Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pemboikotan Produk Amerika dan Israel? | rumahfiqih.com

Pemboikotan Produk Amerika dan Israel?

Fri 6 July 2007 01:43 | Kontemporer | 5.865 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr, wb.

Beberapa minggu yang lalu di kuliah PAI, teman sekelas saya bertanya tentang haram-tidaknya produk-produk amerika yang diduga menysihkan sebagian labanya untuk mendanai israel.

Saya sudah sejak lama mendengar wacana ini. Saya jelas menentang tindakan perusahaan-perusahaan tersebut. namun yang masih menjadi ganjalan di hati saya ialah, selama ini saya hanya mendengar ajakan untuk memboikot produk-produk tersebut saja.

Belum pernah saya melihat bukti bahwa perusahaan-perusahaan tersebut mendonasikan labanya untuk israel. Kalau yang dimaksuk dana untuk israel adalah pajak yang dibayarkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk pemerintah AS lantas oleh AS uang tersebut diberikan sebagian untuk Israel, bukankah kalo begitu berarti kita harus memboikot seluruh produk AS?

Tapi apakah mungkin INDONESIA memboikot seluruh produk AS, menilik ketergantungan ekonomi kita yang sangat besar pada AS?

Sekiranya bapak ahmad sarwat berkenan menjawab pertanyaan saya. Terimakasih sebelumnya.

Wassalaamu'alaikum wr, wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Seruan untuk memboikot produk Israel dan Amerika memang sangat terkait dengan politik perang ekonomi. Boleh jadi sebenarnya secara hukum thaharah, produk makanan atau minuman itu halal. Karena dibuat tanpa melanggar aturan dalam syariah.

Namun yang menjadi titik masalah adalah efek psikologis di bidang ekonomi. Dan konon di beberapa negara Arab yang sebelumnya masyarakat sangat konsumtif terhadap produk Israel, begitu para ulama mengumandangkan ajakan boikot, banyak yang merugi dan gulung tikar.

Kenapa di negeri ini kita tidak tahu? Ada banyak sebab. Salah satunya memang produk-produk Israel itu memang tidak beredar di negeri kita. Sehingga kita tidak merasakan langsung pengaruh dari pemboikotan itu.

Apalagi seruan itu ternyata bukan hanya disambut oleh umat Islam di Timur Tengah saja, tetapi beberapa kelompok masyarakat di Eropa yang nota bene bukan muslim, juga ikut memboikot produk Israel itu. Motivasinya tentu karena kemanusiaan. Sebab apa yang dilakukan Israel benar-benar bertentangan denga nilai-nilai kemanusiaan, bukan hanya sekedar tidak suka kepada umat Islam.

Adapun produk negara Amerika yang memang sangat banyak itu, memang kita di Indonesia belum menyaksikan langsung gonjang-ganjing akibat pemboikotan. Sebab seperti yang anda sebutkan, jumlah item produk merekabegitu banyak dan bukan hanya yang dikonsumsi oleh masyarakat. Bahkan negara kita pun menjadi salah satu konsumennya.

Beberapa jenis pesawat terbang, senjata, mesin serta alat berat masih kita beli dari Amerika. Dan nyaris saat ini kelihatan tidak mungkin bila tiba-tiba kita tidak membeli dari mereka. Kalau melihat kondisi ini, sebenarnya yang butuh bukan Amerika tetapi kita.

Lihatlah bagaimana TNI AUpernah diboikot oleh pabrikan pesawat terbang di Amerika, sehingga mereka tidak mau menjual spare-part pesawat. Akibatnya, begitu banyak pesawat kita yang tidak bisa terbang.

Namun seruan untuk boikot itu tetap sangat efektif dan ampuh. Sebab memboikot adalah hak kita sebagai konsumen. Tinggal kita pilih-pilih mana yang lebih strategis untuk diboikot. Tentu tidak semua produk Amerika bisa dengan mudah diboikot. Ada banyak produk yang nyaris kita bisa memboikotnya, karena kenyataanya kita memang butuh. Lucunya, kita pun masih belum berniat untuk memproduk sendiri.

Dahulu bangsa Indonesia bisa bangga punya industri pesawat terbang, tapi kini semua tinggal kenangan. Entah salah urus atau salah kebijakan, yang jelas ribuan pegawai pabrik pesawat terbang di negeri ini jadi pengangguran. Konon pabrik itu sekarang hanya memproduksi panci untuk kebutuhan perlengkapan dapur. Sungguh mengenaskan.

Sebenarnya, bangsa ini bukan tidak punya putera terbaik yang bisa bikin produk canggih dan murah. Masalahnya terletak pada kebijakan penguasa yang tidak bijak dan kurang berjiwa nasionalisme. Barangkali otak mereka sudah teracuni dengan doktrin ekonomi barat yang kapitalis. Sehingga kurang memberi ruang dan kesempatan kepada produk dalam negeri sendiri untuk berkembang.

Akibatnya terjadi braindrain, sebuah istilah untuk mengungkapkan fenomena perginya ilmuwan dan tenaga ahli dari negeri sendiri ke luar negeri, akibat tidak dihargainya peran mereka oleh bangsa sendiri.

Tiap tahun ribuan putera-puteri terbaik bangsa ini yang hijrah ke negeri lain dan bekerja untuk kepentingan pembangunan di negeri itu. Alasannya sangat klasik, di sana mereka digaji tinggi sementara di sini, gaji mereka hanya terpaut tipis dengan para buruh kasar.

Walhasil negeri ini miskin produksi, tidak punya SDM, tidak punya modal untuk mengembangkan sendiri industri dalam negeri. Bahkan SDM yang berada di level paling dasar sekalipun, antri untuk bekerja menjadi buruh apa saja di luar negeri.

Ketika datang seruan untuk memboikot produk yahudi dan Amerika, barulah kita sadar. Rupanya semua yang kita makan, minum dan pakai, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, semua produk musuh Islam. Dan kita seolah baru bangun dari tidur, ternyata kita tidak bisa hidup kecuali menjadi konsumen setia industri musuh Allah.

Masalah ini menjadi pelajaran bagi kita bangsa muslim, untuk mulia berpikir lebih jauh. Jangan sampai hidup kita bergantung dari membeli produk orang lain. Sementara produk bangsa sendiri tidak dipikirkan.

Untuk itu, marilah kita mulia dari yang paling mudah dan sederhana. Kita belum bisa terlalu ideal memang, tetapi bukan berarti apa yang tidak bisa dikerjakan semuanya lalu ditinggalkan semuanya.

Pepatah Arab sering mengungkapkan dengan untaian kalimat: maa laa yudraku kulluhu laa yutraku julluhu. Sesuatu yang tidak bisa didapat semuanya, tidak harus ditinggalkan semuanya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Basmalah Dalam Shalat, Dibaca atau Tidak?
5 July 2007, 01:24 | Shalat | 7.235 views
Hak Waris Isteri
4 July 2007, 01:36 | Mawaris | 5.111 views
Apakah Boleh Nadzar Sesuatu yang Sebenarnya Wajib?
3 July 2007, 02:05 | Umum | 4.760 views
Air Suci Mensucikan dan Air Mutlaq
29 June 2007, 02:43 | Thaharah | 10.800 views
Karakteristik Agama Samawi
28 June 2007, 07:38 | Umum | 7.676 views
Keterkaitan Aqidah dan Syariah
27 June 2007, 04:41 | Ushul Fiqih | 6.144 views
Dakwah Secara Diam-Diam
26 June 2007, 02:19 | Dakwah | 5.510 views
Meluruskan Rambut untuk Suami
26 June 2007, 02:14 | Wanita | 6.203 views
Blog Fitnah dan Provokasi
25 June 2007, 02:57 | Umum | 5.384 views
Hukum Transplantasi Organ dari Non Muslim
22 June 2007, 03:29 | Kontemporer | 5.573 views
Zakat Persewaan
20 June 2007, 03:29 | Zakat | 5.804 views
Bolehkah Haji Dilakukan Dalam Salah Satu dari 3 Bulan?
15 June 2007, 04:25 | Haji | 4.848 views
Mengganti Puasa
15 June 2007, 04:17 | Puasa | 5.444 views
Sejak Diciptakan, Adam Memang Harus Turun ke Bumi?
15 June 2007, 02:34 | Aqidah | 8.759 views
Post Power Syndrome Iblis
14 June 2007, 01:38 | Aqidah | 6.057 views
Murtad Antara Label Politis dan Teologis
14 June 2007, 00:46 | Aqidah | 5.492 views
Hukum Bunga Bank Tidak Haram?
12 June 2007, 00:49 | Muamalat | 14.046 views
Dari Mana Datangnya Rukun Shalat?
12 June 2007, 00:23 | Shalat | 7.377 views
Pengertian dan Urgensi Ilmu Waris
11 June 2007, 00:05 | Mawaris | 5.305 views
Susunan Shaf Shalat dan Kompas Kiblat
8 June 2007, 01:02 | Shalat | 5.911 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,080,379 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img