Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Abdullah Bin Saba Hanya Khurofat? | rumahfiqih.com

Abdullah Bin Saba Hanya Khurofat?

Fri 27 July 2007 03:41 | Umum | 5.200 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ustadz yang semoga dirahmati Allah SWT.

Ana pernah mendengar bahwa Abdullah bin saba hanya khurofat saja. Dia adalah sosok yang hanya di jadikan kambing hitam oleh beberapa orang yang berkepentingan.

Apakah betul demikian? Mohon penjelasannya..

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Berbicara tentang sejarah konflik di masa shahabat, biasanya nama Abdullah bin Saba' sering dijadikan tokoh kontroversial. Sebagian kalangan menyebutkan bahwa pejahat dalam kisah tragis itu adalah dirinya. Sementara ada sebagian kalangan lainnya yang ingin menyebutkan bahwa dirinya hanyalah tokoh rekaan.

Tentu kami bukan ahli sejarah dan tentunya tidak punya kapasitas untuk melakukan klarifikasi dalam masalah ini. Namun ada beberapa sisi yang bisa kita jadikan bahan kajian yang menarik untuk dibahas.

Kita berangkat dari hasil akhir yang dikejar oleh kedua belah pihak. Pihak pertama adalah kalangan yang ingin mengatakan bahwa tokoh jahatnya adalah Abdullah bin Saba', bukan salah satu pihak dari para shahabat yang terlibat perang. Kalau pun perang antara dua kubu shahabat itu pernah terjadi, sumber masalah yang utama adalah fitnah keji, sikap hasad dan adu domba dari pihak-pihak yang tidak suka melihat perkembangan umat Islam.

Fitnah itu digelembung oleh kalangan zindiq yang ingin menghancurkan umat Islam dari dalam, lalu berubah menjadi bola api liar yang bisa menimpa siapa saja. Dan aktor intelektualnya adalah Abdullah bin Saba', tokoh yahudi yang berpura-pura masuk Islam.

Kesimpulannya, tidak ada yang salah dan jahat dari kalangan shahabat, kecuali mereka menjadi korban fitnah dari Abdullah bin Saba'.

Kalau kita meminjam pandangan pihak kedua yang mengatakan tokoh Abdullah bin Saba' hanya fiktif, maka alur logika kita akan digiring kepada kesimpulan bahwa para shahabat itu bukan korban fitnah, melainkan pelaku kejahatan. Bahkan akan sampai kepada pandangan untuk mendeskriditkan para shahabat itu hingga ke tingkat mengkafirkan mereka. Sebab realitanya, perang itu sudah terjadi dan darah telah berceceran membasahi muka bumi.

Kira-kira ke sana lah arah pandangan kita akan digiring. Dan hasilnya amat jelas, yaitu kalau kalangan shahabat bisa sedemikian rendah karena mereka saling berbunuhan, maka salah satu akar agama ini sudah runtuh. Karena kita tidak menerima informasi tentang agama Islam ini kecuali lewat jalur para shahabat. Kalau posisi shahabat sudah direndahkan, maka agama ini menjadi sangat rendah sejak dari hulunya.

Posisi Para Shahabat: 'Uduul

Sementara di dalam aqidah muslim yang lurus, posisi para shahabat tidak serendah itu. Mereka adalah orang yang diridhai Allah dan Allah ridha kepada mereka. Dan hal itu ditetapkan di dalam Al-Quran langsung oleh Allah SWT sendiri.

Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu'min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat. (QS. Al-Fath: 18)

Mungkin mereka pernah khilaf, berdosa dan bersalah, namun karena mereka hidup bersama dengan nabi, semua itu terkoreksi dengan sendirinya. Nabi akan segera membetulkan arah mereka dari kesalahan.

Mungkin sebagian dari mereka ada yang berijtihad, lalu di kemudian hari ternyata ijtihadnya dianggap kurang tepat. Hal itu manusiawi dan wajar sebagai manusia. Dan semua itu tidak mengurangi derajat kemuliaan mereka.

Mungkin di suatu kurun, mereka sempat berselisih dengan sesama shahabat yang lain. Itu pun masih wajar dan manusiawi.

Namun kalau sudah ada orang yang sampai mengkafirkan para shahabat yang mulia, atau menjelekkan, mencaci, mendiskreditkan, apalagi sampai memaki-maki, maka tindakan itu sudah keluar batas dan merupakan pelanggaran berat.

Demikian juga dengan menuduh bahwa para shahabat itu haus darah, pencinta perang, haus kekuasaan dan kekayaan, maka ini bukan sikap seorang muslim.

Maka yang paling logis dan masuk akal adalah bahwa konflik di kalangan shahabat itu terjadi akibat infiltrasi kalangan musuh Islam yang menyebar fitnah dan mengadu domba para shahabat. Dan para shahabat bukan orang yang kebal atas fitnah. Ini adalah logika yang paling masuk akal.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Benarkah Kekuatan Jin Lebih Besar dari Manusia?
25 July 2007, 04:58 | Aqidah | 8.008 views
Perbuatan Nabi yang Tidak Harus Diikuti
25 July 2007, 02:49 | Hadits | 8.046 views
Masa Menjelang Persalinan
23 July 2007, 21:45 | Kontemporer | 5.477 views
Apakah Faksi Fatah Termasuk Munafikin?
23 July 2007, 21:25 | Negara | 5.109 views
Bolehkah Percaya kepada Jin Islam
23 July 2007, 03:07 | Umum | 6.515 views
HAMAS dan Yahudi
19 July 2007, 01:07 | Negara | 5.336 views
Makna Shalat dan Perintahnya Dalam Quran
18 July 2007, 00:25 | Shalat | 6.595 views
Tentang Istihsan dan Pengertiannya
17 July 2007, 04:07 | Ushul Fiqih | 20.560 views
Sumpah Jabatan
16 July 2007, 01:59 | Kontemporer | 5.659 views
Pembagian Harta Sebelum Ayah Meninggal, Bolehkah?
13 July 2007, 02:35 | Mawaris | 5.901 views
Dalil-Dalil Tentang Waktu Shalat
13 July 2007, 02:27 | Shalat | 7.688 views
Hadits Kembali dari Jihad Kecil ke Jihad Besar
11 July 2007, 01:15 | Hadits | 6.840 views
Sutra untuk Laki-Laki
10 July 2007, 06:32 | Kontemporer | 5.025 views
Ternyata Adam Dilahirkan?
10 July 2007, 06:26 | Aqidah | 7.364 views
Khatib Kurang Rukun Khutbah
9 July 2007, 02:16 | Shalat | 7.266 views
Salahkah Menitipkan Anak di Pondok Pesantren?
9 July 2007, 01:09 | Dakwah | 5.699 views
Pemboikotan Produk Amerika dan Israel?
6 July 2007, 01:43 | Kontemporer | 6.197 views
Basmalah Dalam Shalat, Dibaca atau Tidak?
5 July 2007, 01:24 | Shalat | 7.787 views
Hak Waris Isteri
4 July 2007, 01:36 | Mawaris | 5.453 views
Apakah Boleh Nadzar Sesuatu yang Sebenarnya Wajib?
3 July 2007, 02:05 | Umum | 5.185 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 40,743,727 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-1-2020
Subuh 04:30 | Zhuhur 12:06 | Ashar 15:29 | Maghrib 18:20 | Isya 19:32 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img