Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Berhutang untuk Pergi Haji | rumahfiqih.com

Berhutang untuk Pergi Haji

Thu 18 October 2007 21:12 | Haji | 5.654 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'laikum wr. Wb.

Yth bapak Ustadz, referensi yang saya dapatkan bahwa tidak wajib haji jika dilakukan dengan berhutang karna salah satu syarat haji adalah "mampu" dalam pengertianyangluas, walaupun hutang tersebut berupa pinjeman sukarela tanpa bunga dari keluarga/saudara dengan tujuan membantu. Boleh berhutang asal dilunasi sebelum pergi haji.

Kasus kami, saya belum berhaji, dengan pertimbangan finansial dan prioritas, saya punya dana +/- 60 juta utk menghajikan isteri dan ibu saya dan insyaAllah sudah setor/dapat seat utk 2008. Demi mashlahat, saya ditawarkan Bpk mertua utk ikut menemani isteri & ibu berhaji, dan bersedia meminjamkan uang tanpa bunga dengan alasan secara finansial saya mampu utk membayar sepulang dari haji, karna punya gaji tetap diperusahaan swasta PMA. Saya hitung, insyaAllah betul saya mampu melunasi setelah haji dalam waktu kurang dari 1 tahun. Jika saya terima pinjaman itu, apakah haji saya tepat secara syar'i? Tapi jika tidak saya terima isteri & ibu saya mesti pergi haji tanpa muhrimnya, dan beliau menyatakan lebih nyaman kalau saya ikut serta. Alternatif lain kami pergi haji bertiga ditahun 2009, tapi wallahu'lam sebaiknya tidak menunda pekerjaan baikyangbisa dikerjakan sekarang karna kita tidak tahu usia kita. Mohon pendapat ustadz? Jazakallahu khair

Wassalam,
Junaidi

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sepanjang yang kami ketahui, pada dasarnya tidak ada satupun ulama yang mengatakan bahwa ibadah haji tidak sah bila atas biaya hutang. Sah atau tidaknya sebuah ibadah haji tidak ditentukan oleh sumber biayanya.

Bahkan lebih ekstrim lagi, ada kalangan yang mengatakan bahwa meski dengan harta curian sekalipun, namun bila secara syarat dan rukunnya terpenuhi, haji itu tetap sah dilaksanakan.

Bahwa mencuri itu dosa besar dan pelakunya harus dipotong tangannya, kita semua sudahsepakat. Namun ibadah haji tetap sah dilakukan.

Yang membuat sebuah ibadah haji tidak sah dan perlu diulang lagi bila rukunnya tidak dikerjakan. Misalnya tidak sampai ke Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Dalam kasus seperti itu, selain hajinya tidak sah, pelakunya wajib mengulanginya lagi tahun berikutnya.

Atau seorang muslim yang pernah ibadah haji, kemudian dia murtad keluar dari agama Islam. Maka bila suatu saat dia sadar dan masuk kembali ke dalam agama Islam, menurut sebagain ulama, dia wajib mengulangi kembali ibadah hajinya.

Namun seorang yang pergi haji atas biaya hutang, atau dibiayai oleh pemerintah atau perusahaan tempat bekerja, tidak ada satu pun ulama yang mengatakannya tidak sah.

Kalau pun ada yang berkomentar, paling mereka mengatakan bahwa sebaiknya bila memang belum benar-benar mampu, jangan dulu pergi haji. Atau sebaiknya tidak memaksakan diri untuk sesuatu yang barangkali belum merupakan kewajiban. Tapi tidak ada yang mengatakan bahwa hajinya tidak sah.

Menemani Mahram

Sebaliknya, dalam kasus anda, menurut hemat kami, anda sudah layak bahkan sudah seharusnya melaksanakan ibadah haji. Sebab ada kepentingan yang jauh lebih diutamakan, yaitu menemani isteri dan ibu dalam perjalanan.

Bahkan umumnyaulama mengharamkan wanita bepergian jauh tanpa ditemani mahram. Dalilnya adalah hadits nabi berikut ini:

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, Tidak halal bagi wanita muslim musafir dalam suatu perjalanan melainkan bersama-samanya seorang lelaki mahramnya. (HR Muslim)

DariAbu Said Al-Khudriy RA berkata bahwaRasulullah SAW bersabda, "Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat musafir, di mana perjalanannya melebihi dari tiga hari melainkan bersama ayah, anak lelaki, suami, saudara lelaki atau siapa sahaja mahramnya yang lain (HR.Muslim)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Keluar dari Kelompok Sesat
18 October 2007, 04:53 | Umum | 4.852 views
Menjadikan Ceramah Sebagai Profesi
17 October 2007, 22:30 | Kontemporer | 6.388 views
Ingin Belajar Ilmu Hisab di Dua Kubu yang Berbeda
17 October 2007, 00:01 | Umum | 4.805 views
Memberi Sedekah kepada Pengemis yang Sehat
16 October 2007, 23:28 | Kontemporer | 7.636 views
Mantan Pacar Berzina, Turut Berdosakah Saya?
15 October 2007, 09:26 | Nikah | 6.235 views
Apa Itu Mazi, Mani, atau...?
15 October 2007, 09:25 | Thaharah | 8.081 views
Bagaimana Hukum Takbiran
14 October 2007, 12:41 | Kontemporer | 8.901 views
Arti Ucapan Selamat Lebaran
13 October 2007, 22:42 | Puasa | 7.444 views
Siapa yang Berwenang Menetapkan 1 Syawal?
12 October 2007, 00:12 | Puasa | 5.441 views
Lebaran Hari Ini Tapi Shalat 'Ied Besok?
11 October 2007, 22:53 | Shalat | 5.136 views
Masbuq Shalat 'Ied, Bagaimana Caranya?
11 October 2007, 22:52 | Shalat | 5.950 views
Bacaan Al-Fatihah Makmum Saat Shalat Berjamaah
11 October 2007, 02:36 | Shalat | 7.359 views
Puasa Pada Saat Ada yang Berlebaran Duluan
10 October 2007, 02:32 | Puasa | 5.684 views
Bayar Zakat Fithr Selain Beras
10 October 2007, 00:27 | Zakat | 6.761 views
Rukun Khutbah Shalat Iedul Fitri
9 October 2007, 23:07 | Shalat | 7.665 views
Geser Posisi Shalat Sunnah
7 October 2007, 08:23 | Shalat | 6.341 views
Itikaf Terkendala Oleh Jam Kerja, Adakah Solusinya?
7 October 2007, 08:23 | Puasa | 6.192 views
Memakai Jilbab Wajib atau Tidak?
6 October 2007, 07:50 | Quran | 8.398 views
Peringatan 40 Hari Kematian, Perlukah?
6 October 2007, 07:06 | Umum | 7.384 views
Kapan Al-Qur'an Diturunkan?
3 October 2007, 22:39 | Quran | 8.513 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,350,472 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

12-12-2019
Subuh 04:08 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:15 | Maghrib 18:05 | Isya 19:18 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img