Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Shalat Shubuh di Pesawat Terbang | rumahfiqih.com

Shalat Shubuh di Pesawat Terbang

Fri 16 November 2007 09:30 | Shalat | 4.920 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ustadz, saya mau nanya nih, mohon dijawab ya.

Kemarin saat naik pesawat ke Eropa, saya berbeda pendapat dengan teman seperjalanan dalam pelaksanaan shalat shubuh. Teman saya mengatakan bahwa cukup shalat shubuh di pesawat saja, tidak perlu lagi shalat di Airport saat transit. Padahal saat kami transit jelas sekali bahwa waktu shubuh masih ada, dan sebelumnya saya sudah merencakan untuk shalat shubuh saat transit.

Jadi kira-kira mana yang benar nih ustadz, mohon jawabannya ya

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang salah satu perkara yang perlu dipikirkan dalam setiak perjalana keluar kota atau keluar negeri, terutama bila perjalanan itu dilakukan malam hari, adalah masalah pelaksanaan shalat shubuh.

Kalau shalat Dzhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya' gampang, karena ada kejelasan boleh dijama' dan qashar. Tapi khusus untuk shalat shubuh, memang agak sedikit bermasalah. Sebab tidak ada istilah jama' apalagi qashar. Shalat shubuh harus dilakukan tetap di dalam waktunya, setidaknya sebelum habis waktunya.

Mungkin kalau kita naik mobil pribadi, kita bisa berhenti sejenak di mana saja untuk shalat shubuh. Tapi akan lain urusannya bila kita naik kendaraan umum yang kita tidak bisa seenaknya menghentikannya di sembarang tempat. Apalagi naik pesawat, jelas tidak mungkin turun di sembarang tempat.

Shalat Fardhu di Atas Kendaraan
Umumnya ulama berbeda pendapat tentang kebolehan melakukan shalat farduh 5 waktu di atas kendaraan. Sebagian membolehkan dan sebagian tidak membolehkan.

Mereka yang tidak membolehkan shalat di kendaraaan berhujjah bahwa yang namanya shalat wajib itu ada rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Rukun itu adalah berdiri saat shalat. Selain rukun juga ada syarat sah yang bila tidak terpenuhi, shalat itu menjadi tidak sah.

Maka untuk bisa keluar dari perbedaan pendapat, tidak ada salahnya bila memang masih ada waktu, dilakukan pengulangan shalat. Misalnya, ternyata setibanya di Airport masih ada waktu shubuh. Maka silahkan saja ulangi shalat shubuh dengan wudhu' yang benar, karena boleh jadi tadi di pesawat kita tidak sempat.

Biasanya orang lebih suka menepuk-nepuk kursi untuk tayammm, yang sebenarnya bukan tanah. Sehingga tetap saja menjadi bahan perbedaan pendapat.

Shalatlah di Airport dengan berdiri yang benar dan menghadap kiblat, agar kita bisa keluar dari khilaf. Toh tidak ada salahnya mengulangi shalat yang sudah dikerjakan. Sebab banyak riwayat yang menyebutkan demikian. Di antaranya Ibnu Abbas radhiyallahu yang pernah shalat mengimami kaumnya.

Tapi kalau sama sekali sudah tidak ada kesempatan lagi untuk melakukannya, misalnya karena waktunya sudah habis, maka sebenarnya sudah tidak perlu lagi dilakukan pengulangan shalat. Setidaknya itu menurut pendapat kami.

Tapi jangan heran kalau ada yang tetap bersikeras untuk melakukanya lagi meski sudah lewat waktunya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Tahallul: Menggunduli Rambut atau Mencukur Sebagian?
15 November 2007, 10:33 | Haji | 5.707 views
Pergi Haji Harus Pindah Mazhab?
15 November 2007, 10:01 | Haji | 5.214 views
Mengapa Allah Tidak Menjadikan Syetan Taat Kepadanya?
14 November 2007, 05:32 | Aqidah | 6.106 views
Hubungan dengan Peristiwa Bom Bali
14 November 2007, 05:22 | Umum | 4.477 views
Peristiwa Serangan Gedung WTC Dilakukan Mujahidin atau Bush?
13 November 2007, 00:53 | Umum | 4.785 views
Siapakah Haba'ib atau Habib Itu?
12 November 2007, 00:06 | Umum | 10.800 views
Apakah Membagi Ilmu Islam Menjadi Usul dan Furu, Bid'ah?
11 November 2007, 22:28 | Ushul Fiqih | 5.318 views
Mengapa Indonesia Memusuhi Israel Tapi Berteman dengan Komunis?
11 November 2007, 00:44 | Negara | 5.743 views
Apakah Wali Songo Termasuk Generasi Salafussaleh?
9 November 2007, 00:56 | Umum | 8.476 views
Sepupu, Antara Wali Nikah dan Bukan Mahram?
8 November 2007, 22:24 | Nikah | 6.083 views
10 Kriteria Aliran Sesat
8 November 2007, 00:55 | Aqidah | 5.678 views
Bolehkah Ayat Alqur'an Dijadikan Ringtone?
8 November 2007, 00:55 | Quran | 5.035 views
Bertanya Lagi Tentang Hak Waris Ibu
6 November 2007, 22:59 | Mawaris | 4.778 views
Apakah Tabungan Perlu Dikeluarkan Zakatnya?
6 November 2007, 22:19 | Zakat | 6.018 views
Hadits Tidak Boleh Menikahi Sepupu, Shahihkah?
6 November 2007, 22:11 | Hadits | 5.290 views
Aliran Aliran Sesat di Indonesia
6 November 2007, 09:07 | Aqidah | 8.389 views
Mengapa Palestina Kelihatan Lemah?
6 November 2007, 01:19 | Negara | 7.260 views
Tawar Menawar Kewajiban Shalat 5 Waktu
5 November 2007, 00:12 | Hadits | 5.565 views
Iklan Berwisata ke Israel, Bolehkah?
4 November 2007, 22:19 | Negara | 4.504 views
Jumlah Ayat Quran Bukan 6666 Ayat?
4 November 2007, 02:19 | Quran | 6.308 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,428,307 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:55 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:50 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img