Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hak Waris Anak Angkat | rumahfiqih.com

Hak Waris Anak Angkat

Thu 23 August 2007 03:00 | Mawaris | 7.469 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamu'alaikum,

Pak ustadz, saya ada kasus yang bagi saya agak rumit. Nenek saya meninggal dan meninggalkan harta warisan. Beliau tidak dikaruniai anak, tetapi mengangkat 1 anak dari adik kandung suaminya, 1 anak dari adik kandungnya, dan satu anak lagi dari orang lain.

Beliau memiliki 2 orang saudara kandung perempuan, beberapa saudara tiri seibu, serta beberapa saudara tiri sebapak.

Ayah saya adalah salah satu dari anak angkatnya yang diangkat sejak kecil dan ada surat keterangan lahir sebagai anak nenek saya tersebut. Pertanyaan saya:

1. Bagaimana cara pembagian warisan tersebut?

2. Apakah secara hukum mawaris Islam ayah saya memiliki hak waris?

Dan bagaimana statusnya secara hukum perdata di Indonesia?

Demikian pertanyaan dari saya, terimakasih atas perhatiannya, dan harap maklum.

Wassalammu'alaikum

Jawaban :

Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kami tidak tahu hukum warisan yang anda tanyakan kalau dilihat dari hukum perdata di negara kita. Yang bisa kami jawab hanyalah hukum waris sesuai dengan Al-Quran dan Hadits saja. Dan kami berlepas diri dari hukum-hukum buatan manusia.

Dalam hukum waris Islam, sebab terjadinya pemindahan kepemilikan harta melalui warisan ada tiga, yaitu karena hubungan darah, karena hubungan pernikahan dan karena al-wala'.

Dari ketiga penyebab itu, anak angkat yang diakibatkan adanya hubungan seseorang dengan anak angkatnya tidak termasuk. Sehingga boleh dibilang anak angkat tidak mendapat warisan dari orang tua angkatnya. Meski pun anak angkat itu disahkan secara hukum positif di suatu negara.

Namun di dalam hukum Islam, anak angkat memang bukan termasuk ahli waris. Bahkan sebenarnya hukum Islam tidak mengakui proses pengangkatan anak. At-Tabanni (mengangkatanak) adalah sesuatu yang sudah dinasakh (dihapus) hukumnya dalam Islam.

Dahulu Rasulullah SAW pernah menjadikan Zaid sebagai anak beliau. Sehingga orang-orang pun memanggilnya dengan sebuah Zaid bin Muhammad. Namun setelah itu Allah melarang hal itu sebagaimana disebutkan di dalam Al-Quran:

Panggilah mereka dengan nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah (QS. Al-Ahzab: 5)

Karena Nabi Muhammad SAW memang bukan ayah Zaid, sehingga memanggil Zaid dengan sebutan Ibnu Muhammad hukumnya haram.

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. Al-Ahzab: 40)

Yang dilarang sebenarnya adalah mengganti nasab seseorang. Sedangkan menjadi orang tua asuh tanpa menghilangkan nasab, hukumnya boleh. Namun dalam kaitannya dengan masalah harta warisan, anak asuh juga bukan termasuk orang yang mendapatkannya. Karena tidak ada hubungan yang menyebabkan anak asuhan bisa mendapatkan warisan.

Pembagian Warisan

Dari keterangan di atas telah jelas bahwa semua anak angkat nenek anda tidak mendapatkan warisan. Termasuk juga ayah anda, karena beliau adalah anak angkat.

Yang berhak mendapat warisan adalah saudara-saudari almarhumah saja. Namun itu pun tidak semuanya. Adanya saudara kandung (seayah dan seibu) baik dalam posisi sebagai kakak atau adik, akan membuat saudara yang seayah saja menjadi tertutup haknya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Penyaluran Zakat untuk Renovasi Rumah
21 August 2007, 23:38 | Zakat | 5.042 views
Benarkah Isteri Termasuk Bukan Mahram?
21 August 2007, 22:53 | Nikah | 6.728 views
Perintah Sujud Buat Malaikat, Kenapa Iblis yang Dihukum?
21 August 2007, 22:49 | Aqidah | 8.489 views
Hadits Mencari Ilmu di Waktu Kecil
20 August 2007, 22:43 | Hadits | 5.822 views
Dalil Tentang Shalat Shubuh Berjamaah
20 August 2007, 22:41 | Shalat | 5.946 views
Mengapa Syariat Sulit Ditegakkan?
20 August 2007, 00:05 | Negara | 5.078 views
Tentang Larangan Kencing Berdiri
20 August 2007, 00:03 | Thaharah | 6.936 views
Dasar Rujukan Adanya 25 Orang Nabi
20 August 2007, 00:01 | Aqidah | 6.978 views
Jamaah Tabligh Pakai Hadits Dhaif?
16 August 2007, 03:34 | Dakwah | 8.080 views
Pengajian Tarbiyah Vs Pengajian Habaib
16 August 2007, 03:34 | Kontemporer | 9.431 views
Hadits "Islam yang Asing" Vs "Yahudi Dikalahkan"
15 August 2007, 04:08 | Hadits | 6.246 views
Pelatihan Mawaris
14 August 2007, 04:44 | Mawaris | 5.225 views
Fenomena PKS & Kemiripannya dengan Ikhwanul Muslimun
12 August 2007, 22:59 | Negara | 6.726 views
Menyentuh Wanita Setelah Wudhu
10 August 2007, 02:43 | Thaharah | 6.874 views
Kehidupan Seks Pelaut dan Musafir
7 August 2007, 09:40 | Umum | 9.876 views
Perbedaan Islam Suni dan Islam Syi'ah
7 August 2007, 04:25 | Aqidah | 9.409 views
Situs Penghinaan terhadap Islam
1 August 2007, 08:48 | Umum | 4.643 views
Menikah di Waktu yang Berdekatan dengan Meninggalnya Orang Tua
1 August 2007, 08:00 | Nikah | 5.080 views
Apakah Termasuk yang Mengurangi Timbangan?
1 August 2007, 07:44 | Hadits | 5.359 views
Harta Warisan Harus Segera Dibagikan
31 July 2007, 02:27 | Mawaris | 6.387 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,395,700 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-9-2019
Subuh 04:26 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:57 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img