Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Isteri Kedua dan Warisannya | rumahfiqih.com

Isteri Kedua dan Warisannya

Mon 25 November 2013 04:15 | Mawaris | 7.124 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum pak ustadz,

Saya ingin bertanya mengenai warisan untuk isteri kedua.

Bagaimana hak nya untuk isteri kedua yang dinikahi beberapa tahun (misalnya 10 thn) setelah isteri pertama. Apakah isteri kedua ini berhak untuk mendapatkan harta yang didapatkan oleh suami beserta isteri pertama?

Apakah isteri pertama hanya mendapatkan harta selama menjadi isteri kedua saja, dalam kata lain tidak berhak mendapat harta dari suami dan isteri pertama?

Mohon penjelasan ustadz,

Apabila ada seorang wanita, dia mau dijadikan isteri kedua dan dia bersedia diberi belanja bulanan secukupnya, dalam arti kata dia bersedia untuk tidak dibagi harta atau nafkah secara adil. Apakah ini diperbolehkan menurut Al-Qur'an dan hadis?

Atas jawabannya saya ucapkan banyak terimakasih.

Wassalamu'alaikum,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebelumnya perlu diketahui bahwa harta yang menjadi hak isteri sepenuhnya adalah hak milik isteri. Apakah isteri mendapatkannya sebelum menikah atau pun sesudah menikah, selama harta itu memang miliknya, maka harta itu adalah harta pribadi miliknya. Suaminya tidak punya hak apapun atas harta itu, kecuali isteri memberikannya secara jelas kepada suami.

Sumber harta milik isteri bisa bermacam-macam. Bisa dari warisan orang tuanya, atau dari hasil kerja keringatnya sendiri, bahkan termasuk juga harta dari mahar suaminya dan nafkah yang diberikan oleh suami. Begitu seorang isteri menerima pemberian harta dari suaminya, maka harta itu menjadi miliknya.

Hal yang sama berlaku juga padaharta suami, di manaharta itu milik suami dan tidak ada istilah harta milik bersama dalam sebuah rumah tangga. Semua penghasilan suami adalah milik suami, baik dari gaji, honor, bonus, hadiah, warisan atau pun keuntungan usaha. Selama harta itu milik suami, maka harta itu bukan milik isteri.

Harta suami akan menjadi milik isteri bila suami memberikan dan nilainya sesuai dengan nilai yang diberikan. Dengan demikian, harus ada serah terima harta dari suami kepada isteri. Mudahnya, harta suami tidak secara otomatis menjadi harta milik isteri juga.

Kalau suami memberi harta kepada isterinya, maka harta itu barulah menjadi harta milik isteri. Kalau tidak diberikan, maka harta itu bukan milik isteri.

Suami Wajib Memberi Nafkah kepada Isteri

Di balik dari kepemilikan masing-masing, ada satu hukum dasar yang pasti, yaitu bahwa suami punya kewajiban untuk memberikan nafkah kepada isteri. Dan sebelum nafkah, juga ada kewajiban untuk memberi harta lain yaitu mahar. Besarnya, nilainya, frekuensinya dan jadwal penyerahannya tidak diatur, diserahkan kepada kesepakatan masing-masing pihak.

Di luar dari nafkah, tidak ada ketentuan harta gono gini. Yang ada adalah harta menjadi milik masing-masing sesuai siapa yang mendapatkannya.

Misalnya, suami isteri patungan membeli rumah dari gaji masing-masing. Maka rumah yang mereka tempati itu memang milik mereka berdua, dengan nilai yang sepadan dengan saham masing-masing. Kalau terjdi perceraian, maka rumah itu dibagi dua sesuai dengan besar saham mereka.

Tetapi kalau rumah itu sepenuhnya dibangun dari harta suami, dan suami tidak pernah memberikannya kepada isteri, kecuali hanya memberi hak untuk sekedar tinggal dan menempati, maka rumah itu sepenuhnya milik suami. Seandainya terjadi perceraian, isteri harus angkat kaki dari rumah itu. Tidak ada cerita rumah harus dibagi dua.

Demikian pula kalau rumah itu dibangun dari harta isteri, sedangkan suami hanya sekedar menempati. Begitu terjadi perceraian, rumah itu tetap sepenuhnya milik isteri. Suami harus angkat koper dari rumah itu.

Tidak ada istilah harta suami harus dibelah dua untuk diberikan kepada isteri. Sistem hukum itu adalah hukum barat sekuler yang asing dan tidak dikenal di dalam agama Islam.

Warisan untuk Isteri

Al-Quran telah menetapkan bahwa jatah warisan untuk isteri adalah 1/8 atau 1/4 dari total harta suami, ketika seorang suami meninggal dunia. Berapa pun jumlah isterinya, tetapi yang jelas jatahnya memang sebesar itu.

Misalnya seorang suami meninggal dunia dan karena beliau punya anak keturuan waris, isterinya yang ada dua itu mendapat 1/8. Jadi 1/8 itu dibagi dua sama besar. Kalau isterinya ada tiga, maka 1/8 dibagi tiga. Dan kalau isterinya ada empat orang, maka jatah 1/8 itu dibagi empat sama besar.

Sama sekali tidak ada perbedaan dalam pembagian yang sama besar. Isteri pertama dengan isteri keempat, tetap dapat bagian yang sama besar.

Juga tidak dibedakan mana isteri yang punya anak dan mana isteri yang tidak punya anak. Tidak beda antara isteri yang dinikahi ketika ketika suami masih muda, miskin dan perjaka dengan isteri yang dinikahi ketika suami sudah tua, kaya dan punya isteri tiga.

Bahkan tidak dibedakan apakah sudah puluhan tahundinikahi ataukah baru dua menit dinikahi lalu suami meninggal dunia. Semuanya akan dapat bagian yang sama besar sebagai isteri. Yang penting posisinya harussebagai isteri yang sah secara hukum agama Islam, belum dicerai atau dikhulu'.

Isteri Pertama Punya Saham

Namun akan lain ceritanya bila di dalam harta suami ada hak milik isteri pertama. Katakanlah isteri pertama selama ini punya jasa dalam usaha yang dibagun bersama. Mungkin jasanya sebagai pemodal (pemilik saham), atau sebagai pekerja, atau apa saja.

Maka tentu saja ada hak di dalam harta milik suami untuk isteri pertama itu, bukan sebagai isteri tetapi sebagai rekan bisnis atau sebagai pegawai. Wajar kalau harus diperhitungkan, jangan mentang-mentang isteri, lalu dianggap buruh gratisan.

Dan sebagai isteri, ketika suami punya usaha di mana isteri diminta untuk ikut bergabung membantu, tentu saja harus ada hitung-hitugannya. Apakah sebagai pegawai, penasehat, konselor, penyandang sebagian dana, atau mungkin sebagai pembantu dan office boy. Semua harus diperhitungkan dalam bentuk kesepakatan.

Agar ketika nanti terjadi perceraian atau kematian, ada hitungannya yang sesuai dengan hak masing-masing.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kopi Luwak, Halalkah?
24 November 2013, 06:50 | Kuliner | 13.708 views
Sentuhan Kulit Dengan Wanita, Batalkah Wudhu Saya?
22 November 2013, 18:29 | Thaharah | 13.930 views
Apakah Bisa Harmonis Pernikahan Beda Aliran Pemahaman?
22 November 2013, 02:14 | Nikah | 21.067 views
Selesai Shalat Imam Menghadap Makmum
16 November 2013, 21:28 | Shalat | 12.666 views
Hukumnya Iqob (Denda) dengan Uang
16 November 2013, 06:38 | Muamalat | 8.644 views
Dakwah, Tabligh, Khutbah dan Ceramah, Apa Bedanya?
15 November 2013, 03:06 | Umum | 26.314 views
Mana Duluan: Formalitas Hukum Islam Ataukah Implementasi?
14 November 2013, 04:09 | Negara | 7.797 views
Bolehkah Orang Hamil Ziarah Kubur?
13 November 2013, 01:30 | Wanita | 8.840 views
Apakah Kalender Islam Sudah Ada di Masa Nabi SAW?
11 November 2013, 21:25 | Negara | 14.259 views
Perlukah Umat Islam Merayakan Ulang Tahun
10 November 2013, 23:58 | Kontemporer | 13.289 views
Pakaian Renang Muslimah
8 November 2013, 23:05 | Wanita | 11.188 views
Harta Milik Bersama antara Suami dan Istri
8 November 2013, 10:44 | Mawaris | 7.786 views
Pelaksanaan Hudud: Apakah Harus Mendirikan Negara Islam Dulu?
7 November 2013, 03:55 | Jinayat | 9.646 views
Minuman Mengandung Sedikit Alkohol
6 November 2013, 01:25 | Kuliner | 11.015 views
Preman Wajibkan Angkot Lewat Beli Air Minum, Jual-belinya Sah?
4 November 2013, 23:53 | Kontemporer | 7.267 views
Bank Syariah Sama Saja Dengan Bank Konvensional, Benarkah?
4 November 2013, 01:40 | Muamalat | 175.817 views
Wali Bukan Saudara dari Kedua Mempelai
2 November 2013, 09:09 | Nikah | 6.737 views
Hukum Memakai Cutek
30 October 2013, 09:04 | Wanita | 8.173 views
Ritual Pindah Rumah
27 October 2013, 23:56 | Umum | 9.945 views
Sistem Penanggalan dan Penamaan Hari
27 October 2013, 08:44 | Umum | 8.678 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,824,110 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img