Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Menikah di Waktu yang Berdekatan dengan Meninggalnya Orang Tua | rumahfiqih.com

Menikah di Waktu yang Berdekatan dengan Meninggalnya Orang Tua

Wed 1 August 2007 08:00 | Nikah | 5.072 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pa Ustadz,

Saya mau bertanya mengenai tanggal dan hari pernikahan, apakah ada dasarnya dari Al-Qur'an atau Hadist yang menyatakan bahwa:

1. Ada hari baik/ tidak baik untuk melangsungkan pernikanan?

2. Tidak baik jika kita melangsungkan pernikahan pada bulan dan tanggal yang berdekatan dengan bulan dan tanggal meninggalnya orang tua kita? Orang tua meninggal 1, 5 tahun tang lalu.

Mohon pencerahannya sebagai tambahan ilmu bagi saya yang fakir.

Terima kasih sebelum dan sesudahnya

Semoga kebaikan Pa Ustadz mendapatkan pahala dari Alloh SWT.

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sepanjang yang kami ketahui, rasanya kami belum pernah menemukan dalil yang menetapkan tentang tanggal baik dan bulan baik untuk melaksanakan pernikahan. Demikian juga sebaliknya, kami belum pernah menemukan dalil yang melarang kita melaksanakan pernikahan pada hari tertentu atau bulan tertentu.

Kalau pun ada hari baik dan hari tidak baik, tidak datang dari dalil-dalil syar'i. Kemungkinan anjuran atau kepercayaan seperti itu datang dari budaya warisan nenek moyang kita yang tidak berangkat dari dalil-dalil agama.

Kepercayaan ini oleh sebagian ulama disebut dengan istilah thiyarah. Yaitu perasaan takut mendapatsial bila melakukan suatu even pada hari yang dipercaya sebagai hari sial. Dan sikap ini adalah sikap yang diharamkan olehRasulullah SAW ketika beliau bersabda:

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiqallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda; “Barangsiapa mengurungkan hajatnya karena thiyarah (merasa sial dengan sesuatu), berarti telah syirik”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah saw, apa kaffarat (pelebur dan penebusnya)?” Beliau bersabda: “Hendaklah salah seorang dan mereka berkata: “Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu, tidak ada kesialan, kecuali dan-Mu, tidak ada Tuhan selain din-Mu “, (HR Ahmad)

Rasulullah saw bersabda:

Thiyarah adalah syirik, Thiyarah adalah syirik, dan tiada seorangpun dan kita kecuali (merasakannya). hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya”. (HR Abu Daud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Maksud “Tiada seorangpun dan kita kecuali..“ adalah: Tidak seorangpun dari kita kecuali di dalam hatinya ada sesuatu darinya, karena kelemahan manusiawi. Hanyaseorang mukmin mempunyai kelebihan, yaitu bahwa Allah menghilangkan lintasan-lintasan itu dan hatinya disebabkan oleh tawakkal-nya kepada Allah.

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya”. . (QS. At-Thalaq: 3)

Lawan dari sikapthiyarah adalah tafa’ul, yakni sikap optimis atau harapan baik. Maksudnya memprediksikan kebaikan berdasarkan apa yang ia dengar atau sesuatu yang ia lihat atau semacamnya.Tidak terikat kepada kepercayaan dan tahayul yang tanpa dasar.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Termasuk yang Mengurangi Timbangan?
1 August 2007, 07:44 | Hadits | 5.354 views
Harta Warisan Harus Segera Dibagikan
31 July 2007, 02:27 | Mawaris | 6.378 views
Bagaimana Hukum Berwudhu Tidak Menghadap ke Arah Kiblat?
31 July 2007, 02:01 | Thaharah | 6.872 views
Zakat untuk Pembangunan Masjid dan Pesantren
30 July 2007, 02:24 | Zakat | 5.798 views
Abdullah Bin Saba Hanya Khurofat?
27 July 2007, 03:41 | Umum | 4.985 views
Benarkah Kekuatan Jin Lebih Besar dari Manusia?
25 July 2007, 04:58 | Aqidah | 7.492 views
Perbuatan Nabi yang Tidak Harus Diikuti
25 July 2007, 02:49 | Hadits | 7.680 views
Masa Menjelang Persalinan
23 July 2007, 21:45 | Kontemporer | 5.283 views
Apakah Faksi Fatah Termasuk Munafikin?
23 July 2007, 21:25 | Negara | 4.940 views
Bolehkah Percaya kepada Jin Islam
23 July 2007, 03:07 | Umum | 6.071 views
HAMAS dan Yahudi
19 July 2007, 01:07 | Negara | 5.150 views
Makna Shalat dan Perintahnya Dalam Quran
18 July 2007, 00:25 | Shalat | 6.148 views
Tentang Istihsan dan Pengertiannya
17 July 2007, 04:07 | Ushul Fiqih | 12.020 views
Sumpah Jabatan
16 July 2007, 01:59 | Kontemporer | 5.413 views
Pembagian Harta Sebelum Ayah Meninggal, Bolehkah?
13 July 2007, 02:35 | Mawaris | 5.592 views
Dalil-Dalil Tentang Waktu Shalat
13 July 2007, 02:27 | Shalat | 6.947 views
Hadits Kembali dari Jihad Kecil ke Jihad Besar
11 July 2007, 01:15 | Hadits | 6.445 views
Sutra untuk Laki-Laki
10 July 2007, 06:32 | Kontemporer | 4.784 views
Ternyata Adam Dilahirkan?
10 July 2007, 06:26 | Aqidah | 6.984 views
Khatib Kurang Rukun Khutbah
9 July 2007, 02:16 | Shalat | 6.567 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,326,757 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img