Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bolehkah Percaya kepada Jin Islam | rumahfiqih.com

Bolehkah Percaya kepada Jin Islam

Mon 23 July 2007 03:07 | Umum | 6.065 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum wr wb.

Saya ingin menanyakan apakah kita sebagai muslim boleh menggunakan harta yang didapat dari jin Islam sedang kita tidak tau dari mana harta tersebut.

Karena ada sesuatu yang meragukan saya sebab ada saudara yang percaya bahwa kita boleh menggunakan harta tersebut karena harta tersebut tidak ada pemiliknya sedang dia tetap rajin menjalankan semua kewajiban sebagai hamba Allah dan melakukan amalan-amalan dari jin tersebut yang berupa pembacaan ayat Al-qur'an.

Jawaban :

Assalamu 'alakum warahmatullahi wabarakatuh,

Semenjak zaman Nabi Sulaiman 'alaihissalam, sesunguhnya jasa para jin tidak diperlukan lagi buat umat manusia. Beliau adalah nabi yang secara khusus mendapatkan kekuasaan hingga ke tingkat bangsa jin. Sedangkan nabi dan umat yang lain, tidak diberikan 'fasilitas' itu.

Di hadapan nabi yang juga raja ini, para jin harus tunduk dan patuh, karena beliau memang punya kekuatan yang melebihi kekuatan para jin. Oleh sebab itu, tidak ada seorang jin pun yang berani menipu atau melawan beliau.

Berbeda dengan kita yang tidak diberikan kekuasaan untuk mengatur bangsa jin. Posisi kita tentu berbeda dengan posisi nabi Sulaiman. Kita lebih mudah ditipu atau dikelabuhi oleh bangsa jin.

Mereka punya kekuatan yang di luar jangkauan manusia. Sementara kita hanya mampu sekedar berlindung kepada Allah dari kejahatan mereka. Jadikita tidak bisa secara aktif melakukan berbagai langkah untuk mematikan mereka, juga tidak bisamengejar mereka ke sarangnya untuk kemudianmelakukan pembasmian.

Seandainyaadajin yang melakukan kejahatan, maka kita tidak diberi perangkat oleh Allah SWT untuk menegakkan hukum. Mau ke mana mengejarnya? Bayangkan kalau ada ribuan jin jahat melakukan kejahatan, bagaimana cara kita memenjarakannya?

Yang diajarkan oleh Rasulullah SAW hanya sekedar berlindung dari kejahatan para jin, sebagaimana yang kita baca dari dua surat yang terakhir di dalam Al-Quran. Kita tidak diberi perangkat untuk bisa mematikan dan membungi hangus mereka.

Oleh karena itu, kita tidak diberikan peluang oleh Allah SWT untuk melakukan proyek-proyek kerjasama dengan bangsa jin, meski mereka mengaku beragama Islam.

Kalau pun ada kerjsama, mungkin terjadi secara tidak langsung. Misalnya, ada ulama dari kalangan manusia yang mengajar ilmu agama, lalu sebagian dari bangsa jin ikut duduk mendengarkan dan mengambil manfaat dari majelis ilmu itu. Hal seperti ini boleh dibilang kerjasama, tetapi sifatnya tidak langsung.

Sedangkan kerjasama yang sifatnya langsung, rasanya belum pernah kita temukan contohnya, bahkan dari nabi Muhammad SAW sekali pun. Beliau SAW hanya pernah diundang oleh bangsa jin untuk menyampaikan ilmu agama saja. Itu pun hanya untuk satu malam saja.

Namun dalam sirah nabawiyah, kita belum menemukan kerjasama dakwah atau apapun dengan bangsa jin. Padahal Rasulullah SAW menjalani ratusan pertempuran dalam hidupnya. Logika sederhana kita akan mengatakan, seharusnya beliau gunakan saja jasa para jin. Toh banyak jin yang beragama Islam dan menjadi murid beliau.

Namun belum pernah ada riwayat yang menyebutkan bahwa sebuah perang diikuti oleh bangsa jin. Kalau pun ada bantuan dari makhluq ghaib, bukan jin melainkan malaikat. Sebagaimana yang kita baca dalam ayat berikut ini:

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.(QS. At-Taubah: 36)

Oleh karena itu, kami kurang sependapat bila ada orang yang ingin melakukan kerjasama dengan bangsa jin, bahkan meski jin itu mengaku sebagai muslim. Sebab Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkannya atau mencontohkannya.

Apalagi mengingat bahwa jin itu bisa saja mengaku muslim, tetapi belum tentu pengakuannya benar. Bahkan meski dia benar-benar muslim sekalipun, belum tentu kualitas keIslamannya baik. Sebagaimana manusia muslim, ada yang baik dan ada juga yang tidak baik. Maka bangsa jin juga demikian. Belum tentu yang mengaku muslim juga berakhlaq Islami. Banyak dari mereka yang fasik, jahil, bandel dan rusak akhlaqnya.

Maka tidak pernah ada jaminan bahwa kerjasam dengan jin itu akan memberikan manfaat. Sedangkan kerugiannya sudah banyak terjadi.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

HAMAS dan Yahudi
19 July 2007, 01:07 | Negara | 5.145 views
Makna Shalat dan Perintahnya Dalam Quran
18 July 2007, 00:25 | Shalat | 6.139 views
Tentang Istihsan dan Pengertiannya
17 July 2007, 04:07 | Ushul Fiqih | 11.987 views
Sumpah Jabatan
16 July 2007, 01:59 | Kontemporer | 5.409 views
Pembagian Harta Sebelum Ayah Meninggal, Bolehkah?
13 July 2007, 02:35 | Mawaris | 5.584 views
Dalil-Dalil Tentang Waktu Shalat
13 July 2007, 02:27 | Shalat | 6.933 views
Hadits Kembali dari Jihad Kecil ke Jihad Besar
11 July 2007, 01:15 | Hadits | 6.438 views
Sutra untuk Laki-Laki
10 July 2007, 06:32 | Kontemporer | 4.784 views
Ternyata Adam Dilahirkan?
10 July 2007, 06:26 | Aqidah | 6.980 views
Khatib Kurang Rukun Khutbah
9 July 2007, 02:16 | Shalat | 6.557 views
Salahkah Menitipkan Anak di Pondok Pesantren?
9 July 2007, 01:09 | Dakwah | 5.396 views
Pemboikotan Produk Amerika dan Israel?
6 July 2007, 01:43 | Kontemporer | 5.939 views
Basmalah Dalam Shalat, Dibaca atau Tidak?
5 July 2007, 01:24 | Shalat | 7.380 views
Hak Waris Isteri
4 July 2007, 01:36 | Mawaris | 5.191 views
Apakah Boleh Nadzar Sesuatu yang Sebenarnya Wajib?
3 July 2007, 02:05 | Umum | 4.855 views
Air Suci Mensucikan dan Air Mutlaq
29 June 2007, 02:43 | Thaharah | 15.005 views
Karakteristik Agama Samawi
28 June 2007, 07:38 | Umum | 9.297 views
Keterkaitan Aqidah dan Syariah
27 June 2007, 04:41 | Ushul Fiqih | 6.256 views
Dakwah Secara Diam-Diam
26 June 2007, 02:19 | Dakwah | 5.617 views
Meluruskan Rambut untuk Suami
26 June 2007, 02:14 | Wanita | 6.356 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,255,742 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img