Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Itikaf Terkendala Oleh Jam Kerja, Adakah Solusinya? | rumahfiqih.com

Itikaf Terkendala Oleh Jam Kerja, Adakah Solusinya?

Sun 7 October 2007 08:23 | Puasa | 6.180 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualikum. Wr. Wb.

Ustad yang dirahmati Allah. Ada yang ingin saya tanyakan. Ramadhan tahun ini saya mempunyai jam kerja yang benar-benar tidak nyaman dengan aktivitas ramadhan saya terutama saat 10 hari terakhir.

Disaat teman-teman saya khusuk itikaf di Masjid... Saya malah mendapat jadwal kerja dari sore sampai pagi.. dan saya merasa sangat merugi... padahal sangat ingin memaksimalkan 10 hari terakhir dengan Itikaf.

Apakah ada saran yang bisa Ustad berikan kepada saya? Dan setahu saya itikaf itu adalah di Masjid bukan di tempat yang lain.

Mohn pencerahan dari Ustad. jazakamulllah Khoiran katsir.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh,

Satu hal yang perlu anda ketahui bahwa di balik keutamaan dan anjuran untuk beri'tikaf di masjid pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, bahwa para ulama sepakat bahwa i'tikaf itu hukum bukan wajib. Hukumnya sunnah di mana Rasulullah SAW tidak pernah mewajibkannya. Beliau memang tidak pernah meninggalkan i'tikaf, namun tetap saja hukumnya tidak sampai wajib.

Sehingga seorang muslim yang tidak sempat untuk melakukan i'tikaf di masjid para 10 malam terakhir bulan Ramadhan itu tidak dikatakan sebagai orang yang berdosa atau melakukan kemaksiatan.

Di sisi lain, bekerja mencari nafkah untuk menghidupi anak dan isteri merupakan kewajiban, bukan sekedar sunnah. Sebab seorang suami telah diperintahkan untuk memberi nafkah kepada keluarga yang menjadi tanggungannya.

Maka seandainya ada orang yang bisa mengatur waktunya agar tetap bisa bekerja mencari nafkah namun tetap bisa melakukan i'tikaf di masjid, tentu sangat beruntung.

Namun buat mereka yang tidak mendapatkan kesempatan untuk beri'tikaf karena alasan jam pekerjaan, tentu bukan berarti semua pintu-pintu kebaikan telah tertutup untuknya. Masih ada ribuan pintu kebaikan lainnya yang tetap terbuka dan bisa dimasuki untuk mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah SWT.

Sehingga anda tidak perlu berkecil hati bila pada bulan Ramadhan tahun ini belum dapat menikmati indahnya malam-malam i'tikaf, semoga di tahun-tahun mendatang Allah SWT memberikan kesempatan itu.

Ada seorang yang saya bercerita bahwa saking cintanya untuk beri'tikaf, dia sengaja tidak mengambil cuti tahunan dari kantor, kecuali setiap tanggal 21 hingga 30 Ramadhan. Tujuannya agar bisa ikut beri'tikaf di masjid.

Tentu kita maklum bila tidak semua lapisan umat Islam mendapat kesempatan seperti ini. Pintu-pintu kebaikan masih tetap terbuka lebar, meski tidak harus lewat pintu 'itikaf. Misalnya jihad fi sabilillah yang pernah dilakukan oleh Abdullah bin Mubarok.

Bahkan jihad di bulan Ramadhan jauh lebih berfaedah dan lebih mendatangkan pahala yang besar. Sehingga beliau sampai membuat gubahan syi'ir yang amat terkenal:

Wahai orang-orang yang beribadah di dua masjid Al-Haram (Makkah Madinah)

Seandainya kalian melihat kami (berjihad)

Pastilah kalian tahu bahwa dalam beribadah, kalian masih main-main.

Rupanya dalam pandangan beliau, bila dibandingkan antara jihad di front terdepat untuk menegakkan agama Allah dengan ibadah di dalam masjid Al-Haram, masih jauh lebih utama. Dan ibadah di dalam masjidi itu hanya seperti orang main-main. Karena tidak sampai beresiko mengorbankan nyawa, harta dan lainnya.

Kalau dipikir-pikir, apa yang beliau sampaikan ada benarnya juga. Sebab beri'tikaf di masjid itu memang nikmat, aman, damai, tidak ada resiko perjuangan, tidak ada ancaman nyawa melayang, atau luka-luka parah akibat tusukan pedang, sebagaimana di medan jihad.

Dan medan jihad yang sesungguhnya seperti di Palestina, Iraq dan negeri muslim terjajah lainnya, akan membuat seolah ibadah i'tikaf di masjid hanya sekedar main-main.

Namun hal ini tidak berarti kita mengecilkan arti dan nilai beri'tikaf di 10 malam terakhir. Yang menjadi tujuan adalah bahwa seandainya ada orang yang karena satu dan lain hal, belum mendapat kesempatan untuk beri'tikad di masjid, maka insya Allah masih begitu banyak pintu kebaikan yang lain dan terbuka kesempatan untuk meraih surga lewat pintu-pintu itu.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Memakai Jilbab Wajib atau Tidak?
6 October 2007, 07:50 | Quran | 8.389 views
Peringatan 40 Hari Kematian, Perlukah?
6 October 2007, 07:06 | Umum | 7.377 views
Kapan Al-Qur'an Diturunkan?
3 October 2007, 22:39 | Quran | 8.501 views
Apa Saja yang Dilakukan Saat I'tikaf?
3 October 2007, 22:36 | Puasa | 6.276 views
Awal Syawal 1428 H
3 October 2007, 04:07 | Negara | 4.639 views
Lagi Tentang Hukum Waris
3 October 2007, 03:37 | Mawaris | 5.360 views
Apa Wajib Zakat Jika Hampir Seluruh Penghasilan untuk Bayar Hutang
2 October 2007, 01:57 | Zakat | 6.332 views
Pahala Ramadhan Menggantung Karena Belum Zakat?
30 September 2007, 22:58 | Zakat | 6.520 views
Bolehkah Wanita Membaca Alqur
30 September 2007, 22:52 | Wanita | 9.397 views
Doa Qunut Dalam Witir di Pertengahan Ramadhan
30 September 2007, 06:17 | Shalat | 13.743 views
Apakah Boleh Tunangan?
27 September 2007, 23:23 | Nikah | 8.466 views
Menyesal Berbuat Zina
27 September 2007, 02:37 | Jinayat | 6.871 views
Bolehkah Menikah di Bulan Ramadhan?
27 September 2007, 01:15 | Nikah | 6.050 views
Lebaran Ikut Pemerintah?
26 September 2007, 06:12 | Puasa | 5.602 views
Bagaimana Menggantikan Puasa Bagi Orang yang Tidak Sanggup Berpuasa
26 September 2007, 02:06 | Puasa | 6.914 views
Bukankah Makan Sahur Sudah Berarti Niat?
24 September 2007, 23:09 | Puasa | 7.156 views
Adakah Perintah dari Rasulullah Tentang Sholat Malam Berjama'ah?
24 September 2007, 03:35 | Shalat | 6.422 views
Membatalkan Puasa untuk Berjima'
23 September 2007, 06:40 | Puasa | 9.060 views
Mengapa Fatimah Tidak Pernah Meriwayatkan Hadits?
21 September 2007, 03:29 | Hadits | 7.115 views
Suntik dan Obat Tetes Mata Saat Puasa
21 September 2007, 01:39 | Puasa | 21.340 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,232,576 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

9-12-2019
Subuh 04:07 | Zhuhur 11:47 | Ashar 15:13 | Maghrib 18:03 | Isya 19:17 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img