Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Siapakah Haba'ib atau Habib Itu? | rumahfiqih.com

Siapakah Haba'ib atau Habib Itu?

Mon 12 November 2007 00:06 | Umum | 12.598 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum

Pak Ustadz saya mohon anda bisa memberikan penjelasan tentang gelar habib atau haba'ib.

1. Benarkah Haba'ib atau habib (Saripah = untuk wanita) itu merupakan keturunan Rasulullah seperti yang selama ini pernah saya dengar?

2. Masyarakat di daerah saya sangat mengkultuskan seorang haba'ib. Mereka menaruh hormat sekali pada orang yang bergelar haba'ib. Misalnya tidak boleh berbicara yang tidak baik, bahkan membantahpada haba'ib, nanti bisa kualat. Atau berebut mencium tangan atau memeluknya agar mendapatkan barokah.

3. Mereka juga percaya bahwa seorang habib itu telah dijamin surga oleh Allah SWT. Benarkah demikian?

Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih atas perhatian anda. Semoga Allah memberikan rahmat dan karunia-Nya. Amin

Wassalamualaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dari semua informasi tentang habib yang anda sebutkan, yang sudah pasti salah dan batil adalah yang terakhir, yaitu kepastian bahwa setiap habib pasti masuk surga.

Kepercayaan ini batil dan sanat fatal kalau sampai dijadikan keyakinan. Karena dalam aqidah ahlusunnah wal jamaah, yang makshum dan pasti masuk surga hanya nabi dan rasul saja. Karena para nabi dan rasul mendapat wahyu dari Allah SWT serta penjagaan ilahiyah, yang akan menjadi pengonntrol apabila akan melakukan kesalahan.

Sedangkan keluarga nabi baik isteri beliau maupun anak dan menantunya tidak mendapat wahyu, maka tidak mendapatkan penjagaan ilahiyah. Maka mereka tidak makshum. Dan karena tidak makshum, maka tidak ada jaminan untuk masuk surga.

Kecuali Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu yang secara pribadi, bukan anak keturunannya, telah dikabarkan oleh Rasulullah SAW sebagai salah satu dari 10 orang shahabat yang dib eri kabar gembira akan masuk surga.

Menghormati Ahlul Bait

Menghormati dan memuliakan ahlul bait, memang tidak salah bahkan diperintahkan oleh Al-Quran.

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta'atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. Al-Ahzab: 33)

Namun yang menjadi masalah, siapakah yang dimaksud dengan ahlul bait? Apakah isteri-isteri nabi ataukah Ali, Fatimah, Hasan, Husein dan anak keturunannya?

Kalau kita baca ayat di atas, lafadz ayat itu ditujukan kepada isteri-isteri nabi SAW. Mereka diminta untuk menetap di dalam rumah, tidak berhias, shalat, zakat dan mentaati Allah dan Rasul-Nya.

Lalu apakah para habaib itu termasuk ahlul bait?

Ada sekian banyak versi jawaban. Ada yang membenarkan dan ada juga yang menolaknya.

Buat mereka yang membenarkan, maka para habaib dan syarifah itu kemudian diperlakukan sedemikian rupa, yang intinya ingin memberikan penghormatan. Bahkan terkadang sampai terlewat lalu mengklaim merekasebagai makshum dijamin masuk surga.

Kalau sekedar menghormati dalam arti mencium tangan dan memuliakannya dengan memberi hadiah, rasanya masih bisa ditolelir. Karena untuk budaya sebagian masyarakat tertentu, mencium tangan orang dimuliakan memang sering kita lihat. Lagian tidak ada nash yang melarang kita mencium tangan orang yang kita muliakan dan kita cintai.

Akan tetapi kalau sudah sampai mengkultuskan habaib dan syarifah, seolah-olah mereka itu tidak mungkin melakukan dosa dan pasti masuk surga, maka cara berpikir seperti ini sesat dan menyesatkan. Dan para habaib sendiri juga menentang cara berpikir seperti ini.

Habaib dan Betawi

Budaya memuliakan para habaib akan lebih terasa di kalangan betawi. Sampai bekas minum mereka pun dianggap ada keberkahkahannya. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Penyebabnya sederhana saja. Sejak dahulu orang betawi punya pola hidup yang agak berbeda dengan suku lain. Mereka sangat dekat dengan ajaran Islam dan para pengajar agama. Kebetulan di masa lalu, para pengajar agama adalah para habaib itu. Masjid Kwitang dan madrasah Jamiat Khair Tenabang adalah situs yang bisa disebut sebagai sumber pengajaran agama Islam bagi orang betawi. Dan keduanya dipimpin oleh para habaib.

Jadi ketika orang betawi mencium tangan habib bolak-balik, mereka sedang menghormati guru mereka. Karena berkat guru itulah mereka jadi kenal agama Islam. Dan ajaran menghormati guru memang sangat kuat dan lekat.

Pola pandang seperti ini sebenarnya sah-sah saja. Di mana-mana murid memang harus hormat dan memuliakan gurunya.

Yang jadi masalah adalah kesalah-kaprahan orang di zaman sekarang yang memandang semua habib pasti orang berilmu dan berhak menjadi guru. Yang benar adalah bahwa sebagian dari habaib itu memang ada yang punya ilmu agama yang luas dan mendalam, tetapi sebagian besarnya justru tidak pernah belajar agama. Mereka adalah orang bodoh yang tidak punya ilmu tapi mengandalkan kehabiban dan keawaman umat saja. Akibatnya, banyak umat yang terkecoh dengan masalah ini.

Maka bila seorang habib memang ahli dalam ilmu syariah, katakanlah doktor di bidang ilmu syariah, atau ilmu hadits, atau ilmu tafsir, punya karya yang banyak, wajar bila kita hormati beliau dan kita muliakan. Ekspresi rasa hormat pun tidak harus dengan cara-cara yang aneh, seperti minum dari gelas bekas minumnya. Atau mencium tangannya bolak-balik. Tapi hormatilah mereka sebagaimana umumnya kita menghormati para ustadz, guru dan ahli agama.

Habib di Wikipedia
Kalau kita buka wikipedia, kita akan menemukan informasi bahwa Indonesia merupakan negeri muslim terbanyak yang terdapat habib yaitu sebanyak 2 juta, sedangkan yang masih hidup 1, 2 juta. Sementara di seluruh dunia tercatat 20 juta habib (muhibbin) yang terbagi 114 marga.

Hanya keturunan laki-laki saja yang berhak menyandang gelar habib. Organisasi yang melakukan pencatatan para habib ini adalah ar-Rabithah yang semula berpusat di Hadramaut, tempat di mana 80 keluarga habib semula berhijrah dari kota Mekah.

Sekarang ar-Rabithah telah memindahkan pusat kegiatannya di Tanah Abang, Jakarta, karena Indonesia, negara yang terbanyak memiliki para habib. Salah satu di antara pengurusnya adalah Habib Rizik Syihab, pimpinan FPI (Front Pembela Islam).

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Membagi Ilmu Islam Menjadi Usul dan Furu, Bid'ah?
11 November 2007, 22:28 | Ushul Fiqih | 5.663 views
Mengapa Indonesia Memusuhi Israel Tapi Berteman dengan Komunis?
11 November 2007, 00:44 | Negara | 5.987 views
Apakah Wali Songo Termasuk Generasi Salafussaleh?
9 November 2007, 00:56 | Umum | 10.561 views
Sepupu, Antara Wali Nikah dan Bukan Mahram?
8 November 2007, 22:24 | Nikah | 6.589 views
10 Kriteria Aliran Sesat
8 November 2007, 00:55 | Aqidah | 6.017 views
Bolehkah Ayat Alqur'an Dijadikan Ringtone?
8 November 2007, 00:55 | Quran | 5.230 views
Bertanya Lagi Tentang Hak Waris Ibu
6 November 2007, 22:59 | Mawaris | 5.007 views
Apakah Tabungan Perlu Dikeluarkan Zakatnya?
6 November 2007, 22:19 | Zakat | 6.261 views
Hadits Tidak Boleh Menikahi Sepupu, Shahihkah?
6 November 2007, 22:11 | Hadits | 5.522 views
Aliran Aliran Sesat di Indonesia
6 November 2007, 09:07 | Aqidah | 9.064 views
Mengapa Palestina Kelihatan Lemah?
6 November 2007, 01:19 | Negara | 7.531 views
Tawar Menawar Kewajiban Shalat 5 Waktu
5 November 2007, 00:12 | Hadits | 6.013 views
Iklan Berwisata ke Israel, Bolehkah?
4 November 2007, 22:19 | Negara | 4.678 views
Jumlah Ayat Quran Bukan 6666 Ayat?
4 November 2007, 02:19 | Quran | 6.585 views
Melangkahi Kakak Perempuan Menikah
2 November 2007, 21:23 | Nikah | 15.378 views
Tentang Shalat Qobliyah Jumat
2 November 2007, 00:42 | Shalat | 8.591 views
Menukil Hadist Nabi Tanpa Perawi
1 November 2007, 22:02 | Hadits | 5.145 views
Majelis Dzikir, Bid'ahkah?
1 November 2007, 08:45 | Kontemporer | 7.690 views
Benarkah di Setiap Ayat Alquran Ada Khodam (Jin)?
1 November 2007, 01:10 | Quran | 10.219 views
Pernikahan Rasulullah Saw dengan Aisyah Ra
31 October 2007, 02:48 | Nikah | 7.521 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,193,920 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

13-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:52 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img