Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Mengusap Kepala dan Membersihkan Hidung | rumahfiqih.com

Mengusap Kepala dan Membersihkan Hidung

Wed 6 June 2007 03:25 | Thaharah | 5.954 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaykum wr wb.

Pak Ustadz, pada saat ber-wudlu ana melihat sebagian jamaah hanya menyipratkan air ke rambut bagian depan (ubun-ubun) bukan mengusap seluruh kepala, juga hanya membasahi hidung dengan air bukan memasukan air kedalamya, sebetulnya manakah yang lebih rojih dari kasus tersebut.

Terima kasih atas penjelasannya.

Wassalamu'alaykum wr wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Perintah untuk mengusap kepala memang ada di dalam ayat Al-Quran, bunyinya:

Maka usaplah(dengan air) kepalamu (QS. Al-Maidah: 6)

Kalau melihat contoh dari praktek nabi SAW, beliau melakukan pengusapan dengan beberapa cara yang berbeda. Salah satu di antaranya adalah dengan meletakkan kedua tapak tangan di atas ubun-ubun, lalu menggerakkannya ke arah belakang kepala. Dan beliau lakukan sekali saja, tidak tiga kali.

Dari Ali bin Abi Thalib ra tentang sifat wudhu' Nabi SAW berkata, "Dan beliau menyapu kepalanya sekali saja. (HR Abu Daud)

Dari Abdullah bin Zaid bin 'Ashim tentang wudhu' nabi, berkata, "Dan beliau mengusap kepalanya kemudian meletakkan tangannya di bagian depan kepala lalu menggesernya ke bekalang. (HR Bukhari Muslim)

Dalam lafadz yang lain, "Beliau memulai mengusap dari depan kepalanya lalu membawa kedua tangannya itu ke bagian belakang kepala (qafa), kemudian mengembalikan kedua tangannya ke tempat semula.

Yang dimaksud dengan mengusap adalah meraba atau menjalankan tangan ke bagian yang diusap dengan membasahi tangan sebelumnya dengan air. Sedangkan yang disebut kepala adalah mulai dari batas tumbuhnya rambut di bagian depan/ dahi ke arah belakang hingga ke bagian belakang kepala.

Perbedaan Cara Mengusap Kepala di Antara Beberapa Mazhab

Dari sekian banyak dalil, para ulama kemudian berijtihad untuk menarik kesimpulan. Memang ada sedikit perbedaan dalam kesimpulan yang dikemukakan oleh masing-masing, namun perbedaan itu cukup manusiawi dan wajar, mengingat tiap dalil memberikan keterangan yang sedikit berlainan.

Katakanlah misalnya mazhab Al-Hanafiyah, mazhab inimengatakan bahwa yang wajib untuk diusap tidak semua bagian kepala, melainkan sekadar bagian dari kepala. Yaitu mulai ubun-ubun dan di atas telinga.

Lain halnya dengan mazhab Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah, mereka tetap berpendapat untukmengatakan bahwa yang diwajib diusap adalah seluruh bagian kepala. Bahkan Al-Hanabilah mewajibkan untuk membasuh juga kedua telinga baik belakang maupun depannya. Sebab menurut mereka kedua telinga itu bagian dari kepala juga.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah: Dua telinga itu bagian dari kepala. Namun yang wajib hanya sekali saja, tidak tiga kali.

Lain lagi dengan pendapat dari kalangan mazhab Asy-syafi`iyyah. Mereka mengatakan bahwa yang wajib diusap dengan air hanyalah sebagian dari kepala, meskipun hanya satu rambut saja.

Tentu saja mazhab ini tidak asal ngomong, tetapi berangkat dari dalil yang kuat, setidaknya menurut mereka. Dalil itu antara lain adalah hadits Al-Mughirah:

Bahwa Rasulullah SAW ketika berwudhu` mengusap ubun-ubunnya dan imamahnya (sorban yang melingkari kepala).

Maka apa yang anda lihat itu sesungguh tidak menyalahi pendapat-pendapat yang ada di kalangan ulama. Kalau pendapat itu benar, ulama itu akan mendapat 2 pahala, tetapi kalau salah, hanya dapat satu pahala saja. Tetapi kita tidak boleh mengatakan bahwa cara itu sesat atau tidak sesuai dengan sunnah nabi SAW.

Memasukkan Air Ke Hidung

Yang disunnahkan bukan mencuci ujung hidung, melainkan memasukkan air ke hidung dan kemudian mengeluarkannya. Memasukkan air ke hidung disebut istinsyaq dan mengeluarkannya disebut istintsar. Keduanya bagian dari sunnah wudhu.

Dalilnya adalah sebagai berikut:

Dari Humran ra bahwa Utsman ra meminta dibawakan seember air, kemudian beliau mencuci kedua tapak tangannya tiga kali, kemudian berkumur-kumur, kemudian memasukkan air ke hidung, kemudian mengeluarkannya. Lalu beliau membasuh wajahnya tiga kali, kemudian membasuh tangannya yang kanan hingga siku tiga kali, kemudian tangan yang kiri demikian juga, kemudian mengusap kepalanya, kemudian mencuci kaki kanannya hingga mata kaki tiga kali, kemudian kaki kiri sedemikian juga, kemudian beliau berkata, "Aku telah melihat Rasulullah SAW berwudhu sebagaimana wudhu'-ku ini. (HR Muttafaq 'alaihi)

Sedangkan mencuci ujung hidung atau bagian luar hidung bukan termasuk sunnah dalam berwudhu'. Lagian sudah dibersihkan saat membasuh wajah. Jadi buat apalagi dibersihkan?

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Halalkah Makanan di Tempat Takziah
5 June 2007, 03:40 | Kuliner | 6.452 views
Kepada Siapa Sajakah Wanita Boleh Membuka Jilbab?
5 June 2007, 03:33 | Wanita | 7.172 views
Menikahi Perempuan Janda Hamil
5 June 2007, 00:50 | Nikah | 5.504 views
Senggama Saat Haid
4 June 2007, 02:02 | Nikah | 6.196 views
Melanggar Peraturan Manusia, Dosakah?
4 June 2007, 00:03 | Umum | 5.039 views
Menjamak Shalat dan Tayammum di Pesawat Terbang
3 June 2007, 17:00 | Shalat | 5.303 views
Imam Qunut Makmum Tidak, Bolehkah?
2 June 2007, 12:09 | Shalat | 7.379 views
Sejarah Kemegahan Islam Dalam Masalah Buku dan Perpustakaan
31 May 2007, 04:45 | Negara | 5.396 views
Doa untuk Menaklukkan Dosen Pembimbing
31 May 2007, 04:04 | Umum | 5.747 views
Zikir Bisa Mengundang Jin?
29 May 2007, 09:25 | Umum | 6.079 views
Bolehkah Memberi Nilai Tambahan kepada Siswa?
29 May 2007, 08:31 | Umum | 4.458 views
Alasan Kebolehan Talfiq (Mix Antar Mazhab)
29 May 2007, 04:58 | Ushul Fiqih | 6.234 views
Apa Prioritas Dakwah Dalam Islam yang Shahih?
28 May 2007, 23:24 | Dakwah | 4.949 views
Apakah Bulu atau Kotoran Anjing Sama Seperti Liur Anjing
27 May 2007, 23:36 | Thaharah | 6.179 views
Pak Ustadz Mazhabnya Apa?
27 May 2007, 10:01 | Ushul Fiqih | 7.644 views
Ibnu Arabi dan Islam Liberal
26 May 2007, 12:31 | Aqidah | 6.267 views
Apakah Kami Perlu Akad Nikah Ulang?
24 May 2007, 23:57 | Nikah | 6.975 views
Tinggal di Bandung Kerja di Jakarta, Bisakah Shalat Safar?
23 May 2007, 23:36 | Shalat | 5.119 views
Apakah Aplikasi Qur'an Pada Ponsel Termasuk Mushaf?
23 May 2007, 00:44 | Quran | 7.482 views
Mohon Saran Belajar Ilmu Agama
22 May 2007, 00:16 | Dakwah | 6.335 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,956,133 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:22 | Maghrib 17:56 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img