Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Ritual Pasca Meninggal Dunia | rumahfiqih.com

Ritual Pasca Meninggal Dunia

Wed 16 May 2007 02:58 | Umum | 7.265 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Ustadz yang terhormat! Ada beberapa hal yang akan saya tanyakan.

Saya merupakan orang pendatang yang tinggal di suatu tempat namun saya heran dengan cara penduduk asli setempat (Betawi) jika ada orang yang meninggal dunia.

1. Orang (kyai/ustadz) yang akan menyolatkan jenazah, harus diundang terlebih dahulu?

2. Ahli waris membagikan beras, yang katanya beras tersebut sebagai fidyah?

3. Membaca Al-Qur'an sampai tamat (+/- 7 hari) yang dilaksanakan di kuburan si mayat?

Demikian! Mohon penjelasan ustadz, apakah yang mereka lakukan bisa dibenarkan?

Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Praktek seperti itu bukan hanya budaya orang betawi semata, melainkan cerminan dari tipologi model religiusitas masyarakat kita secara keseluruhannya. Budaya mengundang untuk menyalatkan jenazah misalnya, bukan hanya ciri khas orang betawi, tetapi kita dapati di berbagai belahan nusantara.

Kalau kita telusuri satu per satu tentang latar belakang kebiasaan ini, kita mungkin akan mendapatkan alur cerita dan latar belakangnya, lepas dari apakah hal itu bisa diterima atau tidak.

Misalnya tentang mengundang para kiyai untuk menshalati jenazah, budaya ini sebenarnya tidak melanggar apapun dari hukum syariah. Adapun latar belakang pemikirannya, kira-kira demikian. Bahwa shalat jenazah itu tidak lain merupakan doa yang amat bermanfaat buat jenazah. Maka semakin banyak yang menshalati, akan semakinbanyak orang yang mendoakan. Apalagi bila yang mendoakan orang-orang shalih, yang kemudian dijatuhkan pada sosok para kiyai, maka harapan untuk lebih maqbul doanya tentu lebih besar.

Inilah kira-kira alasan keluarga mayit untuk secara khusus memohon agar parakiyai berkenan hadir untuk menshalati jenazah keluarga mereka.

Bahkan bukan hanya itu, para kiyai yang sangat dihormati itu kemudian diberi hadiah. Bentuknyadalam bentuk uang dalamamplop. Tentu yang ini agak keterlaluan, tetapi begitulah cara keluarga menghormati tokoh agamanya.

Fidyah

Sebenarnya istilah fidyah lebih dikenal dalam urusan membayar hutang puasa Ramadhan, yaitu buat orang tua atau orang yang kondisinya tidak mampu melakukan kewajiban itu. Untuk mengganti puasa yang ditinggalkan, mereka tidak perlu melakukan puasa melainkan membayar fidyah sebesar satu mud (dua genggam tapak tangan) untuk satu hari puasa yang ditinggal.

Namun yang menarik untuk diperhatikan, sebagian ulama kemudian melakukan qiyas atas hal ini. Fidyah yang awalnya untuk mengganti puasa yang luput, kemudian diberlakukan juga pada kasus luputnya seseorang dari melakukan shalat wajib.

Ada sementara kalangan yang kurang dapat menerima qiyas seperti ini, karena menyangkut masalah ibadah mahdhah. Bukan menolak qiyas, melainkan cara mengqiyas antara puasa dan shalat kurang tepat.

Sayangnya, dalam prakteknya, bayar fidyah itu sekedar menjadi seremonial yang lucu, karena beras itu hanya dipindah-pindah kepemilikannya sebelum akhirnya semua jamaah yang hadit ikut shalat mendapat bagian masing-masing.

Kalaulah ingin menggunakan qiyas, seharusnya yang dibagi beras adalah khusu orang-orang miskin yang memang berhak. Bukan setiap orang diberi, karena fiyah itu memang memberi makan orang miskin.

Membaca Al-Quran di Kuburan

Demikian juga dengan budaya membaca Al-Quran yang dihadiahkan pahalanya untuk arwah mereka yang sudah meninggal dunia, ternyata juga ada beberapa landasannya, meski tetap merupakan wilayah ikhtilaf di kalangan fuqaha'.

Sebagian besar dari fuqaha' sepakat mengatakan bahwa seseorang bisa mengirim pahala bacaan Al-|quran yang dibacanya untuk siapapun ruh jenazah yang diniatkan.

Oleh karena itu, maka banyak orang yang kini melakukannya, semata-mata karena memang mendasari tindakannya dari apa yang difatwakan oleh para ulama.

Namun kalau harus membaca hingga 7 hari 7 malam, apalagi harus dilakukan di kuburan, tentu saja tidak ada ketentuannya dari nash-nash syariah. Malah, ada dalil yang melarang kita duduk-duduk di kuburan.

Sebenarnya membaca Al-Quran tidak harus di kuburan, lagi pula urusannya bukan dengan kuburan. Urusannya dengan Allah SWT yang akan memberi pahala kepada orang yang membaca Al-Quran. Setelah itu baru kemudian pahala ditransfer kepada orang yang sudah meninggal dunia. Dan tempatnya bukan di kuburan. Pada titik inilah sebenarnya kita bisa melakukan kritisasi.

Adapun kalau masalah sampai atau tidak sampaonya pahala bacaan A-Quran kepada mayyit, itu urusan khilaf di antara para ulama.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kuburan di Depan Masjid
14 May 2007, 21:42 | Aqidah | 7.309 views
Ayah Menghibahkan 100% Hartanya kepada Ibu
14 May 2007, 21:05 | Mawaris | 5.108 views
Multi Level Marketing: Antara Halal dan Haram
13 May 2007, 23:18 | Muamalat | 6.700 views
Berapa Nishab Zakat Profesi?
13 May 2007, 22:21 | Zakat | 10.483 views
Al-Quran VS Shahih Muslim Dalam Basmalah
13 May 2007, 22:19 | Quran | 6.771 views
Adakah Kewajiban Bayar Zakat Dua Kali?
11 May 2007, 07:03 | Zakat | 4.943 views
Shalat Tasbih Tidak Ada Dalil Shahihnya, Bid'ahkah?
11 May 2007, 06:48 | Hadits | 6.129 views
Puasa Hari Kelahiran
9 May 2007, 23:46 | Puasa | 8.801 views
Adakah Kaitan Antara Kemiripan Wajah dengan Jodoh?
9 May 2007, 22:55 | Nikah | 6.444 views
KB yang Sesuai dengan Tuntunan Agama
9 May 2007, 02:03 | Kontemporer | 11.202 views
Maghrib Dulu atau Isya Dulu?
8 May 2007, 23:10 | Shalat | 7.118 views
Niat Puasa Dobel Bisakah?
8 May 2007, 00:09 | Puasa | 7.502 views
Apa yang Dimaksud Aqad Ganda Dalam Transaksi?
7 May 2007, 15:37 | Muamalat | 6.151 views
Sekali Lagi Tentang Fenomena Lafadz Allah
7 May 2007, 08:18 | Kontemporer | 5.145 views
Kapan Kita Boleh Melakukan Shalat Jama'?
7 May 2007, 00:09 | Shalat | 8.906 views
Islam: Agama atau Ideologi?
4 May 2007, 20:53 | Umum | 4.457 views
Nikah Tanpa Dihadiri Orang Tua Kandung Isteri
4 May 2007, 03:12 | Nikah | 4.633 views
Adzan di Kamar Asrama Bukan di Masjid
2 May 2007, 23:13 | Shalat | 4.958 views
Wanita Haid Adalah Najis?
2 May 2007, 23:00 | Thaharah | 5.546 views
Isteri Khulu', Berapa Lama Iddahnya?
2 May 2007, 02:37 | Nikah | 7.153 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,956,756 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:22 | Maghrib 17:56 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img