Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Sepupu, Antara Wali Nikah dan Bukan Mahram? | rumahfiqih.com

Sepupu, Antara Wali Nikah dan Bukan Mahram?

Thu 8 November 2007 22:24 | Nikah | 6.732 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Dalam Kifayatul Akhyar Imam Syafii, ustadz pernah menyampaikan bahwa anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah (sepupu) termasuk orang yang berhak untuk menjadi wali terhadap sepupunya (anak perempuandari paman/bibi).

Namun di sisi lain sepupu tidak termasuk mahrom (sebagaimana urutan wali sebelumnya) yang juga diperkenankan untuk menikah dengan sepupunya tersebut.

Mohon penjelasan lebih lanjut apakah bertentangan? Karena ada yang berpendapat bahwa sepupu termasuk baris wali yang haram untuk menikah dengan sepupunya.

Atas penjelasan ustadz, terima kasih.

Al-Akh

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kitab Kifayatul Akhyar bukan tulisan Al-Imam Asy-Syafi'i melainkan karya Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad Al-Husaini ad-Dimasyqi. Beliau termasuk ulama yang hidup pada abad kesembilan Hijriyah. Mazhab fiqih beliau memang mazhab As-Syafi'i, maka di belakang nama beliau seringkali dituliskan tambahan: As-Syafi'i.

Sedangkan Al-Imam Asy-Syafi'i sendiri lahir tahun 150 dan wafat tahun 204 hijriyah. Jarak antara keduanya terpaut sekitar 7 abad lamanya.

Kitab Kifayatul Akhyar adalah kitab fiqih ringkas namun sudah dilengkapi dalil-dalil yang cukup. Tidak terlalu tebal, hanya dua jilid saja dan biasanya dicetak dalam satu bundle.

Cukup banyak digunakan di berbagai pengajian, majelis taklim dan pesantren di negeri kita. Bahkan terjemahannya pun sudah banyak beredar.

Hubungan Mahram dan Wali Sekaligus

Hubungan seorang wanita dengan saudara sepupu laki-lakinya, masing-masing lewat jalur ayah, memang merupakan hubungan yang istimewa.

Hal itu disebabkan karena terjalin dua hubungan sekaligus. Pertama sebagai sepupu, hubungan mereka bukanmahram yang berarti dimungkinkan terjadinya pernikahan di antara mereka. Kedua, saudara sepupu lak-laki bisa menjadi wali nikah bagi diri si wanita.

Dalam daftar urutan para wali nikah, apabila ayah kandung sudah wafat, maka yang berhak untuk menjadi wali nikah adalah ayahnya ayah atau kakek. Bila kakek wafat juga, maka yang jadi wali nikah adalah saudara laki-laki, bisakakak atauadik si wanita.Yang diutamakan urutannya adalah saudara yang se-ayah dan se-ibu dengan di wanita, baru kemudian saudara laki-laki yangse-ayah saja.

Bila wanita itu tidak punya saudara laki-laki yang bisa jadi wali, maka hak wali ini pindah ke keponakan, yaitu anak laki-laki dari saudara laki-laki yang se-ayah dan se-ibu, kalau tidak ada barulah kepada keponakan yang merupakan anak darisaudara laki-laki yang se-ayah saja.

Bila sudah wafat juga, maka urutan berikutnya adalah saudara laki-laki ayah atau paman, bukansaudara laki-lakiibu.Dan bila paman ini juga sudah wafat, maka bila paman itu punya anak laki-laki, dalam hal ini menjadi sepupu buat si wanita, dia berhakmenjadi wali.

Kalau kita perhatikan jalur-jalur para wali, nyaris semua adalah mahram bagi si wanita. Ayah, kakek, saudara, keponakan dan paman, semua adalah orang-orang yang haram menikah dengan dirinya. Namun khusus untuk urutan wali yang terakhir yaitu sepupu, ternyata dia bukan merupakan mahram bagi si wanita. Dan inilah yang membuat kedudukan sepupu menjadi sangat istimewa.

Tapi satu hal penting yang perlu digaris-bawahi, tidak semua sepupu laki-laki bisa menjadi wali buat seorang wanita. Hanya sepupu dari jalur ayah saja yang bisa. Sepupu laki-laki itu haruslah anak dari saudara laki-laki ayahsi wanita.

Sedangkan bila saudara sepupu itu merupakan anak dari saudara wanita ayah, dia tidak berhak jadi wali. Demikian juga bila saudara sepupu itu merupakan anak dari saudara perempuan ayah, dia pun tidak berhak jadi wali.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

10 Kriteria Aliran Sesat
8 November 2007, 00:55 | Aqidah | 6.097 views
Bolehkah Ayat Alqur'an Dijadikan Ringtone?
8 November 2007, 00:55 | Quran | 5.267 views
Bertanya Lagi Tentang Hak Waris Ibu
6 November 2007, 22:59 | Mawaris | 5.039 views
Apakah Tabungan Perlu Dikeluarkan Zakatnya?
6 November 2007, 22:19 | Zakat | 6.311 views
Hadits Tidak Boleh Menikahi Sepupu, Shahihkah?
6 November 2007, 22:11 | Hadits | 5.556 views
Aliran Aliran Sesat di Indonesia
6 November 2007, 09:07 | Aqidah | 9.329 views
Mengapa Palestina Kelihatan Lemah?
6 November 2007, 01:19 | Negara | 7.640 views
Tawar Menawar Kewajiban Shalat 5 Waktu
5 November 2007, 00:12 | Hadits | 6.081 views
Iklan Berwisata ke Israel, Bolehkah?
4 November 2007, 22:19 | Negara | 4.724 views
Jumlah Ayat Quran Bukan 6666 Ayat?
4 November 2007, 02:19 | Quran | 6.634 views
Melangkahi Kakak Perempuan Menikah
2 November 2007, 21:23 | Nikah | 15.524 views
Tentang Shalat Qobliyah Jumat
2 November 2007, 00:42 | Shalat | 8.847 views
Menukil Hadist Nabi Tanpa Perawi
1 November 2007, 22:02 | Hadits | 5.193 views
Majelis Dzikir, Bid'ahkah?
1 November 2007, 08:45 | Kontemporer | 7.789 views
Benarkah di Setiap Ayat Alquran Ada Khodam (Jin)?
1 November 2007, 01:10 | Quran | 10.418 views
Pernikahan Rasulullah Saw dengan Aisyah Ra
31 October 2007, 02:48 | Nikah | 7.616 views
Menikah Jarak Jauh
30 October 2007, 01:20 | Nikah | 5.246 views
Pil Penunda Haidh untuk Jamaah Haji Wanita
30 October 2007, 00:58 | Haji | 6.101 views
Larangan Nuzulul Qur'an, Maulud Nabi dan Isra Miraj
29 October 2007, 01:02 | Hadits | 8.378 views
Ciri Utama Seorang Ahlusunnah Wal Jamaah
28 October 2007, 11:13 | Aqidah | 8.990 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,279,838 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

11-12-2019
Subuh 04:08 | Zhuhur 11:47 | Ashar 15:14 | Maghrib 18:04 | Isya 19:18 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img