Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Memberi Sedekah kepada Pengemis yang Sehat | rumahfiqih.com

Memberi Sedekah kepada Pengemis yang Sehat

Tue 16 October 2007 23:28 | Kontemporer | 7.331 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum ustadz...

Semoga ustadz diberikan limpahan rahmat oleh Allah SWT...

Ada beberapa masalah yang bikin saya agak ragu-ragu dan bingung ustadz, saya sering melihat di kota-kota besar banyak pengemis yang berkeliaran di penjuru kota, dan banyak pengemis tersebut adalah orang-orang yang masih sehat dan kuat, bahkan ada pengemis laki-laki yang masih muda dan kuat. Yang ingin saya tanyakan...

1. Apakah saya harus memberi sedekah kepada pengemis-pengemis sehat tersebut? Bagaimana sebaiknya saya menghadapi para pengemis sehat tersebut?

2. Mengenai pengamen jalananyangberwajah seram dan badannya penuh tato, apakah perlu diberi uang walaupun mrk tidak meminta sedekah?

Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Jazakallah..

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang pertanyaan ini seringkali menggelitik perasaan kita dan seringkali menggiringkita terjebakke dalammasalah yang dilemmatis.

Di satu sisi, kita ingin memberi sedekah dan membantu fakir miskin yang barangkali nasibnya kurang beruntung. Namun di sisi lain, kita sering kali dihadapkan pada kenyataan bahwa banyak dari para pengemis itu yang sebenarnya merupakan sindikat yang teroganisir. Pendeknya, mereka sebenarnya bukan orang yang tepat untuk diberi bantuan.

Namun ada juga yang mengeritik bahwa biar bagaimana pun kita tidak boleh menolak orang yang meminta-minta. Apalagi mengingat kita juga belum tahu persis, apakah si peminta-minta itu memang orang yang berhak ataukah semata-mata penipu.

Akan halnya larangan untuk menolak orang yang meminta, sebagian kalangan berhujjah dengan firman Allah SWT berikut ini:

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. (QS. Adz-Dzariyat: 19)

Di dalam ayat ini secara tegas Allah SWT menyebutkan bahwa orang yang miskin meminta-minta memang punya hak dari sebagian harta kita. Dan para pengemis itu adalah orang yang meminta-minta. Apakah mereka menipu atau tidak, kita tidak bisa pastikan secara langsung saat itu juga.

Oleh karena itu, sebagain kalangan memberikan solusi jalan tengah. Kepada para peminta-minta, kita dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan begitu saja. Kita berikan tetapi ala kadarnya. Sekedar untuk menggugurkan kewajiban dan tidak melanggar ayat Allah SWT.

Apalagi kita juga mengetahui bahwa Allah SWT melarang kita untuk menghardik orang yang meminta-minta.

Adapun orang yang meminta-minta, maka janganlah kamu menghardiknya.(QS. Adh-Dhuha': 10)

Namun yang lebih baik adalah menyalurkan sebagain besar sadaqah, infaq dan termasuk zakat kita lewat lembaga amil yang amanah, bertanggung-jawab, resmi dan formal. Sebab lembaga-lembaga seperti ini memang didirikan secara profesional demi sampainya niat kita. Ke sanalah dana infaq kita salurkan.

Adapun kepada para peminta-minta, berilah sekedarnya saja. Bahwa ada yang mensinyalir bahwa sebagian dari mereka adalah jaringan para penipu, setidaknya kita tidak bisa disalahkan begitu saja. Namun memang perlu bila sindikat para peminta-minta itu diungkap ke publik. Agar mereka yang memang bukan berhak atas dana infaq tidak menjadi sia-sia.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Mantan Pacar Berzina, Turut Berdosakah Saya?
15 October 2007, 09:26 | Nikah | 6.041 views
Apa Itu Mazi, Mani, atau...?
15 October 2007, 09:25 | Thaharah | 7.804 views
Bagaimana Hukum Takbiran
14 October 2007, 12:41 | Kontemporer | 8.720 views
Arti Ucapan Selamat Lebaran
13 October 2007, 22:42 | Puasa | 7.307 views
Siapa yang Berwenang Menetapkan 1 Syawal?
12 October 2007, 00:12 | Puasa | 5.322 views
Lebaran Hari Ini Tapi Shalat 'Ied Besok?
11 October 2007, 22:53 | Shalat | 5.015 views
Masbuq Shalat 'Ied, Bagaimana Caranya?
11 October 2007, 22:52 | Shalat | 5.800 views
Bacaan Al-Fatihah Makmum Saat Shalat Berjamaah
11 October 2007, 02:36 | Shalat | 7.143 views
Puasa Pada Saat Ada yang Berlebaran Duluan
10 October 2007, 02:32 | Puasa | 5.583 views
Bayar Zakat Fithr Selain Beras
10 October 2007, 00:27 | Zakat | 6.579 views
Rukun Khutbah Shalat Iedul Fitri
9 October 2007, 23:07 | Shalat | 7.246 views
Geser Posisi Shalat Sunnah
7 October 2007, 08:23 | Shalat | 6.196 views
Itikaf Terkendala Oleh Jam Kerja, Adakah Solusinya?
7 October 2007, 08:23 | Puasa | 6.052 views
Memakai Jilbab Wajib atau Tidak?
6 October 2007, 07:50 | Quran | 8.152 views
Peringatan 40 Hari Kematian, Perlukah?
6 October 2007, 07:06 | Umum | 7.174 views
Kapan Al-Qur'an Diturunkan?
3 October 2007, 22:39 | Quran | 8.101 views
Apa Saja yang Dilakukan Saat I'tikaf?
3 October 2007, 22:36 | Puasa | 6.194 views
Awal Syawal 1428 H
3 October 2007, 04:07 | Negara | 4.527 views
Lagi Tentang Hukum Waris
3 October 2007, 03:37 | Mawaris | 5.203 views
Apa Wajib Zakat Jika Hampir Seluruh Penghasilan untuk Bayar Hutang
2 October 2007, 01:57 | Zakat | 6.188 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,377,387 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-9-2019
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:58 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img