Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Termasuk yang Mengurangi Timbangan? | rumahfiqih.com

Apakah Termasuk yang Mengurangi Timbangan?

Wed 1 August 2007 07:44 | Hadits | 5.864 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Pak Ustad yang saya hormati, begini pak, belakangan ini saya memulai usaha berdagang buah, yang menjadi kesulitan saya sekarang, pada saat melakukan transaksi penjualan biasanya banyak calon pembeli yang meminta buah untuk dicicipi dan pada saat sudah deal harga dan barang ditimbang merekapun minta untuk ditambahkan (kadang - kadangpun ada juga yang sampai memaksa).

Ada kawan saya menyarankan agar timbangan itu dikurangi saja 1 ons, jadi kalopun semisalnya ada pembeli yang seperti itu, pedagang tidak terlalu rugi.

Dan semisalnya pun ada pembeli yang tidak mencicipi atau minta tambah, kita sendiri nanti yang berinisiatif utk menambahkan agar timbangannya pas dengan sendirinya dan sesuai dengan yang diinginkan pembeli.

Yang jadi pertanyaan saya, bolehkan seperti itu pak Ustad.
karena kalo diperhitungkan orang mencicipi dan minta tambah juga, kalo diperhitungkan ruginya lumayan besar dan cukup menggangu modal kami yang terbilang masih kecil.

Demikian pertanyaannya, atas bantuannya saya haturkan terima kasih

Wassalam.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Seharusnya antara kedua belah pihak ada keterbukaan dalam masalah harga barang yang dijual dan barang yang didapat. Jatah untuk mencicipi biasanya memang sudah disiapkan sebagai bagian dari biaya marketing. Sehingga seharusnya sudah diperhitungkan sesuai dengan harga jual yang disepakati.

Demikian juga dengan urusan tambahan atau diskon yang diberikan, seharusnya sudah diperhitungkan termasuk dalam harga jual yang telah disepakati.

Sehingga tidak perlu ada urusan pengurangan jumlah timbangan. Kalau mau disesuaikan, maka sesuaikan saja harganya. Bukan dikurangi timbangannya. Mungkin disesuaikan harganya saja.

Dengan demikian, kita akan terhindar dari ancaman yang anda katakan itu, yaitu dosa atas mengurangi timbangan atau takaran. Dan Allah SWT memang telah menyebutkan tentang haramnya tipu daya dalam masalah jumlah timbangan dan takaran.

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.
(QS. Al-Muthaffifin: 1-3)

Maka sebaiknya metode mengurangi timbangan dihindari, karena rasanya bukan solusi yang baik. Sebab kita tidak pernah tahu apakah dengan cara itu kita sudah berbuat jujur atau tidak. Mungkin alasannya masuk akal, karena pembeli telah 'merampas' hak penjual, tetapi jalan keluarga tentu bukan cara 'merampas' lagi. Mengurangi timbangan termasuk mengambil hak dengan cara 'merampas'.

Setidaknya, budaya saling tidak jujur sudah terjadi. Padahal budaya itu harus dihindari sejauh mungkin. Semoga Allah SWT memberkahi rizki yang diberikannya kepada kita, Amien.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Harta Warisan Harus Segera Dibagikan
31 July 2007, 02:27 | Mawaris | 6.796 views
Bagaimana Hukum Berwudhu Tidak Menghadap ke Arah Kiblat?
31 July 2007, 02:01 | Thaharah | 7.442 views
Zakat untuk Pembangunan Masjid dan Pesantren
30 July 2007, 02:24 | Zakat | 6.172 views
Abdullah Bin Saba Hanya Khurofat?
27 July 2007, 03:41 | Umum | 5.299 views
Benarkah Kekuatan Jin Lebih Besar dari Manusia?
25 July 2007, 04:58 | Aqidah | 8.228 views
Perbuatan Nabi yang Tidak Harus Diikuti
25 July 2007, 02:49 | Hadits | 8.230 views
Masa Menjelang Persalinan
23 July 2007, 21:45 | Kontemporer | 5.587 views
Apakah Faksi Fatah Termasuk Munafikin?
23 July 2007, 21:25 | Negara | 5.206 views
Bolehkah Percaya kepada Jin Islam
23 July 2007, 03:07 | Umum | 6.699 views
HAMAS dan Yahudi
19 July 2007, 01:07 | Negara | 5.420 views
Makna Shalat dan Perintahnya Dalam Quran
18 July 2007, 00:25 | Shalat | 6.843 views
Tentang Istihsan dan Pengertiannya
17 July 2007, 04:07 | Ushul Fiqih | 25.897 views
Sumpah Jabatan
16 July 2007, 01:59 | Kontemporer | 5.791 views
Pembagian Harta Sebelum Ayah Meninggal, Bolehkah?
13 July 2007, 02:35 | Mawaris | 6.039 views
Dalil-Dalil Tentang Waktu Shalat
13 July 2007, 02:27 | Shalat | 8.005 views
Hadits Kembali dari Jihad Kecil ke Jihad Besar
11 July 2007, 01:15 | Hadits | 6.996 views
Sutra untuk Laki-Laki
10 July 2007, 06:32 | Kontemporer | 5.115 views
Ternyata Adam Dilahirkan?
10 July 2007, 06:26 | Aqidah | 7.894 views
Khatib Kurang Rukun Khutbah
9 July 2007, 02:16 | Shalat | 7.581 views
Salahkah Menitipkan Anak di Pondok Pesantren?
9 July 2007, 01:09 | Dakwah | 5.825 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 42,933,610 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

30-3-2020
Subuh 04:40 | Zhuhur 11:59 | Ashar 15:14 | Maghrib 18:02 | Isya 19:10 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img