Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Benarkah Isteri Termasuk Bukan Mahram? | rumahfiqih.com

Benarkah Isteri Termasuk Bukan Mahram?

Tue 21 August 2007 22:53 | Nikah | 6.444 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaiku pak ustadz.

Saya mau menanyakan apakah benar bahwa wanita yang telah menjadi isteri kita bukan muhrim kita sehingga jika kita bersentuhan dengannya dalam keadaan suci (berwudhu) maka batal wudhunya. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawaban yang diberikan.

Wassalamu'alaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahamtullahi wabarakatuh,

Ungkapan bahwa isteri kita bukan mahram kita mungkin perlu diperjelas maksud dan pengertiannya. Mengingat istilah mahram yang digunakan dalam hubungan suami isteri berbeda hukumnya dengan istilah mahram sebagaimana umumnya.

Misalnya, seorang laki-laki dengan wanita yang bukan mahramnya dilarang untuk berduaan (khalwat), sedangkan seorang suami justru boleh berduaan, bahkan bersentuhan hingga melakukan hubungan suami isteri. Dari sisi ini saja sudah jelas bahwa hukum mahram antar keduanya berbeda.

Mahram itu pada dasarnya bermakna wanita yang haram untuk dinikahi untuk selamanya. Misalnya ibu, nenek, saudara kandung, bibi, keponakan dan seterusnya. Sebagai wanita yang haram dinikahi, maka ada ada kebolehan untuk terlihat sebagian aurat, juga ada kebolehan untuk berduaan, sentuhan kulit dan seterusnya.

Sedangkan istilah 'bukan mahram' bermakna wanita yang boleh dinikahi. Namun selama belum dinikahi, ada larangan-larangan, yaitu tidak boleh berduaan, bersentuhan kulit dan lainnya. Kalau sudah dinikahi, maka semua larangan itu menjadi tidak berlaku. Dan biasanya, istilah bukan mahram sudah tidak berlaku lagi.

Apakah sentuhan kulit suami isteri membatalkan wudhu'?

Ini adalah pertanyaan klasik, di mana jawabannya pun tidak kalah klasiknya. Karena sebenarnya jawabannya memang bisa diduga, yaitu terjadi khilaf di kalangan para ulama.

Sebagian ulama memandang bahwa seorang suami yang menyentuh kulit isterinya membatalkan wudhu'nya. Sebagian ulama lainnya berpandangan sebaliknya.

1. Pendapat Yang Membatalkan

Mereka yang memandang bahwa sentuhan kulit antara suami isteri berdalil dengan beberapa dasar, di antaranya:

Ibnu Umar berkata bahwa orang yang mencium isterinya atau menyentuh tubuhnya, maka dia harus berwudhu'.

Hadits ini diriwayatkan oleh Malik dan Asy-Syafi'i.

Dari Ibnu a'sud ra berkata, "Mencium isteri itu termasuk menyentuh dan mengharuskan wudhu'. Dan menyentuh itu segala yang belum sampai jima' (HR Al-Baihaqi)

Selain itu mereka juga berdalil dengan apa yang anda tanyakan di atas, yaitu hubungan suami isteri yang sebelumnya bukan mahram, akan tetap terus tidak mahram meski sudah menikah. Dan konsekuensinya, sentuhan antara mereka akan membatalkan wudhu'.

2. Pendapat Yang Tidak Membatalkan

Sedangkan mereka yang berpendapat bahwa antara suami isteri tidak batal wudhu' bila bersentuhan, mendasarkan pandangan mereka pada beberapa dalil berikut ini:

Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW mencium para isterinya kemudian beliau keluar untuk shalat dan tidak berwudhu' lagi (HR Ahmad)

Dari Aisyah ra berkata, "Aku pernah tidur di hadapan nabi SAW, sedangkan kedua kakiku berada di arah kiblatnya. Bila beliau sujud, beliau menyingkirkan dan memegang kedua kakiku (HR Bukhari dan Muslim)

Ishaq bin Rahawaih dan Al-Bazzar dengan sanad yang baik meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mencium isterinya dalam keadaan puasa, lalu beliau berkata, "Sesungguhnya mencium itu tidak membatalkan wudhu' dan tidak membatalkan puasa.

Namun mereka semua dalil ini disanggah oleh kelompok pertama dengan beberapa hujjah, misalnya bahwa apa yang terjadi antara nabi SAW dengan para isterinya merupakan suatu kekhusususan, tidak berlaku buat umatnya.

Pendeknya, apa yang anda tanyakan itu secara hukum masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Ada yang mengatakan sentuhan suami isteri membatalkan wudhu dan ada yang berpendapat sebaliknya.

Wallahu a'la bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Perintah Sujud Buat Malaikat, Kenapa Iblis yang Dihukum?
21 August 2007, 22:49 | Aqidah | 8.242 views
Hadits Mencari Ilmu di Waktu Kecil
20 August 2007, 22:43 | Hadits | 5.602 views
Dalil Tentang Shalat Shubuh Berjamaah
20 August 2007, 22:41 | Shalat | 5.804 views
Mengapa Syariat Sulit Ditegakkan?
20 August 2007, 00:05 | Negara | 4.976 views
Tentang Larangan Kencing Berdiri
20 August 2007, 00:03 | Thaharah | 6.762 views
Dasar Rujukan Adanya 25 Orang Nabi
20 August 2007, 00:01 | Aqidah | 6.405 views
Jamaah Tabligh Pakai Hadits Dhaif?
16 August 2007, 03:34 | Dakwah | 7.921 views
Pengajian Tarbiyah Vs Pengajian Habaib
16 August 2007, 03:34 | Kontemporer | 9.181 views
Hadits "Islam yang Asing" Vs "Yahudi Dikalahkan"
15 August 2007, 04:08 | Hadits | 6.100 views
Pelatihan Mawaris
14 August 2007, 04:44 | Mawaris | 5.109 views
Fenomena PKS & Kemiripannya dengan Ikhwanul Muslimun
12 August 2007, 22:59 | Negara | 6.519 views
Menyentuh Wanita Setelah Wudhu
10 August 2007, 02:43 | Thaharah | 6.687 views
Kehidupan Seks Pelaut dan Musafir
7 August 2007, 09:40 | Umum | 9.482 views
Perbedaan Islam Suni dan Islam Syi'ah
7 August 2007, 04:25 | Aqidah | 8.874 views
Situs Penghinaan terhadap Islam
1 August 2007, 08:48 | Umum | 4.556 views
Menikah di Waktu yang Berdekatan dengan Meninggalnya Orang Tua
1 August 2007, 08:00 | Nikah | 4.996 views
Apakah Termasuk yang Mengurangi Timbangan?
1 August 2007, 07:44 | Hadits | 5.231 views
Harta Warisan Harus Segera Dibagikan
31 July 2007, 02:27 | Mawaris | 6.237 views
Bagaimana Hukum Berwudhu Tidak Menghadap ke Arah Kiblat?
31 July 2007, 02:01 | Thaharah | 6.701 views
Zakat untuk Pembangunan Masjid dan Pesantren
30 July 2007, 02:24 | Zakat | 5.678 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,956,749 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:22 | Maghrib 17:56 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img