Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Kuburan di Depan Masjid | rumahfiqih.com

Kuburan di Depan Masjid

Mon 14 May 2007 21:42 | Aqidah | 7.321 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Saya baru saja pindah rumah. Kebetulan dekat rumah ada masjid dan di depan masjid ada kuburannya. Teman saya mengingatkan saya kalo di depan masjid tersebut ada kuburan. Saya kurang paham dengan maksud dia. Tapi setelah saya perhatikan dia tidak pernah shalat dimasjid tersebut. Gimana pandangan ustadz terhadap hal ini dan bagaimana pandangan Islam, apa memang ada dalil yang melarang?

Jawaban :

Assalamu 'alakum warahmatullahi wabarakatuh,

Masjid yang di dekatnya ada kuburan memang sering divonis sebagai masjid yang tidak boleh dilakukan shalat di dalamnya. Alasannya, karena ada larangan dari nabi Muhammad SAW untuk shalat menghadap ke kuburan.

Barangkali hal inilah yang dimaksud oleh teman anda itu. Mungkin beliau pernah mendengar adanya hadits shahih berikut ini.

Janganlah kalian duduk di atas kuburan dan janganlah shalat menghadap kuburan.

Tentu yang dimaksud dengan jangan shalat menghadap kuburan adalah semua jenis dan nama shalat selain shalat jenazah. Sebab ada dalil yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah shalat justru menghadap kuburan, namun dipastikan bahwa shalat itu adalah shalat jenazah.

Hadits tentang terlarangnya shalat menghadap kuburan telah disepakati keshahihannya. Bahkan para ulama fiqih juga sepakat tentang keharamannya. Nyaris tidak ada khilaf di antara mereka tentang haramnya shalat menghadap langsung ke kuburan.

Wilayah Khilaf

Namun yang menjadi wilayah khilaf atau perbedaan adalah tentang adanya penghalang atau dinding antara tempat shalat dengan kuburan.

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa jarak antara negeri kita hingga ke Makkah Al-Mukaramah mencapai 8000-an km, pastilah di sepanjang arah ke Makkah kita akan shalat melewati kuburan, bukan hanya satu tetapi mungkin ribuan kuburan.

Apakah semua shalat umat Islam tidak sah karena pasti di arah shalatnya ke kiblat melewati kuburan? Tentu tidak demikian cara kita memahaminya.

Sebab kalau antara orang shalat dan kuburan sudah terbentang jarak, tidak langsung menghadap, apalagi ada dinding yang membatasi, maka tidak bisa dibilang bahwa kita shalat menghadap kuburan.

Setiap masjid pasti punya dinding, terutama di bagian depan, tempat di mana imam berdiri. Bahkan terkadang dindingnya bukan hanya satu lapis, tetapi berlapis-lapis, bahkan masih ada lagi dinding untuk kuburannya.

Maka dengan posisi yang demikian, tidak bisa dikatakan bahwa orang yang shalat di masjid itu menghadap kuburan. Kecuali bila dia keluar dari masjid lalu masuk ke areal pekuburan dan shalat langsung menghadap kuburan, barulah kita katakan haram berdasarkan hadits di atas.

Lagi pula, biasanya yang dibangun pertama kali adalah masjid, bukan kuburan. Biasanya, penduduk yang tinggal di sekitar masjid ingin agar keluarganya di kubur di dekat masjid. Sehingga dari segi waktu pendirian, masjid sudah ada terlebih dahulu baru kemudian kuburannya. Apakah kalau ada kuburan di dekat suatu masjid, lantas masjid itu harus pindah? Pindah ke mana? Siapa yang mau bayar biaya kepindahannya? Dan buat apa pindah?

Maka mengharamkan orang shalat di masjid hanya gara-gara di dekat masjid itu ada orang yang kemudian menguburkan jenazah merupakan tindakan yang agak keterlaluan. Sikap ini terasa agak mengada-ada, karena sampai hari ini belum pernah ada fatwa ulama untuk mengharamkan shalat di masjid Nabawi di Madinah.

Padahal jelas-jelas posisi orang shalat di masjid itu pasti menghadap kuburan. Bahkan kuburan itu bukan di luar masjid, tetapi di dalam masjid. Yang dikubur di dalamnya adalah jasad Rasulullah SAW, jasab Abu Bakar Ash-Shiddiq ra dan jasad Umar bin Al-Khattab ra. Semua orang yang datang ke Madinah selama berabad-abad, sudah bisa dipastikan shalat menghadap ke tiga kuburan ini.

Namun kami belum pernah membaca adanya fatwa yang mengharamkan shalat di masjid nabawi. Beberapa gelintir orang yang berfatwa haramnya shalat di masjid yang menghadap kuburan, juga tidak pernah berani mengharamkan shalat di masjid nabawi karena ada kuburannya di dalam.

Di sini telah terjadi ketidak-konsistenan, mengapa kalau masjidnya bukan masjid nabawi dan kuburannya bukan kuburan nabi, hukumnyamenjadi haram? Padahal kuburannya bukan di dalam masjid melainkan di luar masjid.

Kita tidak dikatakan shalat menghadap kuburan, bila antara kita dengan kuburan itu ada sutrah (penghalang), baik berupa jarak, dinding, tembok, tirai, pagar atau apapun yang menjadi pembatas.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alakum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Ayah Menghibahkan 100% Hartanya kepada Ibu
14 May 2007, 21:05 | Mawaris | 5.118 views
Multi Level Marketing: Antara Halal dan Haram
13 May 2007, 23:18 | Muamalat | 6.710 views
Berapa Nishab Zakat Profesi?
13 May 2007, 22:21 | Zakat | 10.502 views
Al-Quran VS Shahih Muslim Dalam Basmalah
13 May 2007, 22:19 | Quran | 6.785 views
Adakah Kewajiban Bayar Zakat Dua Kali?
11 May 2007, 07:03 | Zakat | 4.952 views
Shalat Tasbih Tidak Ada Dalil Shahihnya, Bid'ahkah?
11 May 2007, 06:48 | Hadits | 6.139 views
Puasa Hari Kelahiran
9 May 2007, 23:46 | Puasa | 8.814 views
Adakah Kaitan Antara Kemiripan Wajah dengan Jodoh?
9 May 2007, 22:55 | Nikah | 6.455 views
KB yang Sesuai dengan Tuntunan Agama
9 May 2007, 02:03 | Kontemporer | 11.241 views
Maghrib Dulu atau Isya Dulu?
8 May 2007, 23:10 | Shalat | 7.152 views
Niat Puasa Dobel Bisakah?
8 May 2007, 00:09 | Puasa | 7.514 views
Apa yang Dimaksud Aqad Ganda Dalam Transaksi?
7 May 2007, 15:37 | Muamalat | 6.166 views
Sekali Lagi Tentang Fenomena Lafadz Allah
7 May 2007, 08:18 | Kontemporer | 5.151 views
Kapan Kita Boleh Melakukan Shalat Jama'?
7 May 2007, 00:09 | Shalat | 8.926 views
Islam: Agama atau Ideologi?
4 May 2007, 20:53 | Umum | 4.464 views
Nikah Tanpa Dihadiri Orang Tua Kandung Isteri
4 May 2007, 03:12 | Nikah | 4.641 views
Adzan di Kamar Asrama Bukan di Masjid
2 May 2007, 23:13 | Shalat | 4.971 views
Wanita Haid Adalah Najis?
2 May 2007, 23:00 | Thaharah | 5.558 views
Isteri Khulu', Berapa Lama Iddahnya?
2 May 2007, 02:37 | Nikah | 7.197 views
Kakak Wafat Meninggalkan Isteri, Anak Perempuan, Ayah, Ibu dan Saudara
2 May 2007, 01:28 | Mawaris | 5.287 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,036,620 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img