Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Boleh Tunangan? | rumahfiqih.com

Apakah Boleh Tunangan?

Thu 27 September 2007 23:23 | Nikah | 7.284 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaiku wr wb,

Maaf pak langsung aja nih ke pertanyaannya. Apakah boleh sebelum nikah melakukan tunangan dahulu?

Yang aku alami sekarang saya sudah menemukan pasangan yang cocok, kendalanya tempat yang jauh kemungkinan ketemu 1 tahun lagi.jadi orang tua ngusulinn tunangan dahulu, apa boleh?

Kalo boleh tau apa sih sarat-sarat sebelum nikah? Sebeleumnya terimakasih banyak atas jawabannya, Insa Allah Saya akan terus membaca rubik ini, soalnya banyak membantu banget..

Wassalamualaikum wr wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Agama Islam tidak mengenal hubungan tunangan, tetapi yang dikenal adalah khitbah. Khitbah adalah lamaran di mana seorang wanita yang telah menerima khitbah, dia tidak boleh menerima khitbah dari orang lain.

Meski ada banyak kesamaan, namun tetap saja antara keduanya punya perbedaan prinsipil. Misalnya, khitbah tidak mengenal istilah cincin khitbah, sementara dalam tunangan, lazimnya ada semacam tukar cincin untuk menandakan bahwa pasangan itu sudah saling mengikat diri.

Cara Pandang Keliru

Yang perlu kita lebih berhati-hati dalam masalah tunangan adalah persepsi keliru. Di manaseringkali kitamemandang kalau sudah bertunangan seolah-olah sudah setengah suami isteri.

Lalu sudah menjadi maklum kalau pasangan yang sudah bertunganan boleh jalan-jalan berduaan, nonton, berboncengan sepeda motor, naik mobil bareng hanya berdua. Seolah-olah orang bilang, "Ah, biarin aja. Toh kalau ada apa-apa (baca: berzina sampai hamil), sudah ketahuan yang bertanggung-jawab."

Pola pikir seperti ini tentu saja pola pikir yang sesat dan menyesatkan. Sebab pertunangan sama sekali tidak pernah menghalalkan yang haram. Jangankan setengah perkawinan, sepersepuluhnya pun belum. Sama sekali tidak ada yang halal kalau baru sekedar pertunangan.

Maka setiap langkah yang dilakukan oleh pasangan yang baru sekedar bertunangan, apakah itu berduaan tanpa mahram atua sampai kepada zina betulan, semua adalah langkah dan perbuatan syaitan. Hukumnya haram sampai selesai akad nikah.

Adapun khitbah (lamaran) adalah sebuah langkah menuju kepada pernikahan yang sah. Secara posisi, bila seoang wania telah menerima sebuah khitbah, dia tidak boleh menerima khitbah dari orang lain. Akan tetapi, dia tetap berhak untuk membatalkan khitbah itu bila ada alasan yang syar'i dan logis.

Adanya khitbah ini juga berperan untuk memberikan jeda waktu bagi kedua belah pihak sebelum memutuskan untuk menikah secara sah. Tetapi seorang laki-laki yang telah mengkhitbah seorang wanita, tidak lantas diperbolehkan untuk berduaan atau jalan bersama tanpa mahram.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Menyesal Berbuat Zina
27 September 2007, 02:37 | Jinayat | 6.416 views
Bolehkah Menikah di Bulan Ramadhan?
27 September 2007, 01:15 | Nikah | 5.815 views
Lebaran Ikut Pemerintah?
26 September 2007, 06:12 | Puasa | 5.428 views
Bagaimana Menggantikan Puasa Bagi Orang yang Tidak Sanggup Berpuasa
26 September 2007, 02:06 | Puasa | 6.574 views
Bukankah Makan Sahur Sudah Berarti Niat?
24 September 2007, 23:09 | Puasa | 6.857 views
Adakah Perintah dari Rasulullah Tentang Sholat Malam Berjama'ah?
24 September 2007, 03:35 | Shalat | 6.144 views
Membatalkan Puasa untuk Berjima'
23 September 2007, 06:40 | Puasa | 8.687 views
Mengapa Fatimah Tidak Pernah Meriwayatkan Hadits?
21 September 2007, 03:29 | Hadits | 6.649 views
Suntik dan Obat Tetes Mata Saat Puasa
21 September 2007, 01:39 | Puasa | 20.811 views
Euthanasia Menurut Hukum Islam
19 September 2007, 22:45 | Kontemporer | 6.634 views
Hukum Membaca Al-Qur'an Tanpa Tahu Artinya
18 September 2007, 02:21 | Quran | 7.452 views
Wudhu
17 September 2007, 04:02 | Thaharah | 8.169 views
Hukum Menuruti Wasiat Tentang Pernikahan
16 September 2007, 09:30 | Nikah | 4.773 views
Berbuka dengan Daging dan Darah Bayi Palestina?
15 September 2007, 23:36 | Kontemporer | 5.540 views
Tidak Puasa Ramadhan Tetapi Menjalankan Sholat Tarawih, Apa Hukumnya?
13 September 2007, 23:16 | Puasa | 5.637 views
Tadarrus Menggunakan Pengeras Suara
13 September 2007, 22:30 | Quran | 6.602 views
Puasa Masih Ada Sisa Makanan di Mulut, Batalkah?
13 September 2007, 01:48 | Puasa | 6.894 views
Benarkah Hadits Ramadhan Awalnya Rahmat Adalah Hadits Dhaif?
13 September 2007, 01:31 | Hadits | 5.889 views
Niat Puasa untuk Sebulan Penuh
12 September 2007, 02:32 | Puasa | 11.223 views
Benarkah Kewajiban Suami Mengurus Rumah Tangga?
11 September 2007, 02:05 | Nikah | 7.967 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,078,076 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img