Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Boleh Tunangan? | rumahfiqih.com

Apakah Boleh Tunangan?

Thu 27 September 2007 23:23 | Nikah | 6.996 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaiku wr wb,

Maaf pak langsung aja nih ke pertanyaannya. Apakah boleh sebelum nikah melakukan tunangan dahulu?

Yang aku alami sekarang saya sudah menemukan pasangan yang cocok, kendalanya tempat yang jauh kemungkinan ketemu 1 tahun lagi.jadi orang tua ngusulinn tunangan dahulu, apa boleh?

Kalo boleh tau apa sih sarat-sarat sebelum nikah? Sebeleumnya terimakasih banyak atas jawabannya, Insa Allah Saya akan terus membaca rubik ini, soalnya banyak membantu banget..

Wassalamualaikum wr wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Agama Islam tidak mengenal hubungan tunangan, tetapi yang dikenal adalah khitbah. Khitbah adalah lamaran di mana seorang wanita yang telah menerima khitbah, dia tidak boleh menerima khitbah dari orang lain.

Meski ada banyak kesamaan, namun tetap saja antara keduanya punya perbedaan prinsipil. Misalnya, khitbah tidak mengenal istilah cincin khitbah, sementara dalam tunangan, lazimnya ada semacam tukar cincin untuk menandakan bahwa pasangan itu sudah saling mengikat diri.

Cara Pandang Keliru

Yang perlu kita lebih berhati-hati dalam masalah tunangan adalah persepsi keliru. Di manaseringkali kitamemandang kalau sudah bertunangan seolah-olah sudah setengah suami isteri.

Lalu sudah menjadi maklum kalau pasangan yang sudah bertunganan boleh jalan-jalan berduaan, nonton, berboncengan sepeda motor, naik mobil bareng hanya berdua. Seolah-olah orang bilang, "Ah, biarin aja. Toh kalau ada apa-apa (baca: berzina sampai hamil), sudah ketahuan yang bertanggung-jawab."

Pola pikir seperti ini tentu saja pola pikir yang sesat dan menyesatkan. Sebab pertunangan sama sekali tidak pernah menghalalkan yang haram. Jangankan setengah perkawinan, sepersepuluhnya pun belum. Sama sekali tidak ada yang halal kalau baru sekedar pertunangan.

Maka setiap langkah yang dilakukan oleh pasangan yang baru sekedar bertunangan, apakah itu berduaan tanpa mahram atua sampai kepada zina betulan, semua adalah langkah dan perbuatan syaitan. Hukumnya haram sampai selesai akad nikah.

Adapun khitbah (lamaran) adalah sebuah langkah menuju kepada pernikahan yang sah. Secara posisi, bila seoang wania telah menerima sebuah khitbah, dia tidak boleh menerima khitbah dari orang lain. Akan tetapi, dia tetap berhak untuk membatalkan khitbah itu bila ada alasan yang syar'i dan logis.

Adanya khitbah ini juga berperan untuk memberikan jeda waktu bagi kedua belah pihak sebelum memutuskan untuk menikah secara sah. Tetapi seorang laki-laki yang telah mengkhitbah seorang wanita, tidak lantas diperbolehkan untuk berduaan atau jalan bersama tanpa mahram.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Menyesal Berbuat Zina
27 September 2007, 02:37 | Jinayat | 6.204 views
Bolehkah Menikah di Bulan Ramadhan?
27 September 2007, 01:15 | Nikah | 5.707 views
Lebaran Ikut Pemerintah?
26 September 2007, 06:12 | Puasa | 5.344 views
Bagaimana Menggantikan Puasa Bagi Orang yang Tidak Sanggup Berpuasa
26 September 2007, 02:06 | Puasa | 6.342 views
Bukankah Makan Sahur Sudah Berarti Niat?
24 September 2007, 23:09 | Puasa | 6.681 views
Adakah Perintah dari Rasulullah Tentang Sholat Malam Berjama'ah?
24 September 2007, 03:35 | Shalat | 5.945 views
Membatalkan Puasa untuk Berjima'
23 September 2007, 06:40 | Puasa | 8.393 views
Mengapa Fatimah Tidak Pernah Meriwayatkan Hadits?
21 September 2007, 03:29 | Hadits | 6.466 views
Suntik dan Obat Tetes Mata Saat Puasa
21 September 2007, 01:39 | Puasa | 20.317 views
Euthanasia Menurut Hukum Islam
19 September 2007, 22:45 | Kontemporer | 6.427 views
Hukum Membaca Al-Qur'an Tanpa Tahu Artinya
18 September 2007, 02:21 | Quran | 7.286 views
Wudhu
17 September 2007, 04:02 | Thaharah | 7.998 views
Hukum Menuruti Wasiat Tentang Pernikahan
16 September 2007, 09:30 | Nikah | 4.704 views
Berbuka dengan Daging dan Darah Bayi Palestina?
15 September 2007, 23:36 | Kontemporer | 5.438 views
Tidak Puasa Ramadhan Tetapi Menjalankan Sholat Tarawih, Apa Hukumnya?
13 September 2007, 23:16 | Puasa | 5.530 views
Tadarrus Menggunakan Pengeras Suara
13 September 2007, 22:30 | Quran | 6.469 views
Puasa Masih Ada Sisa Makanan di Mulut, Batalkah?
13 September 2007, 01:48 | Puasa | 6.597 views
Benarkah Hadits Ramadhan Awalnya Rahmat Adalah Hadits Dhaif?
13 September 2007, 01:31 | Hadits | 5.761 views
Niat Puasa untuk Sebulan Penuh
12 September 2007, 02:32 | Puasa | 11.029 views
Benarkah Kewajiban Suami Mengurus Rumah Tangga?
11 September 2007, 02:05 | Nikah | 7.728 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,801,941 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img