Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Menjamak Shalat dan Tayammum di Pesawat Terbang | rumahfiqih.com

Menjamak Shalat dan Tayammum di Pesawat Terbang

Sun 3 June 2007 17:00 | Shalat | 5.253 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu\'alaikum Semoga ustadz sentiasa dalam lindungan Allah SWT. Ustadz bagaimana cara sholat/ jamak sholat ketika berada dalam pesawat. Apabila perjalanan itu berangkat 10 pagi dan sampai di tempat tujuan dalam pukul 12 malam. Pesawat tidak transit di mana-mana. Bagaimana cara wudhunya? Dl pesawat ada toilet, bisakah kita ambil dari situ, atau kita tayamum saja. Apakah kita harus mengganti sholatyangkita jamak tersebut ketika kita sampai di tempat tujuan? Lalu kapan menggantinya, apakah saat sholat zuhur dan asar hari berikutnya.? Terimakasih atas jawaban ustadz Wassalamu\'alaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikm warahmatullahi wabarakatuh,

Wudhu di Pesawat Terbang

Di setiap penerbangan komersial, bisa dipastikan ada toilet yang ada airnya. Kita bisa gunakan untuk berwudhu', setidaknya untuk sekedar membasuh wajah, kedua tangan hingga siku, lalu menyapu sebagian kepala dan membasuh kedua kaki hingga mata kaki. Kewajiban atau rukun wudhu' tidak lebih dari itu, juga tidak diwajibkan untuk melakukannya tiga kali. Karena hukumnya hanya sunnah.

Lain halnya bila anda naik helikopter, pesawat tempur atau pesawat khusus pengungsi, belum tentu dijamin ada toiletnya.

Selama masih ada air yang bisa digunakan untuk berwudhu' dan jumlah air itu cukup, maka belum diperbolehkan mengganti wudhu' dengan tayammum. Karena tayammum sifatnya darurat, yaitu bila tidak ditemukan air. Padahal di dalam penerbangan komersial, selain air di toilet, juga tersedia air minum untuk seluruh penumpang.

Walhasil, kalau mau tunduk kepada hukum fiqih yang baku, bertayammum di atas pesawat penerbangan komersial belum dibenarkan, karena air masih ditemukan. Kecuali buat orang sakit. Dalilnya adalah firman Allah SWT:

Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik.(QS. Al-Maidah: 6)

Mengganti Shalat di Tempat Tujuan
Ada sebagian pendapat di kalangan ulama yang masih menganggap bahwa shalat di atas kendaraan itu tidak sah. Lantaran hal itu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Hadits tentang beliau SAW shalat di atas unta hanya terkait dengan shalat sunnah, bukan shalat wajib.

Padahal shalat wajib itu mengharuskan berdiri dan menghadap kiblat dengan benar. Sedangkan shalat sunnah boleh sambil duduk dan tidak ada kewajiban untuk terus menerus menghadap kiblat.

Maka para ulama itu menyebut shalat di perjalanan itu sebagai shalat lihurmatil wakti, yaitu shalat sekedar menghormati waktu shalat saja. Belum terhitung shalat yang sah dan menggugurkan kewajiban. Sehingga tetap ada kewajiban untuk shalat setibanya nanti.

Shalat itu disebut shalat qadha', sesuai dengan kejadiannya di mana shalat dilakukan bukan pada waktunya. Waktunya menurut sebagian ulama adalah begitu tiba di tempat dan dimungkinkan untuk shalat dengan berdiri dan menghadap kiblat. Tidak harus menunggu waktunya sesuai dengan waktu shalat yang ditinggalkan. Karena tetap saja bukan waktunya.

Namun umumnya para ulama berpendapat bahwa shalat wajib di atas kendaraan tetap boleh, sah dan wajib dilaksanakan. Karena shalat itu sah, maka sudah gugur kewajibannya dan tidak perlu lagi diqadha'.

Adapun tentang tidak adanya contoh dari nabi Muhammad SAW tentang hal itu, mereka mengajukan sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa beliau SAW pernah melakukannya.

Jadi kesimpulannya, masalah ini masalah khilafiyah yang masing-masing pendapat datang dengan dalil dan hujjahnya. Kita punya kewajiban moral untuk menghormati masing-masing pendapat itu, sebagaimana orang lain juga punya kewajiban moral untuk menghormati pendapat kita.

Selama masing-masing pihak saling menghormati dan bertenggang rasa, tidak merasa diri paling benar, tidak merasa orang lain harus dikalahkan, maka insya Allah kehidupan beragama kita semakin baik dan harmonis. Sebaliknya, kalau kita berpikiran sempit, picik, kaku dan tidak memberi ruang untuk berbeda pendapat, maka kehidupan beragama ini menjadi sumber malapetaka.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mau mendengar nasehat dan mengikuti yang baik.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikm warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Imam Qunut Makmum Tidak, Bolehkah?
2 June 2007, 12:09 | Shalat | 7.259 views
Sejarah Kemegahan Islam Dalam Masalah Buku dan Perpustakaan
31 May 2007, 04:45 | Negara | 5.343 views
Doa untuk Menaklukkan Dosen Pembimbing
31 May 2007, 04:04 | Umum | 5.697 views
Zikir Bisa Mengundang Jin?
29 May 2007, 09:25 | Umum | 5.981 views
Bolehkah Memberi Nilai Tambahan kepada Siswa?
29 May 2007, 08:31 | Umum | 4.421 views
Alasan Kebolehan Talfiq (Mix Antar Mazhab)
29 May 2007, 04:58 | Ushul Fiqih | 6.152 views
Apa Prioritas Dakwah Dalam Islam yang Shahih?
28 May 2007, 23:24 | Dakwah | 4.904 views
Apakah Bulu atau Kotoran Anjing Sama Seperti Liur Anjing
27 May 2007, 23:36 | Thaharah | 6.091 views
Pak Ustadz Mazhabnya Apa?
27 May 2007, 10:01 | Ushul Fiqih | 7.535 views
Ibnu Arabi dan Islam Liberal
26 May 2007, 12:31 | Aqidah | 6.213 views
Apakah Kami Perlu Akad Nikah Ulang?
24 May 2007, 23:57 | Nikah | 6.732 views
Tinggal di Bandung Kerja di Jakarta, Bisakah Shalat Safar?
23 May 2007, 23:36 | Shalat | 5.083 views
Apakah Aplikasi Qur'an Pada Ponsel Termasuk Mushaf?
23 May 2007, 00:44 | Quran | 7.422 views
Mohon Saran Belajar Ilmu Agama
22 May 2007, 00:16 | Dakwah | 6.278 views
Al-Quran Diturunkan dengan 7 Huruf?
21 May 2007, 23:18 | Quran | 7.381 views
Wudhu' yang Wajib dan yang Sunnah
21 May 2007, 22:30 | Thaharah | 8.346 views
Khilafiyah, Bukankah Kebenaran Hanya Satu?
19 May 2007, 22:16 | Ushul Fiqih | 6.488 views
Suami Wafat Meninggalkan 1 Isteri, 3 Anak Laki dan 2 Anak Perempuan
18 May 2007, 21:38 | Mawaris | 5.129 views
Ayat yang Sekilas Bertentangan
16 May 2007, 23:41 | Quran | 5.178 views
Al-Fatihah Dalam Shalat
16 May 2007, 23:19 | Shalat | 6.028 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,428,087 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:55 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:50 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img