Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Sekali Lagi Tentang Fenomena Lafadz Allah | rumahfiqih.com

Sekali Lagi Tentang Fenomena Lafadz Allah

Mon 7 May 2007 08:18 | Kontemporer | 5.425 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum War. Wab.

Ustadz, saya membaca pertanyaan tentang fenomena lafadz Allah dan terus terang saya meyakini atas kejadian ini bahwa seluruh isi alam semesta juga bertasbih dan berzikir menyebut asmanya. Hal itu sebagaimana firman Allah:

“Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. ” (QS al-Isrâ’ [17]: 44)

Jika ayat di atas tidak sesuai dengan maksud fenomena lafadz Allah, maka bagaimana maksud sebenarnya dari ayat di atas?

Atas jawaban ustadz kami sampaikan terima kasih.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab dengan cermat dan teliti, sebelum kita terlanjur menganggap adanya fenomena lafahz Allah ini sebagai bagian dari mukjizat atau apa pun namanya.

Pertama, kalau disebutkan bahwa kita ini tidak mengerti tasbih mereka, maka memang ayat ini justru menunjukkan bahwa fenomena terbentuknya huruf-huruf aneh itu bukan bentuk tasbih mereka. Sebab Al-Quran tegas menyebutkan bahwa kita tidak mengerti cara tasbih mereka.

Paling tidak, cara tasbih mereka bukan dengan cara membentuk tulisan arab atau sejenisnya. Sebab dengan tulisan arab itu, kita malah jadi mengerti cara tasbir mereka. Padahal ayatnya mengatakan bahwa kita tidak mengerti cara tasbihnya.

Kedua, juga penting untuk dipahami bahwa ayat ini menegaskan bahwa yang bertasbih itu bukan hanya satu atau dua benda saja, akan tetapi segala apa yang ada di langit dan di bumi, semuanya ikut bertasbih kepadanya.

Padahal yang membentuk lafadz-lafadz itu hanya beberapa saja, apakah dengan demikian semua makhluk yang lain tidak bertasbih? Ini perlu dipikirkan masak-masak dan cermat.

Ketiga, bentuk-bentuk keajaiban itu mungkin saja bagian dari kebesaran Allah, namun mungkin saja bukan. Mengapa kita tidak harus terlalu peduli?

Jawabnya karena kita tidak punya petunjuk pasti, adakah hal-hal demikian merupakan hujjah lana ataukah hujjah 'alaina. Hujjah lana maknanya adalah bahwa bukti-bukti itu menjadi argumentasi yang menguatkan kebenaran Islam. Sedangkan hujjah 'alaina malah sebaliknya, merupakan fenomena yang justru merugikan Islam. Pasalnya, tidak ada keterangan dari nabi SAW tentang adanya fenomena ini.

Seandainya nanti ada dedaunan pohon, atau awan atau apapun yang bisa membentuk tulisan yang bukan Allah, tetapi malah sebaliknya, misalnya lafadz "Isa adalah Tuhan", atau "Aku adalah Allah" atau lafadz lainnya, yang intinya malah kontra-produktif, adakah kita akan mempercayainya juga sebagai bagian dari bertasbihnya makhluk-makhuk itu?

Lalu bagaimana dengan fenomena tulisan lafadz Allah yang sekarang sudah terlanjur kita banggakan itu?

Karena itu menurut hemat kami, rasanya tidak terlalu menarik untuk mengajak orang-orang masuk Islam atau membela Islam lewat fenomena-fenomena semacam ini. Walau pun kami pun tidak menyalahkan bila ada yang berpandangan bahwa hal itu termasuk modal dalam berdakwah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kapan Kita Boleh Melakukan Shalat Jama'?
7 May 2007, 00:09 | Shalat | 9.519 views
Islam: Agama atau Ideologi?
4 May 2007, 20:53 | Umum | 4.646 views
Nikah Tanpa Dihadiri Orang Tua Kandung Isteri
4 May 2007, 03:12 | Nikah | 4.846 views
Adzan di Kamar Asrama Bukan di Masjid
2 May 2007, 23:13 | Shalat | 5.264 views
Wanita Haid Adalah Najis?
2 May 2007, 23:00 | Thaharah | 5.812 views
Isteri Khulu', Berapa Lama Iddahnya?
2 May 2007, 02:37 | Nikah | 12.388 views
Kakak Wafat Meninggalkan Isteri, Anak Perempuan, Ayah, Ibu dan Saudara
2 May 2007, 01:28 | Mawaris | 5.736 views
Bolehkah Berwudhu di WC?
2 May 2007, 01:23 | Thaharah | 6.896 views
Waria, Taqdir atau Bukan?
1 May 2007, 02:27 | Kontemporer | 6.221 views
Mengaminkan Do'a
1 May 2007, 02:27 | Umum | 11.137 views
Syarat Imam Sholat Berjama'ah
1 May 2007, 02:26 | Shalat | 14.118 views
Orang Tua Lebih Suka Anaknya Pacaran Ketimbang Menikah?
30 April 2007, 01:53 | Nikah | 6.325 views
Petting Termasuk Zina?
30 April 2007, 00:18 | Nikah | 8.961 views
Apakah Ada Batasan Waktu Antara Khitbah dengan Akad?
26 April 2007, 23:52 | Nikah | 7.807 views
Jika Ada Makhluk Lain Selain Manusia
26 April 2007, 00:20 | Kontemporer | 5.673 views
Gambar Wanita Sebagai Iklan
26 April 2007, 00:04 | Wanita | 5.570 views
Kriteria Ulama dan Ilmunya
25 April 2007, 22:56 | Ushul Fiqih | 7.904 views
Madu Asli, Halal atau Haram?
25 April 2007, 10:18 | Kontemporer | 5.499 views
Wanita Hamil Membawa Bungkusan Jimat
25 April 2007, 09:57 | Aqidah | 5.397 views
Isteri Haidh, Bolehkan Anal Seks?
25 April 2007, 09:33 | Nikah | 7.826 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,288,200 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

11-12-2019
Subuh 04:08 | Zhuhur 11:47 | Ashar 15:14 | Maghrib 18:04 | Isya 19:18 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img