Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hadits Kembali dari Jihad Kecil ke Jihad Besar | rumahfiqih.com

Hadits Kembali dari Jihad Kecil ke Jihad Besar

Wed 11 July 2007 01:15 | Hadits | 6.644 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu alaikum wr wb.

Semoga pak ustadz sekeluarga mendapat ridha Allah.

Seorang mengatakan bahwa di masa kini sudah tidak relevan lagi bicara jihat dalam pengertian perang, apalagi ada hadits nabi yang mengatakan bahwa kita kembali dari jihad kecil menuju jihad besar, yaitu melawan hawa nafsu.

Pernyataan ini mengusik rasa ingin tahu saya tentang kedudukan hadits itu.

Siapa yang merawikan dan apa statusnya? Benarkah jihad secara pisik itu hanya jihad kecil?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasi

Wasalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kalimat ini menurut para ahli riwayat bukanlah sabda Rasulullah SAW. Namun di tengah masyarakat memang sudah terlanjur populer, bahkan tidak sedikit yang mengaitkannya dengan sabda Rasulullah SAW.

Sebagai muslim, kita wajib bersikap kritis dan teliti. Jangan sampai kita salah dan menggampangkan masalah. Lebih baik kita bertanya kepada ahlinya sebelum bicara.

Tidak ada salahnya bila kita banyak membuka kitab tentang kritik hadits untuk memastikan keshahihan riwayatnya. Atau setidaknya kita bertanya kepada para ulama ahli hadits, bukan kepada sembarang ustadz atau kiyai.

Sebab urusan keshahihan suatu hadits tidak bisa ditetapkan oleh sembarang orang. Hanya mereka yang belajar serius di bidang ilmu hadits saja yang punya otoritas dan kompetensi untuk menjelaskannya.

Bukan Hadits

Lafadz ini oleh para ulama hadits ditetapkan bukan sabda nabi, melainkan perkataan orang lain. Adalah Ibrahim bin Abi Abalah yang disebut-sebut sebagai sumbernya. Kitab yang paling terkenal dalam ilmu periwayatan hadits, Siyar a'lamin nubala, yang disusn oleh Adz-Dzahabi, pada halaman 325 jilid 6 menyebutkan bahwa Ibnu Abi Abalah berkata, "Kalian telah pulan dari perang terkecil, lalu perbuatan apa yang kalian perbuat untuk menghadapi perang besar (melawan hawa nafsu)?."

Jelaslah bahwa yang mengucapkan lafadz ini bukan nabi SAW, melainkan orang lain..

Dalam kitab Tasdidunnufus, Al-Asqalani berkata bahwa lafadz tersebut memang populer di kalangan umat, tetapi ini adalah perkataan Ibrahin bin Abi Abalah dalam kitab Al-Kina karya An-Nasai.

Al-Qari menyebutkan bahwa lafadz ini terdapat dalam kitab Al-Ihya'.

Muhaddits kontemporer, Syeikh Nashiruddin Al-Albani menyebutkan dalam kitab Silsilah Ahadits Dhaifah jilid 5, hadits nomor 2460 bahwa haditsnya diingkari (munkarul hadits).

Siapakah Yang Mengucapkan?

Sudah disebutkan di atas bahwa lafadz ini bukan sabda nabi, melainkan perkataan Ibrahim bin Abi Abalah.

Ibrahim bin Abi Abalah adalah seorang yang termasuk generasi tabiin, satu level di bawah generasi shahabat.

Disebutkan bahwa beliau lahir pada tahun 60 hijriyah, atau 50 tahun setelah nabi SAW wafat. Sebuah sumber menyebutkan bahwa beliau wafat pada tahun 152 hijriyah.

Beliau adalah orang yang mengatakan lafadz ini dan bukan riwayat dari Rasulullah SAW seperti anggapan sebagian orang. Namun di luar lafadz ini, beliau tercatat pernah meriwayatkan sekitar 100-an hadits dari nabi SAW.

Boleh jadi beliau memang tidak berniat memalsu hadits nabawi, namun orang-orang yang keliru mengutip perkataannya sebagai sabda nabi SAW..

Karena itu kita boleh saja menyampaikan lafadz itu, selama tidak mengatakannya sebagai sabda nabi SAW.

Dan intinya memang di situ, bahwa perkataan siapa pun bisa diterima atau ditolak, kecuali sabda nabi SAW.

Lafadz ini bisa saja kita tolak karena bukan sabda seorang nabi. Apalagi ketika digunakan untuk mementahkan semangat jihad secara pisik di kalangan umat, wa bil khusus, generasi mudanya.

Jihad melawan hawa nafsu memang berat dan banyak orang yang tidak lulus di dalamnya.

Namun jihad secara pisik juga tidak ringan, karena memutuhkan pengorbanan yang tidak kecil. Mulai dari latihan, keterampilan, kekuatan pisik, kesehatan, biaya, kesiapan mental hingga resiko meninggal di medan tempur, semua bukan perkara ringan.

Belum lagi resiko cacat seumur hidup bila selamat.

Yang pasti, karena beratnya jihad secara pisik ini, Allah membebaskan para mujahidin yang syahid dari segala bentuk pertanyaan di akhirat. Mereka masuk surga langsung tanpa hisab, bahkan tanpa harus dikafani atau dimandikan jenazahnya.

Pendeknya, surga sudah di tangan sejak masih hidup. Mana ada amal selain jihad yang se besar itu ganjarannya?

Apalagi Allah SWT telah berfirman

Allah telah melebihkan mujahidin dari pada orang duduk dengan ganjaran yang besar(QS. Annisa 59)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Sutra untuk Laki-Laki
10 July 2007, 06:32 | Kontemporer | 4.918 views
Ternyata Adam Dilahirkan?
10 July 2007, 06:26 | Aqidah | 7.156 views
Khatib Kurang Rukun Khutbah
9 July 2007, 02:16 | Shalat | 6.975 views
Salahkah Menitipkan Anak di Pondok Pesantren?
9 July 2007, 01:09 | Dakwah | 5.534 views
Pemboikotan Produk Amerika dan Israel?
6 July 2007, 01:43 | Kontemporer | 6.072 views
Basmalah Dalam Shalat, Dibaca atau Tidak?
5 July 2007, 01:24 | Shalat | 7.566 views
Hak Waris Isteri
4 July 2007, 01:36 | Mawaris | 5.351 views
Apakah Boleh Nadzar Sesuatu yang Sebenarnya Wajib?
3 July 2007, 02:05 | Umum | 5.030 views
Air Suci Mensucikan dan Air Mutlaq
29 June 2007, 02:43 | Thaharah | 24.717 views
Karakteristik Agama Samawi
28 June 2007, 07:38 | Umum | 13.996 views
Keterkaitan Aqidah dan Syariah
27 June 2007, 04:41 | Ushul Fiqih | 7.575 views
Dakwah Secara Diam-Diam
26 June 2007, 02:19 | Dakwah | 5.838 views
Meluruskan Rambut untuk Suami
26 June 2007, 02:14 | Wanita | 6.558 views
Blog Fitnah dan Provokasi
25 June 2007, 02:57 | Umum | 5.692 views
Hukum Transplantasi Organ dari Non Muslim
22 June 2007, 03:29 | Kontemporer | 5.812 views
Zakat Persewaan
20 June 2007, 03:29 | Zakat | 6.120 views
Bolehkah Haji Dilakukan Dalam Salah Satu dari 3 Bulan?
15 June 2007, 04:25 | Haji | 5.161 views
Mengganti Puasa
15 June 2007, 04:17 | Puasa | 5.635 views
Sejak Diciptakan, Adam Memang Harus Turun ke Bumi?
15 June 2007, 02:34 | Aqidah | 9.975 views
Post Power Syndrome Iblis
14 June 2007, 01:38 | Aqidah | 6.381 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,549,757 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:41 | Ashar 15:05 | Maghrib 17:56 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img