Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Rukun Khutbah Shalat Iedul Fitri | rumahfiqih.com

Rukun Khutbah Shalat Iedul Fitri

Tue 9 October 2007 23:07 | Shalat | 7.217 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. Wb.

Pak ustad kebetulan saya diamanati untuk jadi kotib shalat ied fitri tapi Saya bingung karena ada dua pendapat ada yang mengatakan khotbah dilakukan 2 kali khotbah seperti kotbah jumat, ada yang mengatakan sekali kotbah saja, pertanyaanya:

1. Apa saja rukun khotbah shalat ied?

2.Jumhur ulama berapa kali khotbah shalat ied? Apa dalilnya?

Terima kasih, mohon dijawab sebelum Lebaran.

Wassalamualaikum.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya dari segi rukun, tidak ada perbedaan antara khutbah hari raya dengan khutbah jumat. Rukun khutbah Jumat ada lima, yaitu: mengucap hamdalah, bershalawat kepada nabi Muhammad SAW, menyampaikan pesan atau wasiat, membaca ayat Al-Quran dan berdoa mohon ampunan umat umat Islam.

Namundari segi syarat, harus diakui bahwa khutbahdua hari rayamemang agak berbeda ketentuannya dengan khutbah Jumat. Kalau dilihat dari syaratnya, khutbahdua hari rayamemang lebih ringan dan lebih mudah dibandingkankhutbah Jumat.

Para ulama telah menuliskan beberapa perbedaankedua jenis khutbah itudi dalam banyak kitab fiqih. Antara lain yang kita kutip dari kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu jilid 2 halaman 1403 karya Dr. Wahbah Az-Zuhaili.

Berikut petikannya:

1. Khutbah Jumat dilakukan sebelum shalat Jumat dilaksanakan, sedangkan khutbahdua harirayadilakukan setelah shalat. Dalilnya adalah sebagai berikut:

Dari Ibnu Umar ra berkata, "Sesungguhnya nabi SAW, Abu Bakar, Umar dan Utsman (ridhwanullahi 'alaihim) melakukan shalat 'Ied sebelum berkhutbah. (HR Bukhari dan Muslim)

Bahkan jumhur ulama selain Al-Hanafiyah mengatakan bila khutbah dilakukan terlebih dahulu dari shalatnya, maka hukumnya tidak sah. Dalam kasus itu, disunnahkan untuk mengulangi khutbah setelah shalat.

2. Sunnah di dalam khutbah dua hari raya adalah memulai dengan takbir, sedangkanpada shalat jumat, khutbah dibuka dengan ucapan hamdalah.

Menurut jumhur ulama, pada khutbah yang pertama, disunnahkan untuk mengucapkan takbir 9 kali berturut-turut dan pada khutbah yang kedua sebanyak 7 kali berturut-turut.

Dalilnya adalah hadits berikut ini:

Dari Said bin Mansur bin Ubaidillah bin 'Atabah berkata, "Imam bertakbir 9 kali pada dua hari raya sebelum berkhutbah dan 7 kali pada khutbah yang kedua.

Sedangkanshalat Jumat tidak didahului dengan takbir melainkan dengan mengucapkan hamdalah. Danmengucapkan hamdalahtermasuk rukun yang bila ditinggalkan, khutbah jumat menjadi tidak sah menurut Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah. Namun hamdalah hukumnya sunnah menurut Al-Hanafiyah serta mandub menurut Al-Malikiyah.

3. Di dalam khutbah dua hari raya, disunnahkan juga buat jamaah yang hadir untuk ikut bertakbir saat khatib membuka khutbahnya dengan takbir, meski dilakukan cukup secara perlahan (sirr).

Sedangkan di dalam khutbah jumat, haram hukumnya berbicara apapun meksi untuk berzikir. Dan hal ini telah disepakati oleh jumhur ulama.

4. Di dalam khutbah dua hari raya, khatib tidak disunnahkan untuk duduk begitu naik ke atas mimbar. Khatib langsung mulai khutbahnya tanpa ada sunnah untuk duduk sebentar seperti pada khutbah jumat.

Sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam khutbah jumat, begitu khatib naik mimbar dan mengucapkan salam kepada jamaah, disunnahkan untuk duduk sebentar dan muadzdzir mengumandangkan adzan.

Sedangkan khutbah dua hari raya, begitu naik mimbar, maka langsung saja membacakan khutban, tidak ada sunnah untuk duduk sebentar seperti dalam khutbah Jumat.

5. Dalam menyampaikan khutbah dua hari raya, tidak ada syarat bagi khatib untuk suci dari hadats seperti dalam khutbah Jumat, sehingga dibolehkan menyampaikan khutbah meski tidak dalam keadaan suci.

Sehingga misalnya khatib sedang khutbah dua hari raya, lalu karena satu dan lain hal, tiba-tiba wudhu'-nya batal, maka dia boleh meneruskan khutbahnya.

Berbeda dengan khutbah Jumat, bila khatib batal wudhu'-nya karena satu dan lain hal, maka dia harus berwudhu' lagi. Karena syarat sah khutbah Jumat adalah suci dari hadats kecil (dan besar tentunya).

Berwudhu' atau suci dari hadats khutbah dua hari raya hukumnya sunnah, bukan wajib atau syarat sah.

6. Tidak disyaratkan bagi khatib dalam khutbah dua hari raya untuk berdiri. Dia boleh melakukannya sambil duduk. Namun tetap disunnahkan untuk berdiri, meski bukan rukun atau syarat.

Sedangkan dalam khutbah Jumat, khatib harus berdiri ketika menyampaikan khutbahnya, karena berdiri termasuk rukun khutbah.

7. Khutbah dua hari raya tidak disyaratkan terdiri dari dua khutbah. Sedangkan khutbah jumat diharuskan terdiri dari dua khutbah. Namun jumhur ulama tetap mengatakan bahwa meski tidak disyaratkan, namun hukumnya tetap sunnah untuk menjadikan khutbah dua hari raya terdiri dari 2 khutbah.

8. Juga tidak disyaratkan untuk duduk sejenak di antara dua khutbah. Hukumnya bukan rukun atau kewajiban, namun hukumnya adalah sunnah untuk duduk di antara dua khutbah seperti layaknya khutbah Jumat.

Sedangkan di dalam khutbah Jumat, duduk di antara dua khutbah diharuskan.

Hukum Mengukuti Khutbah Dua Hari Raya

Namun pada hakikatnya, menurut para ulama, hukum untuk mengikui khutbah dua hari raya sebenarnya bukan rukun dan juga bukan kewajiban. Melainkah hukumnya sunnah. Sehingga bila ada jamaah yang selesai shalat langsung pulang dantidak hadir mendengarkan khutbah, sesungguhnya shalatnya sudah sah.

Namun demikian, tetap disunnahkan untuk hadits mendengarkan khutbah dua hari raya, karena pasti akan sangat berguna dan itulah yang dilakukan oleh para shahabat nabi ridhwanullahi 'alaihim.

Dalilnya adalah sabda nabi Muhammad SAW berikut ini:

Dari Atha' bin Abdillah bin As-Saib berkata, "Aku hadits bersama nabi SAW pada shalat hari raya, ketika shalat selesai beliau SAW bersabda, "Kami akan berkhutbah, bagiyang ingin mendengarkan, silahkan mendengarkan. Namun bagi yang ingin pergi, silahkan pergi. (HR Ibnu Majah dengan isnad yang tsiqah)

Hadits ini selain diriwayatkan oleh Ibnu Majah, juga diriwayatkan oleh Abu Daud dan An-Nasa'i. Namun beliau mengatakan bahwa hadits ini mursal. Silahkan periksa di dalam kitab Nailul Authar jilid 3 halaman 305.

Namun keberadaan khutbah dua hari raya itu sendiri tetap harus ada. Karena yang namanya shalat dua hari raya memang harus dengan khutbah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Geser Posisi Shalat Sunnah
7 October 2007, 08:23 | Shalat | 6.186 views
Itikaf Terkendala Oleh Jam Kerja, Adakah Solusinya?
7 October 2007, 08:23 | Puasa | 6.044 views
Memakai Jilbab Wajib atau Tidak?
6 October 2007, 07:50 | Quran | 8.134 views
Peringatan 40 Hari Kematian, Perlukah?
6 October 2007, 07:06 | Umum | 7.153 views
Kapan Al-Qur'an Diturunkan?
3 October 2007, 22:39 | Quran | 8.075 views
Apa Saja yang Dilakukan Saat I'tikaf?
3 October 2007, 22:36 | Puasa | 6.191 views
Awal Syawal 1428 H
3 October 2007, 04:07 | Negara | 4.519 views
Lagi Tentang Hukum Waris
3 October 2007, 03:37 | Mawaris | 5.190 views
Apa Wajib Zakat Jika Hampir Seluruh Penghasilan untuk Bayar Hutang
2 October 2007, 01:57 | Zakat | 6.183 views
Pahala Ramadhan Menggantung Karena Belum Zakat?
30 September 2007, 22:58 | Zakat | 6.392 views
Bolehkah Wanita Membaca Alqur
30 September 2007, 22:52 | Wanita | 9.220 views
Doa Qunut Dalam Witir di Pertengahan Ramadhan
30 September 2007, 06:17 | Shalat | 13.489 views
Apakah Boleh Tunangan?
27 September 2007, 23:23 | Nikah | 7.529 views
Menyesal Berbuat Zina
27 September 2007, 02:37 | Jinayat | 6.556 views
Bolehkah Menikah di Bulan Ramadhan?
27 September 2007, 01:15 | Nikah | 5.909 views
Lebaran Ikut Pemerintah?
26 September 2007, 06:12 | Puasa | 5.492 views
Bagaimana Menggantikan Puasa Bagi Orang yang Tidak Sanggup Berpuasa
26 September 2007, 02:06 | Puasa | 6.688 views
Bukankah Makan Sahur Sudah Berarti Niat?
24 September 2007, 23:09 | Puasa | 6.967 views
Adakah Perintah dari Rasulullah Tentang Sholat Malam Berjama'ah?
24 September 2007, 03:35 | Shalat | 6.239 views
Membatalkan Puasa untuk Berjima'
23 September 2007, 06:40 | Puasa | 8.821 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,244,328 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img