Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Akad Nikah di Masjid Ketika Sedang Haid | rumahfiqih.com

Akad Nikah di Masjid Ketika Sedang Haid

Wed 6 June 2007 04:02 | Nikah | 5.727 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr wb

Ustadz Ahmad yang dirahmati Allah,

Bolehkah melangsungkan akad nikah di dalam masjid ketika calon isteri sedang haid?

Untuk para tamu, bolehkah menghadiri akad nikah di masjid ketika sedang haid?

Ditunggu jawabannya secepatnya pak ustadz, berhubung dalam waktu dekat ini saya akan melangsungkan pernikahan.

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Akad nikah memang disunnahkan untuk dilakukan di dalam masjid. Namun masjid tidak boleh dimasuki oleh orang yang sedang dalam keadaan janabah. Di antara mereka yang dalam keadaan janabah adalah para wanita yang sedang dalam keadaan haidh.

Tetapi tidak usah khawatir, karena untuk akad nikah memang tidak diperlukan kehadiran para wanita. Cukup 4 orang laki-laki saja yang harus ada, selebihnya boleh ada dan boleh tidak.

Keempat orang itu adalah:

  1. Calon suami atau wakilnya
  2. Calon mertua laki-laki atau wakilnya
  3. Saksi laki-laki pertama
  4. Saksi lak-laki kedua

Cukuplah keempat orang ini saja yang duduk dalam satu majelis akad nikah. Calon mertua kemudian mengucapkan ijab, misalnya, "Aku nikahkan kamu dengan anak gadisku di fulanah." Lalu calon suami itu menjawab, "Saya terima", atau "Saya setuju", atau "Oke", atau apapun yang tidak bisa ditafsirkan lain kecuali tanda setuju, maka pernikahan itu sudah sah.

Adapun calon isteri tidak perlu hadir, karena tidak punya peran apapun dalam akad itu. Calon isteri boleh ada di situ kalau mau hadir, tapi boleh juga tidak hadir, misalnya lagi sibuk jalan-jalan di mall, atau di rumah saja, atau bahkan sedang di luar negeri.

Pokoknya tidak ada peran bagi calon isteri untuk ikut dalam akad itu. Karena akad nikah urusan laki-laki, bukan urusan perempuan.

Apalagi dengan semua wanita yang lainnya, termasuk ibu mertua, bibi, eyang, keponakan dan semua tamu undangan, boleh datang dan boleh juga tidak datang, pernikahan sudah sah cukup dengan dihadiri oleh keempat laki-laki dalam daftar di atas.

Haramnya Masjid Bagi Wanita Haidh

Sebenarnya tidak semua bagian masjidharam dimasuki oleh wanita haidh, karena memang tidakbagian masjid menjadi wilayah 'suci'.

Ada bagian dari masjid yang diikrarkan bukan tempat 'suci' dan 'sakral'. Gampangnya, di masjid pasti ada kamar mandi, tentu kamar mandi bukan wilayah suci. Meski bagian dari masjid.

Demikian juga dengan halaman, selasar, gudang, tempat cuci-cuci sertaruang-ruang tertentu, bisa diikrarkan oleh takmir atau DKM sebagai wilayah di luar kesakralan. Pada wilayah itulah para wanita haidh boleh masuk dan duduk.

Batasannya adalah apa yang diikrarkan oleh takmir atau DKM, itu saja tidak lebih. Maka takmir masjid bisa mengatur bagaimana caranya ada acara akad nikah di masjid tetap bisa berjalan khidmat, lalu para wanita haidh tetap bisa ikut acara, meski dari luar area suci.

Ini akan kembali kepada pintar-pintarnya si takmir untuk mengatur posisi ruangan di masjid. Kalau pintar, insya Alllah bisa disiasati, kalau kurang pintar apalagi awam dengan hukum masjid, maka tentu amat disayangkan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Mengusap Kepala dan Membersihkan Hidung
6 June 2007, 03:25 | Thaharah | 6.226 views
Halalkah Makanan di Tempat Takziah
5 June 2007, 03:40 | Kuliner | 6.867 views
Kepada Siapa Sajakah Wanita Boleh Membuka Jilbab?
5 June 2007, 03:33 | Wanita | 8.119 views
Menikahi Perempuan Janda Hamil
5 June 2007, 00:50 | Nikah | 5.649 views
Senggama Saat Haid
4 June 2007, 02:02 | Nikah | 6.362 views
Melanggar Peraturan Manusia, Dosakah?
4 June 2007, 00:03 | Umum | 5.291 views
Menjamak Shalat dan Tayammum di Pesawat Terbang
3 June 2007, 17:00 | Shalat | 5.494 views
Imam Qunut Makmum Tidak, Bolehkah?
2 June 2007, 12:09 | Shalat | 7.734 views
Sejarah Kemegahan Islam Dalam Masalah Buku dan Perpustakaan
31 May 2007, 04:45 | Negara | 5.602 views
Doa untuk Menaklukkan Dosen Pembimbing
31 May 2007, 04:04 | Umum | 5.927 views
Zikir Bisa Mengundang Jin?
29 May 2007, 09:25 | Umum | 6.388 views
Bolehkah Memberi Nilai Tambahan kepada Siswa?
29 May 2007, 08:31 | Umum | 4.579 views
Alasan Kebolehan Talfiq (Mix Antar Mazhab)
29 May 2007, 04:58 | Ushul Fiqih | 6.509 views
Apa Prioritas Dakwah Dalam Islam yang Shahih?
28 May 2007, 23:24 | Dakwah | 5.091 views
Apakah Bulu atau Kotoran Anjing Sama Seperti Liur Anjing
27 May 2007, 23:36 | Thaharah | 6.413 views
Pak Ustadz Mazhabnya Apa?
27 May 2007, 10:01 | Ushul Fiqih | 8.065 views
Ibnu Arabi dan Islam Liberal
26 May 2007, 12:31 | Aqidah | 6.518 views
Apakah Kami Perlu Akad Nikah Ulang?
24 May 2007, 23:57 | Nikah | 7.852 views
Tinggal di Bandung Kerja di Jakarta, Bisakah Shalat Safar?
23 May 2007, 23:36 | Shalat | 5.295 views
Apakah Aplikasi Qur'an Pada Ponsel Termasuk Mushaf?
23 May 2007, 00:44 | Quran | 7.723 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,151,189 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-10-2019
Subuh 04:12 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:48 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img