Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Tawar Menawar Kewajiban Shalat 5 Waktu | rumahfiqih.com

Tawar Menawar Kewajiban Shalat 5 Waktu

Mon 5 November 2007 00:12 | Hadits | 6.023 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Kita sering mendengar kisah Isra' Mi'raj Rasul SAW, yang di mana ketika mendapat perintah dari Allah untuk sholat 50 waktu dalam sehari maka nabi SAW bolak balik minta keringanan atas anjuran nabi Musa kepada Allah sehingga menjadi 5 waktu...

Kisah itu dari hadits kan? Sebenarnya hadits yang menuturkan kisah itu palsu nggak sih? Kenapa tidak ada ayatnya?

Soalnya kalo aku pikir-pikir, kok rasanya aneh banget nabi SAW (yang merupakan nabi paling mulia) disuruh bolak balik kaya' orang bodoh. Dan lagi bukankah Allah Maha Tahu?

Kenapa Allah nggak langsung aja ngasih perintah tuk sholat 5 waktu sejak awal?? Kebijaksanaan apa yang Allah maksud dengan membiarkan nabi kesayangannya harus bolak balik?

Terus yang nyuruh nabi Musa? Nabi Musa kan nabinya orang-orang Bani Israel? Jangan-Jangan ini hadits Israiliyat?

Dan pak ustad apakah saya dosa kalau tanya begini yang kesannya meragukan, soalnya saya sangat ingin tahu semakin saya pelajari Islam semakin saya haus, pak ustadz tolong dijawab ya soalnya saya dalam masa persimpangan

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Shahih tidaknya suatu hadits adalah urusan para ahli hadits. Mereka kita sebut dengan istilah muhaddits. Dengan segala ilmu yang ada, mereka adalah orang-orang yang punya kapasitas dan otoritas untuk menilai dan menetapkan kedudukan suatu hadits.

Sementara kita yang bukan ahli hadits, tentu saja tidak dibenarkan main tuduh tentang kedudukan suatu hadits. Shahih dan tidaknya suatu hadits, sama sekali kita tidak pernah mengetahuinya, dan tidak pernah ada yang memberikan otoritas kepada kita untuk mengatakan apa pun tentang hal itu.

Mereka yang termasuk para muhaddits adalah para ulama besar yang diakui oleh dunia Islam sepanjang sejarah. Di tempat teratas, boleh kita sebut nama-nama besar seperti Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim rahimahumallah.

Keduanya boleh dibilang begawan dalam ilmu hadits. Masing-masing telah menyusun kitab yang disepakati sebagai kitab paling shahih di dunia setelah Al-Quran. Tidak ada yang menentang hal ini dan sudah teruji sepanjang 14 abad terakhir ini.

Hadits Mi'raj

Nabi SAW bersabda, "Allah mewajibkan atas umatku 50 shalat dan aku kembali dengan perintah itu, sampai aku melewati nabi Musa di mana dia bertanya, "Apa yang Allah wajibkan kepada umatmu?" Aku menjawab, "Allah mewajibkan 50 shalat."Musa berkata, "Kembali kepada tuhanmu, karena umatmu tidak akan kuat atas perintah itu." Maka aku kembali dan Allah menghapuskan separuhnya dan aku kembali kepada Musa dan berkata, "Allah telah menghapuskan sepatuhnya."

Musa berkata lagi, "Kembali kepada tuhanmu, karena umatmu tidak akan kuat atas perintah itu." Maka aku kembali dan Allah menghapuskan separuhnya dan aku kembali kepada Musa.

Musa berkata lagi, "Kembali kepada tuhanmu, karena umatmu tidak akan kuat atas perintah itu." Maka aku kembali dan Allah berkata, "Shalat itu lima (waktu) dan dinilai lima puluh (pahalanya) dan perkataan-Ku tidak akan berganti." Aku kembali lagi kepada Musa.

Musa berkata lagi, "Kembali kepada tuhanmu." Namun aku berkata, "Aku sudah malu kepada tuhanku."(HR Bukhari Muslim)

Kedudukan Hadits Mi'raj

Hadits tentang kisah mi'raj nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi Musa 'alaihissalam, adalah hadits yang terdapat di dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim. Artinya, hadits itu adalah hadits yang shahih, bukan hadits dhaif atau hadits palsu.

Selain Al-Bukhari dan Muslim, para ahli hadits lainnya juga mengatakan hal yang sama, yaitu hadits ini adalah hadits yang shahih. Tidak adasatu pun catatan yang menyebutkan bahwa misalnya ada satu ahli hadits yang mengatakan bahwa riwayat ini tidak shahih atau palsu.

Tawar Menawar

Adapun urusan'tawar menawar' masalah kewajiban shalat 5 waktu yang dipermasalahkan, sebenarnya tidak perlu dibikin susah. Haditsnya sudah shahih dan kita sudah menerima dengan sepenuh keyakinan.

Kita tidak mungkin mengatakan bahwa nabi Muhammad SAW orang bodoh karena mau disuruh-suruh. Siapa yang menafsirkan bahwa nabi Muhammad SAW disuruh-suruh? Beliau sendiri tidak merasa disuruh-suruh oleh Musa.

Hanya para orientalis dan dan para zindiq saja yang kemudian memelintir kenyataan menjadi mimpi siang bolong seolahnabi Muhammad SAW jadi bodoh karena mau disuruh-suruh oleh nabi Musa.

Kalau kita mengerti ilmu bayan, balaghahdan ilmu bahasa arab, tidak semua kata perintah berarti menyuruh sebagaimanatuan memerintah kepada jongosnya. Misalnyaucapan kita kepadaAllah SWT di dalam surat Al-Fatihah: Ihdinashshirathal mustaqim, yang artinya adalah berilah kami petunjuk jalan yang lurus. Kata ihdina adalah fi'il amr yang berfungsi perintah.

Laluapakah kita dengan itu kita boleh mengambil kesimpuan bahwa kita ini adalah tuandanAllah (na'uzubillah) adalah jongos, lalu Dia kita suruh-suruh, hanya lantaran kita memerintahkan sesuatu kepada Allah?

Kalau pertanyaanya kenapa tidak ada kisah itu di dalam Al-Quran, jawabnya itu adalah urusan Allah. Apakah sebuah keimanan harus ditulis dulu di dalam Al-Quran baru kita mau percaya? Apa yang kurang dari hadits nabawi? Atau jangan-jangan kita sudah terpedaya oleh pemikiran-pemikiran paham ingkarussunnah?

Apa salahnya kisah itu dituliskan di dalam hadits nabawi? Apakah kalau sebuah kisah hanya ditulis di dalam hadits nabi, lantas kita boleh begitu saja main vonis bahwa kisah itu palsu atau israiliyat? Apakah semua hadits itu israiliyat?

Nabi Musa Shahabat Nabi Muhammad SAW

Yang benar adalah bahwa nabi Musa adalah shahabat nabi Muhammad SAW. Beliau pernah punya pengalaman buruk dengan kaumnya yang yahudi itu. Makanya begitu mendengar umat nabi Muhammad SAW dibebani shalat 50 waktu, Musa memberi saran dan masukan, bukan perintah apalagi menjadikan nabi SAW sebagai orang bodoh yang disuruh-suruh. Tidak pernah nabi Musa main paksa kepada nabi Muhammad SAW.

Dan bagi Allah SWT tidak ada masalah kalau sengaja membuat nabi Muhammad SAW bolak-balik. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan dari kisah itu, semua biasa-biasa saja. Wajar kalau Allah SWT mengoreksi perintahnya sendiri. Sama sekali tidak menunjukkan ketidak-sepurnaan-Nya.

Yang perlu diherankan justrucara berpikir negatif para zindiq, yang dengan mudah memvonisnabi Muhammad SAW sebagai orang bodoh (naudzubillah). Ada ada saja celah yang mereka gunakan untuk melakukan penghinaan kepada agama ini.

Sayangnya, mereka yang bukan zindiq terkadangikut terbawa-bawa dengan pikiran jahat, lantaran pikiran-pikiran jahat itu memang diposting di internet. Mungkin cara berpikir para zindiq inilahyang justru perlu diinstall ulang.

Wallahu a'lam bishshawa, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Iklan Berwisata ke Israel, Bolehkah?
4 November 2007, 22:19 | Negara | 4.690 views
Jumlah Ayat Quran Bukan 6666 Ayat?
4 November 2007, 02:19 | Quran | 6.597 views
Melangkahi Kakak Perempuan Menikah
2 November 2007, 21:23 | Nikah | 15.397 views
Tentang Shalat Qobliyah Jumat
2 November 2007, 00:42 | Shalat | 8.615 views
Menukil Hadist Nabi Tanpa Perawi
1 November 2007, 22:02 | Hadits | 5.160 views
Majelis Dzikir, Bid'ahkah?
1 November 2007, 08:45 | Kontemporer | 7.704 views
Benarkah di Setiap Ayat Alquran Ada Khodam (Jin)?
1 November 2007, 01:10 | Quran | 10.254 views
Pernikahan Rasulullah Saw dengan Aisyah Ra
31 October 2007, 02:48 | Nikah | 7.533 views
Menikah Jarak Jauh
30 October 2007, 01:20 | Nikah | 5.193 views
Pil Penunda Haidh untuk Jamaah Haji Wanita
30 October 2007, 00:58 | Haji | 6.032 views
Larangan Nuzulul Qur'an, Maulud Nabi dan Isra Miraj
29 October 2007, 01:02 | Hadits | 8.285 views
Ciri Utama Seorang Ahlusunnah Wal Jamaah
28 October 2007, 11:13 | Aqidah | 8.919 views
Syahadat Haruskah Diulang Seorang Muslim?
27 October 2007, 15:23 | Aqidah | 6.433 views
Antara Hibah dan Waris
24 October 2007, 22:39 | Mawaris | 7.428 views
Kehidupan Baru Alam Kubur: Dapat Isteri Baru?
23 October 2007, 22:53 | Aqidah | 7.058 views
Ibu Tidak Membagi Warisan Kecuali untuk Dua Anak
23 October 2007, 21:50 | Mawaris | 5.356 views
Menikah dengan Lain Agama
23 October 2007, 02:57 | Nikah | 5.553 views
Komisi Dokter dari Industri Obat
21 October 2007, 22:41 | Muamalat | 5.077 views
Apakah Honor Jaga Bisa Diqyaskan dengan Rikaz?
21 October 2007, 02:52 | Zakat | 4.809 views
Salat Subuh Jam 10 Pagi Karena Hobi Nonton Bola
21 October 2007, 02:24 | Shalat | 6.269 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,385,281 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

18-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:02 | Maghrib 17:54 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img