | 5.022 views
Lelaki dengan 2 Mantan Isteri
13 April 2007, 02:21 | Mawaris | 5.430 views
Apa Hukumnya Wanita Tidak Khitan
12 April 2007, 00:48 | Wanita | 6.729 views
Bagaimanakah Walimah yang Dicontohkan Nabi
11 April 2007, 04:04 | Nikah | 5.622 views
Benarkah Maulid Nabi Bukan dari Madzhab Syafi'i?
10 April 2007, 05:13 | Kontemporer | 7.430 views
Pulang ke Jakarta, Masihkah Boleh Jama' Qashar?
10 April 2007, 05:01 | Shalat | 5.579 views
Ereksi Saat Shalat
10 April 2007, 02:29 | Shalat | 6.542 views
Ucapan 'amin' dari Mana Asalnya?
9 April 2007, 08:48 | Shalat | 5.682 views
Apakah Kita Harus Mengikuti Mazhab?
4 April 2007, 23:05 | Ushul Fiqih | 6.164 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,346,093 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img