Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Wanita Haid Adalah Najis? | rumahfiqih.com

Wanita Haid Adalah Najis?

Wed 2 May 2007 23:00 | Thaharah | 5.803 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikumpa Ustdaz:

Ada saudara saya akhwat menanyakan tentang sejauh mana pengertian "wanita haid adalah najis." Karena selama ini dia tetap ke masjid dan membaca Al-Quran yang ada terjemahannya. Sementara waktu umroh tidak boleh masuk masjid sama sekali.

Mohon penjelasan dan terimakasih

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya wanita haidh itu tidak najis, sehingga bila bergaul atau seorang wanita yang tidak haidh bersentuhan dengan sesama wanita yang sedang haidh, dia tidak perlu mencuci bekas sentuhannya.

Bahwa seorang wanita haidh dilarang masuk masjid, bukan karena dirinya mengandung najis, tetapi yang terjadi adalah bahwa dirinya sedang berhadats besar lantaran haidh. Tetapi mengapa istilahnya najis?

Najis itu sebenarnya terbagi menjadi dua macam, yaitu najis hukmi dan najis hakiki. Selama ini yang akrab dengan kita adalah najis hakiki, karena berbentuk benda nyata. Misalnya, darah, nanah, kotoran manusia, air kencing, daging babi, bangkai dan seterusnya.

Sedangkan istilah najis hukmi memang agak jarang kita dengar, meski sesungguhnya sudah kita praktekkan. Apa yang dimaksud dengan najis hukmi?

Najis hukmi adalah kondisi seseorang yang sedang berhadats, baik hadats kecil maupun hadats besar. Pada diri orang itu tidak ada benda najis yang menempel, namun seolah-olah najis itu ada pada dirinya. Karena pada dirinya berlaku hukum tidak boleh masuk masjid atau membaca Al-Quran atau menyentuhnya, terutama yang sedang berhadats besar.

Dan kondisi seorang wanita sedang mendapat haidh telah disepakati para ulama sebagai kondisi hadats besar yang mewajibkan mandi setelah sucinya dari haidh. Dan kepadanya berlaku beberapa hukum larangan untuk melakukan beberapa yang didasari oleh dalil-dalil syar'i.

Di antara hal-hal yang terlarang dilakukan oleh seorang yang sedang berhadats besar adalah:

1. Menyentuh mushaf dan Membawanya
Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran Al-Kariem tentang menyentuh Al-Quran:

Dan tidak menyentuhnya kecuali orang yang suci.`. (QS. Al-Qariah ayat 79)

Meski ada beberapa ulama yang punya penafsiran yang berbeda, namun nyatanya mayoritas (jumhur) ulama sepakat bahwa ayat melarang seorang yang sedang berhadats besar untuk menyentuh mushaf Al-Quran. Sehingga seorang wanita termasuk juga orang yang haidh dilarang menyentuh mushaf Al-Quran.

2. Melafazkan Ayat-ayat Al-Quran
Kecuali dalam hati atau doa/ zikir yang lafznya diambil dari ayat Al-Quran secara tidak langsung.

`Rasulullah SAW tidak terhalang dari membaca Al-Quran kecuali dalam keadaan junub`.

Namun ada pula pendapat yang membolehkan wanita haidh membaca Al-Quran dengan catatan tidak menyentuh mushaf dan takut lupa akan hafalannya bila masa haidhnya terlalu lama. Juga dalam membacanya tidak terlalu banyak.

Pendapat ini adalah pendapat Malik sebagaimana disebutkan dalam kitab Bidayatul Mujtahid jilid 1 hal 133.

3. Masuk ke Masjid
Larangan untuk masuk ke masjid buat para wanita yang sedang mendapat haidh bukan larangan mengada-ada, juga bukan karena takut mengotori masjid. Namun larangan itu datang dari nash-nash yang syar'i. Di antaranya:

Dari Aisyah RA. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Tidak ku halalkan masjid bagi orang yang junub dan haidh`. (HR Bukhori, Abu Daud dan Ibnu Khuzaemah.)

Selain ketiga larangan di atas, para wanita yang sedang haidh juga diharamkan melakukan beberapa aktifitas, misalnya melakukan persetubuhan dengan suaminya, shalat, puasa, bertawaf di masjid Al-Haram serta mandi dengan niat mandi janabah sementara belum berhenti dari haidh.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Isteri Khulu', Berapa Lama Iddahnya?
2 May 2007, 02:37 | Nikah | 12.244 views
Kakak Wafat Meninggalkan Isteri, Anak Perempuan, Ayah, Ibu dan Saudara
2 May 2007, 01:28 | Mawaris | 5.720 views
Bolehkah Berwudhu di WC?
2 May 2007, 01:23 | Thaharah | 6.880 views
Waria, Taqdir atau Bukan?
1 May 2007, 02:27 | Kontemporer | 6.206 views
Mengaminkan Do'a
1 May 2007, 02:27 | Umum | 11.027 views
Syarat Imam Sholat Berjama'ah
1 May 2007, 02:26 | Shalat | 14.105 views
Orang Tua Lebih Suka Anaknya Pacaran Ketimbang Menikah?
30 April 2007, 01:53 | Nikah | 6.314 views
Petting Termasuk Zina?
30 April 2007, 00:18 | Nikah | 8.933 views
Apakah Ada Batasan Waktu Antara Khitbah dengan Akad?
26 April 2007, 23:52 | Nikah | 7.786 views
Jika Ada Makhluk Lain Selain Manusia
26 April 2007, 00:20 | Kontemporer | 5.661 views
Gambar Wanita Sebagai Iklan
26 April 2007, 00:04 | Wanita | 5.556 views
Kriteria Ulama dan Ilmunya
25 April 2007, 22:56 | Ushul Fiqih | 7.872 views
Madu Asli, Halal atau Haram?
25 April 2007, 10:18 | Kontemporer | 5.490 views
Wanita Hamil Membawa Bungkusan Jimat
25 April 2007, 09:57 | Aqidah | 5.391 views
Isteri Haidh, Bolehkan Anal Seks?
25 April 2007, 09:33 | Nikah | 7.806 views
Pintu-Pintu Surga dan Kuncinya
24 April 2007, 04:04 | Aqidah | 6.731 views
Foto Perkawinan Non-Muslim
23 April 2007, 02:01 | Kontemporer | 5.098 views
Antara Berbekam dan Thaharah
23 April 2007, 01:21 | Thaharah | 5.738 views
Kenapa Air Liur Anjing Najis?
23 April 2007, 00:49 | Thaharah | 6.958 views
Bintang untuk Melempar Setan?
19 April 2007, 22:48 | Quran | 6.244 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,131,799 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

7-12-2019
Subuh 04:07 | Zhuhur 11:46 | Ashar 15:12 | Maghrib 18:02 | Isya 19:16 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img