Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bolehkah Memutuskan Sesuatu Berdasarkan Undian? | rumahfiqih.com

Bolehkah Memutuskan Sesuatu Berdasarkan Undian?

Sat 13 April 2013 04:51 | Kontemporer | 8.349 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr, wb.

Ustadz, bagaimanakah hukumnya melakukan undian untuk menentukan sesuatu? Misal: Melempar uang koin untuk menentukan siapakah yang berhak untuk menempati kamar tertentu.

Apakah kalau kita melakukannya kita tergolong ke dalam perbuatan yang mengandung kefasikan seperti yang tertera dalam surat Al-Maidah. 3.

Terima kasih atas kesediaan Ustadz untuk menjawab pertanyaan saya.

Wassalamualaikum wr, wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kata Al-azlam di dalam terjemahan Al-Quran versi Departemen Agama RI memang diartikan dengan mengundi nasib. Lalu sebagian orang ada yang bertanya seperti apa yang anda tanyakan, bagaiamana hukum undian? Apakah haram dan pelakunya menjadi fasik?

Mari kita cermati ayat 3 surat Al-Maidah yang menjadi titik pertanyaan anda:

Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. (QS. Al-Maidah: 3)

Al-Azlam diterjemahkan sebagai mengundi nasib dengan anak panah. Sebenarnya yang diharamkan bukan undiannya, melainkan meramal nasib lewat prosesi anak panah yang digamblingkan.

Masyarakat jahilyah sebelum Islam adalah pelaku khurafat dan percaya kepada tahayyul. Setiap ingin melakukan sesuatu yang besar, mereka punya kebiasaan mendatangi dukun dan paranormal untuk bertanya tentang nasib dan peruntungan mereka. Lalu dukun itu akan mengocokbeberapa anak panah dan pasiennya dipersilahkan untuk memilihnya. Hasil ramalan dukun itu ditentukan dari anak panah yang keluar.

Titik keharamannya bukan pada kocokan anak panahnya, melainkan pada kepercayaan atas ramalan nasib dari dukun.

Ada pun undian yang tidak ada kaitannya dengan kepercayaan dan ramalan, tentu hukumnya tidak mengapa. Bahkan Rasulullah SAW pun biasa melakukan undian, khususnya bila ada satu kesempatan berbuat baik yang terbatas namun diperebutkan oleh banyak orang.

Para isteri nabi yang mau ikut peperangan mendampingi beliau SAW, harus ikut undian terlebih dahulu. Yang namanya keluar, dia berhak ikut.

Di masa lalu sebelum era risalah Muhamadiyah, orang-orang saling mengundi untuk menentukan siapa yang berhak untuk menjadi pengasuh Maryam, ibunda nabi Isa 'alaihissalam. Kejadian itu direkam di dalam ayat Al-Quran:

Padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. (QS. Ali Imran: 44)

Ayat ini menggambarkan bahwa mengundi bukan sesuatu yang diharamkan. Bahkan pada syariat umat terdahulu.

Yang diharamkan adalah mempercayai ramalan dukun, yang kebetulan di masa jahiliyah itu para dukun mengeluarkan ramalan lewat mengocok anak panah.

Wallahu a'lam bishsahwab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hukum Shalat Tasbih, Bid'ahkah?
12 April 2013, 02:14 | Shalat | 23.308 views
Bercumbu dengan Isteri di Siang Hari Bulan Ramadhan
10 April 2013, 17:03 | Puasa | 10.104 views
Halalkah Makan dari Piring Non Muslim?
9 April 2013, 03:23 | Kuliner | 31.067 views
Sholat Jum'at di Negara Mayoritas Penduduknya Bukan Muslim
9 April 2013, 00:42 | Shalat | 7.358 views
Adakah Bangkai Yang Halal?
8 April 2013, 02:27 | Kuliner | 32.242 views
Tata Cara Shalat Taubat dan Doanya
7 April 2013, 23:35 | Shalat | 153.164 views
Mencukur Jenggot, Haramkah?
7 April 2013, 08:09 | Umum | 53.610 views
Uang Syubhat untuk Bayar Pajak?
5 April 2013, 21:19 | Muamalat | 8.709 views
Baca Al-Fatihah Sesudah Imam : Apa Tidak Terburu-buru?
4 April 2013, 23:47 | Shalat | 16.925 views
Memahramkan Anak Suami, Bisakah?
4 April 2013, 01:09 | Nikah | 8.480 views
Harta Isteri Menjadi Hak Isteri, Apa Dasarnya?
2 April 2013, 20:34 | Wanita | 10.610 views
Ragu Diundang Makan di Rumah Non Muslim
1 April 2013, 00:28 | Kuliner | 9.327 views
Mana yang Berlaku, Masa 'Iddah Berdasarkan Agama atau Negara?
30 March 2013, 22:14 | Nikah | 84.330 views
Islam Tidak Mengenal Pembagian Harta Gono-Gini?
29 March 2013, 20:46 | Mawaris | 12.602 views
Zakat Rumah yang Disewakan
29 March 2013, 01:48 | Zakat | 17.044 views
Mencabut Sighat Taliq yang Terlanjur Dilakukan
28 March 2013, 23:46 | Nikah | 11.919 views
Kotoran Kambing dan Air Kencing Unta Tidak Najis?
27 March 2013, 23:01 | Thaharah | 20.997 views
Perayaan Khitanan, Adakah Pensyariatannya?
26 March 2013, 23:24 | Thaharah | 11.820 views
Membatalkan Baiat, Apakah Ada Kaffarahnya?
26 March 2013, 23:21 | Aqidah | 9.247 views
Rasulullah SAW Dituduh Maniak Seks dan Pedofil?
25 March 2013, 22:45 | Umum | 14.490 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,251,704 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img