Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apa yang Dimaksud Aqad Ganda Dalam Transaksi? | rumahfiqih.com

Apa yang Dimaksud Aqad Ganda Dalam Transaksi?

Mon 7 May 2007 15:37 | Muamalat | 6.581 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ustadz, apa yang dimaksudkan aqad ganda?

Misalnya saya membuka usaha kredit barang dengan harga yang disepakati di muka, kemudian dicicil 10 kali. Saya juga menawarkan yang saya sebut dengan 'refund kredit lancar' sebesar 1% bagi pelanggan yang membayar cicilan dengan lancar. Misalnya harga barang tersebut 3 juta, dan dicicil 300 ribu per bulan.

Saya sertakan jaminan 1% dari harga 3 juta tersebut, jika pelanggan membayar cicilannya dengan lancar dan tepat waktu, maka jaminan tersebut saya kembalikan sebesar 1% x 300rb x 10=30.000 kepada pelanggan.

Tetapi jika kreditnya macet dan waktu pembayarannya terlambat, maka jaminan tersebut tidak saya kembalikan. Apakah yang seperti ini termasuk aqad ganda yang dilarang oleh Islam?

Karena saya pernah mendapat penjelasan bahwa di dalam transaksi tidak boleh ada dua aqad sekaligus.

Mohon penjelasannya.

Wassalamualaikum. Wr. Wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Rasulullah SAW memang pernah bersabda yang intinya melarang dua jual beli dalam satu jual beli. Atau dalam bahasa arab disebut bai'ataini fi bai'atin.Biar lebih mudahnya, kami sertakan teks haditsnya dalam bahasa arab.

Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw. melarang penjualan dengan dua transaksi pada satu barang` (HR Ahmad, Nasai dan At-tirmizy yang juga menshahihkan)

Namun apakah yang dimaksud dengan istilah itu, ternyata para ulama malah berselisih dalam penafsirannya. Setidaknya kami menemukan adalima pendapat yang saling berbeda.

1. Pendapat Pertama

Yang dimaksud dengan bai'ataini fi bai'atin adalah transaksi jual beli antara harga tunai dan harga kredit berbeda. Dan harga kredit lebih tinggi. Seperti, saya jual mobil ini tunai 100 juta, atau kredit 110 juta.

Transaksi jenis pertama biasa disebut bai` bits-tsaman ajil atau disingkat menjadi BBA dan ini disepakati bolehnya oleh ulama.

2. Pendapat Kedua
Yang dimaksud dengan bai'ataini fi bai'atin adalah sama dengan pendapat pertama, tetapi transaksi itu terjadi kemudian berpisah tanpa ada kejelasan mana yang diambil.

Seperti, saya jual mobil ini tunai 100 juta, atau kredit 110 juta. Keduanya sepakat tanpa menjelaskan transaksi mana yang diambil. Para ulama melarang jenis kedua ini, karena ada ketidakjelasan pada transaksi tersebut.

Tetapi jika sebelum berpisah ada kejelasan akad, yaitu memilih salah satunya maka boleh, dan itu seperti transaksi pada jenis pertama.

Namun demikian kedua transaksi itu dilarang jika barangnya berupa harta riba, misalnya emas, atau perak atau uang.

3. Pendapat Ketiga

Yang dimaksud dengan bai'ataini fi bai'atin adalah membeli barang dengan harga tertangguh, dengan syarat barang itu dijual kembali kepadanya secara tunai dengan harga yang lebih rendah.

Transaksi jenis ketiga ini diharamkan dalam Islam karena ada unsur riba. Dan transaksi ini disebut juga dengan ba`iul `inah.

4. Pendapat Keempat

Yang dimaksud dengan bai'ataini fi bai'atin adalah transaksi yang mensyaratkan penjualan lagi. Seperti menjual suatu barang yang tidak ditentukan barangnya dan harganya. Atau ditentukan harga dan barangnya.

Seperti A membeli sebuah rumah dengan harga 1 Milyar dari B dengan syarat B membeli mobilnya dari A seharga 1, 5 Milyar. Transaksi jenis keempat ini juga termasuk yang dilarang dalam Islam dan disebut juga bai`u wa syart.

5. Pendapat Kelima

Yang dimaksud dengan bai'ataini fi bai'atin adalah mensyaratkan manfaat pada salah seorang di antara yang melakukan transaksi. Misalnya, saya jual rumah ini dengan syarat saya tinggal dahulu satu tahun.

Transaksi jenis kelima diperselisihkan ulama. Madzhab Malik dan Hambali membolehkannya, sedangkan madzhab Syafi`i melarangnya.

Kasus Anda

Dalam kasus yang anda tanyakan, adanya sistem 'refund kredit lancar' itu pada hakikatnya anda memungut nilai tertentu kalau kreditnya tidak lancar. Sedangkan kalau kreditnya lancar, pungutan itu menjadi tidak ada.

Padahal syarat kebolehan akad kredit ini adalah kesepakatan harga di awal, di mana harga itu tidak boleh diubah-ubah oleh masing-masing pihak. Dengan adanya refund itu, maka ketentuan tidak boleh mengubah harga itu menjadi batal. Sebab ada dua harga yang belum ketahuan, karena kredit itu akan lancar atau tidak belum terjadi. Sehingga di sini terjadi unsur jahalah, apakah harga barang itu sesuai dengan harga yang ditetapkan di awal ataukah harga itu lebih besar? Yaitu harga yang telah ditetapkan plus 1 persen?

Kalau dipertimbangkan, maka nampaknya kasus anda ini masuk ke dalam kategori kedua, yaitu ketidak-jelasan harga. Maka menurut hemat kami, apa yang sebut dengan 'refund kredit lancar' adalah termasuk bagian dari bai'taini fi bai'atin yang hukumnya termasuk terlarang.

Solusi

Namun kami paham bahwa setiap bentuk pembayaran kredit pasti membutuhkan jaminan. Dalam hal ini, ada banyak solusi yang bisa ditawarkan, namun sebaiknya anda menghindari metode refund itu.

Mungkin anda bisa melakukan menyitaan barang, setidaknya seperti yang dilakukan beberapa perusahaan kredit motor yang belum menyerahkan PBKB kepada pihak yang mengambil kredit. Sehingga kendaraan itu masih belum sepenuhnya menjadi milik.

Atau anda bisa menerapkan sistem sanksi dalam bentuk denda uang, namun uangnya bukan untuk anda. Uang denda itu harus ditarik oleh pihak lain seperti pemerintah dan sebagainya. Kalau uangnya untuk anda, maka hukumnya kembali seperti kasus refund di atas. Maka pemerintah berhak mengenakan denda kepada kreditur nakal ini.

Bahkan kalau bentuknya perusahaan, maka bisa dengan pencabutan izin atau tidak memperpanjangnya. Dan masih banyak lagi trik yang bisa dilakukan, selama tidak mengandung unsur riba yang diharamkan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Sekali Lagi Tentang Fenomena Lafadz Allah
7 May 2007, 08:18 | Kontemporer | 5.388 views
Kapan Kita Boleh Melakukan Shalat Jama'?
7 May 2007, 00:09 | Shalat | 9.431 views
Islam: Agama atau Ideologi?
4 May 2007, 20:53 | Umum | 4.622 views
Nikah Tanpa Dihadiri Orang Tua Kandung Isteri
4 May 2007, 03:12 | Nikah | 4.827 views
Adzan di Kamar Asrama Bukan di Masjid
2 May 2007, 23:13 | Shalat | 5.216 views
Wanita Haid Adalah Najis?
2 May 2007, 23:00 | Thaharah | 5.768 views
Isteri Khulu', Berapa Lama Iddahnya?
2 May 2007, 02:37 | Nikah | 11.267 views
Kakak Wafat Meninggalkan Isteri, Anak Perempuan, Ayah, Ibu dan Saudara
2 May 2007, 01:28 | Mawaris | 5.651 views
Bolehkah Berwudhu di WC?
2 May 2007, 01:23 | Thaharah | 6.827 views
Waria, Taqdir atau Bukan?
1 May 2007, 02:27 | Kontemporer | 6.162 views
Mengaminkan Do'a
1 May 2007, 02:27 | Umum | 10.601 views
Syarat Imam Sholat Berjama'ah
1 May 2007, 02:26 | Shalat | 13.953 views
Orang Tua Lebih Suka Anaknya Pacaran Ketimbang Menikah?
30 April 2007, 01:53 | Nikah | 6.247 views
Petting Termasuk Zina?
30 April 2007, 00:18 | Nikah | 8.796 views
Apakah Ada Batasan Waktu Antara Khitbah dengan Akad?
26 April 2007, 23:52 | Nikah | 7.721 views
Jika Ada Makhluk Lain Selain Manusia
26 April 2007, 00:20 | Kontemporer | 5.607 views
Gambar Wanita Sebagai Iklan
26 April 2007, 00:04 | Wanita | 5.516 views
Kriteria Ulama dan Ilmunya
25 April 2007, 22:56 | Ushul Fiqih | 7.790 views
Madu Asli, Halal atau Haram?
25 April 2007, 10:18 | Kontemporer | 5.438 views
Wanita Hamil Membawa Bungkusan Jimat
25 April 2007, 09:57 | Aqidah | 5.368 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,426,524 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:40 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:54 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img