Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Peringatan 40 Hari Kematian, Perlukah? | rumahfiqih.com

Peringatan 40 Hari Kematian, Perlukah?

Sat 6 October 2007 07:06 | Umum | 7.008 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr Wb

Pak Ustad, saya seorang ibu yang baru saja kehilangan buah hati saya yang meninggal karena sakit, usianya baru 6 tahun 4 bulan. Terkadang saya berpikir apa dosa saya sehingga saya diberi cobaan yang begitu beratnya. Rasa rindu dan kehilangan selalu membuat mata menitikan air mata.

Keluarga besar saya meminta untuk membuat peringatan 40 hari kematiannya, saya tidak setuju, tetapi mereka memaksa dengan mengatakan "kasihan anak saya" dan hal terssebut harus diadakan.

Awalnya saya menolak bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah saw, tetapi karena banyaknya desakan dari keluarga saya pun melemah.

Menurut Pak Ustad, apakah peringatan kematian perlu diadakan?

Apakah saya berdosa masih terus menangisi kematian anak saya?

Terimakasih -Wassalamu alaikum wr wb

Jawaban :

Asalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Perkenankanlah kami ikut menyatakan belasungkawa atas wafatnya kedua anak anda. Tentu anda merasa bersedih kehilangan dua buah hati yang selama ini menjadi tumpahan rasa kasih sayang.

Namun kalau kita analisa lebih dalam, seharusnya justru andaberbahagia. Mengapa?Karena anak anda sudah dipastikan masuk surga. Bahkan dibandingkan dengan kita yang dewasa ini, justru kedua anak anda malahsudah pasti akan masuk surga.

Yang seharusnya merasa kasihan justru kedua anak anda kepada anda. Bukan sebaliknya. Sebab belum tentu anda masuk surga, karena anda belum lagi sampai ajal. Jadi belum ketahuan apakah anda akan mengakhiri hidup ini dengan husnul khatimah atau tidak. Tentu anda berharap untuk dapat meraih surga Allah SWT.

Adapun anak anda, karena belum baligh dan lahir dalam keadaan muslim, maka tempatnya adalah surga. Disebutkan di dalam Al-Quran tentang anak yang meninggal dunia sebagai anak-anak yang abadi atau wildanun mukhalladun.

Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda (QS. Al-Waqi'ah: 17)

Dan mereka dikelilingi oleh anak-anak yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. (QS. Al-Insan: 19)

Peringatan 40 Hari Kematian

Maka dengan demikian, pada dasarnya anda tidak perlu lagi melakukan peringatan 40 hari kematian. Karena anak itu sudah pasti masuk surga. Jadi dia pada dasarnya sudah tidak perlu lagi dengan segala bentuk acara peringatan kematian.

Sementara itu, Rasulullah SAW juga tidak pernah memberikan anjuran atau perintah dalam bentuk apapun, termasuk juga tidak pernah memberi contoh untuk melakukan hal-hal yang terkait dengan peringatan hari kematian anak.

Tidak ada anjuran memang bukan lantas haram, tetapi kalau diyakini bahwa tidak melakukan peringatan itu akan menimbulkan hal-hal yang tidak dikehendaki, tentu sudah masuk wilayah haram.

Wallahu a'lam bishshawab, wasalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kapan Al-Qur'an Diturunkan?
3 October 2007, 22:39 | Quran | 7.848 views
Apa Saja yang Dilakukan Saat I'tikaf?
3 October 2007, 22:36 | Puasa | 6.144 views
Awal Syawal 1428 H
3 October 2007, 04:07 | Negara | 4.460 views
Lagi Tentang Hukum Waris
3 October 2007, 03:37 | Mawaris | 5.099 views
Apa Wajib Zakat Jika Hampir Seluruh Penghasilan untuk Bayar Hutang
2 October 2007, 01:57 | Zakat | 6.093 views
Pahala Ramadhan Menggantung Karena Belum Zakat?
30 September 2007, 22:58 | Zakat | 6.302 views
Bolehkah Wanita Membaca Alqur
30 September 2007, 22:52 | Wanita | 9.106 views
Doa Qunut Dalam Witir di Pertengahan Ramadhan
30 September 2007, 06:17 | Shalat | 13.350 views
Apakah Boleh Tunangan?
27 September 2007, 23:23 | Nikah | 7.308 views
Menyesal Berbuat Zina
27 September 2007, 02:37 | Jinayat | 6.426 views
Bolehkah Menikah di Bulan Ramadhan?
27 September 2007, 01:15 | Nikah | 5.823 views
Lebaran Ikut Pemerintah?
26 September 2007, 06:12 | Puasa | 5.430 views
Bagaimana Menggantikan Puasa Bagi Orang yang Tidak Sanggup Berpuasa
26 September 2007, 02:06 | Puasa | 6.583 views
Bukankah Makan Sahur Sudah Berarti Niat?
24 September 2007, 23:09 | Puasa | 6.868 views
Adakah Perintah dari Rasulullah Tentang Sholat Malam Berjama'ah?
24 September 2007, 03:35 | Shalat | 6.152 views
Membatalkan Puasa untuk Berjima'
23 September 2007, 06:40 | Puasa | 8.698 views
Mengapa Fatimah Tidak Pernah Meriwayatkan Hadits?
21 September 2007, 03:29 | Hadits | 6.656 views
Suntik dan Obat Tetes Mata Saat Puasa
21 September 2007, 01:39 | Puasa | 20.816 views
Euthanasia Menurut Hukum Islam
19 September 2007, 22:45 | Kontemporer | 6.652 views
Hukum Membaca Al-Qur'an Tanpa Tahu Artinya
18 September 2007, 02:21 | Quran | 7.465 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,142,807 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img