Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Puasa Syawal Haruskah Berturut-Turut? | rumahfiqih.com

Puasa Syawal Haruskah Berturut-Turut?

Sun 19 July 2015 23:15 | Puasa | 14.189 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Pak Ustadz.

Mengenai puasa sunnah syawal, adakah aturan yang baku

Apakah harus 6 hari di awal syawal dan haruskan 6 hari berturut-turut,

Tolong sertakan dalilnya pak ustadz?

Jazakallah.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Haruskah puasa Syawwal dilakukan berturut-turut atau tidak, para fuqaha berbeda pendapat.

Mengapa berbeda pendapat? Tidak adakah aturan dari nabi SAW tentang tata cara puasa Syawwal?

Jawabnya memang tidak ada aturannya. Dan oleh karena itulah makanya para ulama berbeda pendapat. Seandainya ada hadits shahih yang menjelaskan bahwa puasa Syawwal itu harus berturut-turut sejak tanggal-tanggal Syawwal, maka pastilah semua ulama bersatu dalam pendapat.

Namun karena tidak ada satu pun dalil qath'i yang sharih dan shahih tentang aturan itu, amat wajar bila hal itu masuk ke wilayah ijtihad.

Kalau yang berijtihad hanya orang awam seperti kita, mungkin bisa kita abaikan. Akan tetapi kita merujuk kepada orang yang paling tinggi levelnya dalam berijtihad. Mereka adalah para imam mazhab dan pendirinya langsung.

Berikuti ini adalah pendapat mereka:

a. Asy-Syafi'iyah dan sebagian Al-Hanabilah
Al-Imam Asy-Syafi'i dan sebagian fuqaha Al-Hanabilah mengatakan bahwa afdhalnya puasa 6 hari Syawwal itu dilakukan secarar berturut-turut selepas hari raya 'Iedul fithri.

Sehingga afdhalnya menurut mazhab ini puasa Syawwal dilakukan sejak tanggal 2 hingga tanggal 7 Syawwal. Dengan alasan agar jangan sampai timbul halangan bila ditunda-tunda.

Nampaknya pendapat ini didukung oleh beberapa kalangan umat Islam di negeri ini. Misalnya di daerah Pekalongan Jawa Tengah. Sebagian masyarakat muslim di sana punya kebiasaan puasa Syawwal 6 hari berturut-turut sejak tanggal 2 syawwal. Sehingga ada lebarang lagi nanti pada tanggal 8 Syawwal.

b. Mazhab Al-Hanabilah
Tetapi kalangan resmi mazhab Al-Hanabilah tidak membedakan apakah harus berturut-turut atau tidak, sama sekali tidak berpengaruh dari segi keutamaan.

Sehingga dilakukan kapan saja asal masih di bulan Syawwal, silahkan saja. Tidak ada keharusan untuk berturut-turut, juga tidak ada ketentuan harus sejak tanggal 2 Syawwal.

Mereka juga mengatakan bahwa puasa 6 hari syawwal ini hukumnya tidak mustahab bila yang melakukannya adalah orang yang tidak puasa bulan Ramadhan.

c. Mazhab Al-Hanafiyah
Sedangkan kalangan Al-Hanafiyah yang mendukung kesunnahan puasa 6 hari syawwal mengatakan sebaliknya. Mereka mengatakan bahwa lebih utama bila dilakukan dengan tidak berturut-turut. Mereka menyarankan agar dikerjakan 2 hari dalam satu minggu.

d. Mazhab Al-Malikiyah
Adapun kalangan fuqaha Al-Malikiyah lebih ekstrim lagi. Merekamalah mengatakan bahwa puasa itu menjadi makruh bila dikerjakan bergandengan langsung dengan bulan Ramadhan. Hukumnya makruh bila dikerjakan mulaitanggal 2 Syawwal selepas hari 'Iedul fithri.

Bahkan mereka mengatakan bahwa puasa 6 hari itu juga disunnahkan di luar bulan Syawwal, seperti 6 hari pada bulan Zulhijjah.

Demikianlah perbedaan pendapat di kalangan 4 mazhab, semua terjadi karena tidak ada satu pun nash yang menetapkan puasa Syawwal harus dikerjakan dengan begini atau begitu. Dan ketiadaan nash ini memberikan peluang untuk berijtihad di kalangan fuqaha.

Kita boleh menggunakan pendapat yang mana saja, karena semua merupakan hasil ijtihad para fuqaha kawakan, tentunya mereka sangat mengerti dalil dan hujjah yang mendukung pendapat mereka.

Dan rasanya aneh kalau kita yang awam ini malah saling menyalahkan antara sesama yang awam juga. Sebab hak untuk saling menyalahkan tidak pernah ada di tangan kita. Jangankan kita, para ulama besar itu pun tidak pernah saling menyalahkan. Meski mereka saling berbeda pendapat, namun hubungan pribadi di antara mereka sangat erat, mesra dan akrab.

Kita tidak pernah mendengar mereka saling mencaci, memaki, atau melecehkan. Padahal mereka jauh lebih berhak untuk membela pendapat mereka. Namun sama sekali kita tidak pernah mendengar perbuatan yang tercela seperti itu.

Hanya orang-orang kurang ilmu saja yang pada hari ini merasa dirinya pusat kebenaran, lalu menganggap bahwa semua orang harus selalu salah. Naudzubillah,

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bolehkah Kami Yang Domisili di Jepang Shalat Id di Rumah Tanpa Khutbah?
16 July 2015, 17:20 | Shalat | 9.748 views
Benarkah Ada Kewajiban Zakat Atas Madu?
14 July 2015, 08:11 | Zakat | 7.110 views
Perluasan Makna Fi Sabilillah Sebagai Mustahiq Zakat
13 July 2015, 00:09 | Zakat | 39.147 views
Nishab Zakat Uang, Ikut Nishab Emas atau Nishab Perak?
11 July 2015, 02:00 | Zakat | 9.322 views
Teknis Menghitung Zakat Uang
10 July 2015, 11:00 | Zakat | 10.536 views
Asal-Usul Anjuran Berbuka Puasa Dengan Yang Manis-manis
9 July 2015, 00:01 | Puasa | 16.939 views
Mohon Diterangkan Apa Perbedaan Antara Zakat Infaq dan Sedekah?
8 July 2015, 03:38 | Zakat | 79.684 views
Zakat Penghasilan Tidak Sampai Nisab, Bagaimana Zakat Profesinya?
7 July 2015, 08:23 | Zakat | 17.338 views
Mohon Ciri-ciri Lailatul Qadar Sesuai Hadits Nabi
4 July 2015, 14:08 | Puasa | 16.785 views
Zakat Lewat Amil Kurang Mantab Rasanya?
3 July 2015, 13:17 | Zakat | 17.541 views
Mengapa Para Ulama Masih Berbeda Pendapat Dalam Zakat Profesi?
30 June 2015, 06:16 | Zakat | 25.709 views
Mencabut Kemaluan Menjelang Shubuh Keluar Mani di Luar, Batalkah Puasanya?
28 June 2015, 01:02 | Puasa | 11.784 views
Kebetulan Suami Istri Tidak Puasa Karena Musafir, Kalau Jima Apa Tetap Kena Kaffarat?
27 June 2015, 13:46 | Puasa | 11.437 views
Apa Benar Talak Yang Langsung Dirujuk Sebelum Iddah Belum Terhitung Talak Satu?
25 June 2015, 02:00 | Nikah | 8.611 views
Diberi Kelebihan Saat Pembayaran Hutang, Apakah Tetap Riba Hukumnya?
24 June 2015, 08:15 | Muamalat | 11.509 views
Puasa Tetapi Tidak Shalat, Apakah Puasanya Sah?
22 June 2015, 09:12 | Puasa | 10.835 views
Shalat Witir Tiga Rakaat Pakai Tahiyat Awal, Bolehkah?
20 June 2015, 14:20 | Shalat | 31.718 views
Tradisi Bermaafan Sebelum Puasa, Ada Syariatnya Atau Hanya Tradisi?
18 June 2015, 10:35 | Puasa | 21.148 views
Apakah Bayi Dalam Kandungan Dapat Harta Waris?
15 June 2015, 18:12 | Mawaris | 6.731 views
Mengapa Tulisan di Situs Ini Tidak Dilengkapi Tarjih dan Kajian Haditsnya?
13 June 2015, 07:00 | Hadits | 14.740 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 30,329,932 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema