Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Teh Kombucha, Halal atau Haram? | rumahfiqih.com

Teh Kombucha, Halal atau Haram?

Sat 20 October 2007 04:34 | Kuliner | 14.907 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum, Ustad

Saya ingin menanyakan mengenai Teh Kombucha yang saat ini banyak dijual di Pasaran. Teh tersebut berasal dari teh manis yang dicampur dengan biang jamur dan di 'fermentasi' kan. Apakah halal untuk diminum, karena biasanya hasil fermentasi mengandung juga Alkohol.

Terima kasih sebelumnya, jazakallah

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Tidak semua proses fermentasi membuat makanan atau minuman berubah menjadi khamar. Meski memang benar bahwa proses berubahnya perasan buah anggur menjadi khamar melalui proses fermentasi.

Bukankah begitu banyak di sekeliling kita makanan yang mengalami proses fermentasi? Akan tetapi kita memakannya sehari-hari tanpa ada yang berkomentar bahwa makanan itu haram lantaran telah menjadi khamar. Tape atau peuyeum adalah makanan yang halal, meski mengalami proses fermentasi. Demikian juga yogurt, merupakan minuman halal yang mengalami fermentasi dari susu.

Kami tidak mengatakan bahwa teh yang anda tanyakan hukumnya itu halal, karena kami belum melihat seperti apa wujud dan pengaruhnya bila diminum manusia.

Namun kami ingin mengatakan makanan atau minuman yang sekedar mengalami proses fermentasi belum dapat mengubah status hukum kehalalannya menjadi haram. Untuk memvonis keharamannya, setidaknya makanan itu harus benar-benar telah menjadi khamar dalam arti berpengaruh kepada kesadaran dan otak.

Dan batasan suatu makanan atau minuman telah menjadi khamar atau belum adalah pada saat mana makanan atau minuman itu akan menghilangkan akal saat dikonsumsi. Sebagaimana definisi para ulama tentang khamar, yaitu segala yang memabukkan, baik dengan cara diminum, dimakan atau dihisap.

Selama makanan atau minuman itu tidak berpengaruh pada diri manusia normal dan tidak membuat mabuk, maka makanan atau minuman itu bukan khamar. Tentunya standar kemabukannya menggunakan standar yang paling rendah, bukan standar para alkoholis yang kerjanya minum minuman keras.

Orang yang sama sekali belum pernah minum khamar diminta untuk meminum teh itu, lalu lihat hasilnya. \kalau dia mabuk atau teler, maka teh itu perlu diuji lebih lanjut karena mengindikasikan adanya sifat khamar.

Kalau ragu, boleh juga cobakan saja teh itu kepada kucing untuk meminumnya, lalu perhatikan pengaruhnya, apakah kucing itu 'teler' dan mabuk? Kalau mabuk, maka teh itu mengandung khamar, setidaknya untuk kucing. Tapi kalau biasa-biasa saja, tidak ada pengaruhnya apa-apa, maka teh itu bukan khamar. Dan proses fermentasi itu bukanlah sebuah proses untuk mengubahnya menjadi khamar.

Ini adalah cara sederhana dan mudah untuk menjawab kebimbangan apakah suatu makanan atau minuman itu mengandung khamar atau bukan. Tentunya nanti perlu penyelidikan lebih lanjut oleh para ahli dan ulama yang kompeten di bidangnya.

Namun yang ingin kami tekankan di sini agar kita jangan terlalu mudah menjatuhkan vonis haram atas suatu hal yang kita belum sampai ke tingkat pembuktian atas dasar keharamnya. Untuk mengharamkan sesuatu kita perlu bukti ilmiyah, penelitian langsung serta kekuatan hukum.

Namun kalau tidak sampai mengharamkan, hanya bertindak hati-hati untuk diri sendiri, silahkan saja. Sikap hati-hati dan wara' adalah sikap seorang yang bertaqwa.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Berhutang untuk Pergi Haji
18 October 2007, 21:12 | Haji | 5.244 views
Keluar dari Kelompok Sesat
18 October 2007, 04:53 | Umum | 4.579 views
Menjadikan Ceramah Sebagai Profesi
17 October 2007, 22:30 | Kontemporer | 6.034 views
Ingin Belajar Ilmu Hisab di Dua Kubu yang Berbeda
17 October 2007, 00:01 | Umum | 4.537 views
Memberi Sedekah kepada Pengemis yang Sehat
16 October 2007, 23:28 | Kontemporer | 6.818 views
Mantan Pacar Berzina, Turut Berdosakah Saya?
15 October 2007, 09:26 | Nikah | 5.756 views
Apa Itu Mazi, Mani, atau...?
15 October 2007, 09:25 | Thaharah | 7.351 views
Bagaimana Hukum Takbiran
14 October 2007, 12:41 | Kontemporer | 7.626 views
Arti Ucapan Selamat Lebaran
13 October 2007, 22:42 | Puasa | 6.914 views
Siapa yang Berwenang Menetapkan 1 Syawal?
12 October 2007, 00:12 | Puasa | 5.110 views
Lebaran Hari Ini Tapi Shalat 'Ied Besok?
11 October 2007, 22:53 | Shalat | 4.813 views
Masbuq Shalat 'Ied, Bagaimana Caranya?
11 October 2007, 22:52 | Shalat | 5.451 views
Bacaan Al-Fatihah Makmum Saat Shalat Berjamaah
11 October 2007, 02:36 | Shalat | 6.816 views
Puasa Pada Saat Ada yang Berlebaran Duluan
10 October 2007, 02:32 | Puasa | 5.423 views
Bayar Zakat Fithr Selain Beras
10 October 2007, 00:27 | Zakat | 6.168 views
Rukun Khutbah Shalat Iedul Fitri
9 October 2007, 23:07 | Shalat | 6.281 views
Geser Posisi Shalat Sunnah
7 October 2007, 08:23 | Shalat | 5.944 views
Itikaf Terkendala Oleh Jam Kerja, Adakah Solusinya?
7 October 2007, 08:23 | Puasa | 5.708 views
Memakai Jilbab Wajib atau Tidak?
6 October 2007, 07:50 | Quran | 7.784 views
Peringatan 40 Hari Kematian, Perlukah?
6 October 2007, 07:06 | Umum | 6.803 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,876,526 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img