Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Benarkah Zionis Yahudi Keturunan Kera dan Babi? | rumahfiqih.com

Benarkah Zionis Yahudi Keturunan Kera dan Babi?

Wed 23 July 2014 06:14 | Kontemporer | 11.212 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu alaikum wr. Wb. Ustadz,

Banyka orang menyebutkan bahwa orang-orang Zionis Israel sebagai 'keturunan kera dan babi'.

Saya sama sekali bukan simpatisan mereka, tapi apakah menyebut mereka seperti itu ada dalilnya? Atau itu semata-mata adalah refleksi kebencian terhadap kebengisan dan kekejian tindakan keturunan Zionis-Israel?

Mohon maaf apabila ada kesalahan penyampaian kata-kata. Saya mendoakan agar pejuang-pejuang Palestina diberikan ketabahan dan pada akhirnya diberikan kemenangan oleh Allah SWT. Amin.

Wassalamu alaikum wr. Wb.

MWilson

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Anda benar bahwa zionis Israel bukan keturunan kera dan babi. Mereka adalah keturunan nabi Adam dan Hawwa 'alaihissalam.

Bahwa sebagian orang yahudi di masa lalu pernah dikutuk menjadi kera dan babi, sebenarnya tidak salah. Di dalam Al-Quran memang ditegaskan hal itu dan kita tentu wajib mempercayainya.

Kisahnya ada di dalam beberapa surat, yaitu:

Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina." (QS. Al-Baqarah: 65)

Katakanlah, "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka yang dijadikan kera dan babi dan menyembah thaghut?" Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al-Maidah: 60)

Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, "Jadilah kamu kera yang hina.(QS. Al-A'raf: 66)

Tiga ayat itu jelas-jelas menyebutkan bahwa sebagian umat yahudi yang membangkang itu dihukum dengan cara yang sangat aneh, yaitu mereka dikutuk berubah wujud menjadi kera dan babi.

Hukuman ini bersifat penghinaan dan untuk menjatuhkan mentalitas kaum yang membangkang dari perintah Allah. Jarang-jarang ada jenis hukuman sedahsyat itu. Biasanya paling-paling ada banjir, angin topan, gempa bumi, atau wabah. Yang jadi korban cukup banyak.

Tapi kalau hukuman menjadi kera dan babi, memang hukuman yang sangat bersifat psikologis. Di mana martabat si pelaku dipermalukan di depan umum. Tentunya karena dosa yang dilakukannya sudah kelewatan.

Kera dan Babi Kutukan Tidak Berketurunan

Barangkali karena ada ayat yang menceritakan yahudi dikutuk menjadi kera dan babi, maka ada sebagian teman kita yang beranggapan bahwa sebagian dari orang yahudi itu berarti anak keturunan kera dan babi.

Sayangnya anggapan ini kurang tepat. Sebab kalau kita baca di dalam kitab tafsir yang menjelaskan ayat-ayat di atas, ternyata kera dan babi kutukan itu tidak lama kemudian mati dan tidak berketurunan.

Jadi tidak ada istilah bangsa keturunan kera dan babi, karena ternyata kera dan babi jadi-jadian itu mati dan tidak ada keturunannya.

Awalnya dahulu Rasulullah SAW pernah juga menduga sejenis hewan yang mirip biawak dan disebut dengan dhab sebagai keturunan dari babi dan kera atau hewan yang dikutuk dari manusia. Sehingga disebutkan bahwa beliau SAW tidak mau memakannya.

Namun setelah itu, Allah SWT menjelaskan bahwa hewan itu bukan keturunan dari penjelmaan manusia yahudi yang dikutuk. Dan bahwa yahudi yang dikutuk menjadi kera dan babi itu kemudian hanya hidup selama tiga hari saja, sesudah itu mati.

Jadi boleh dibilang bahwa mereka sebenarnya dihukum mati oleh Allah SWT, namun sebelum matinya, wujud mereka berubah dulu jadi binatang. Dan karena setelah itu mereka mati, tentu tidak akan ada keturunannya.

Dan akhirnya, Rasulullah SAW membiarkan para shahabat memakan daging dhabb itu, meski beliau sendiri tidak memakannya. Peristiwa ini oleh para ulama disebut sebagai taqrir (pembolehan) dari nabi SAW atas hukum suatu masalah, meski beliau sendiri tidak melakukannya.

Disebutkan keterangan seperti ini di dalam kitab tafsir, khususnya yang membahas tentang kutukan Allah SWT terhadap ashhabussabti, mereka yang melanggar larangan untuk mencari ikan di hari Sabtu.

Di dalam kitab tafisr Al-Jami' li Ahkamil Quran karya Al-Qurthubi jilid 1 halaman 440, disebutkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata bahwa orang yang dikutuk menjadi kera dan babi itu tidak hidup kecuali tiga hari saja.

Dan telah jelas bahwa Allah SWT tidak mengubah manusia menjadi kera atau hewan lainnya lalu bisa beranak pinak.

Karena itu kita boleh menjuluki zionis yahudi itu dengan beragam sebutan yang buruk, seperti bangsa yang degil, pelaku kejahatan, langganana kriminal, haus darah, pembunuh yang tangannya berlumuran darah, syetan pencabut nyawa atau apapun. Tapi yang pasti, mereka bukan keturunan dari kera dan babi. Sebab kera dan babi yang merupakan hasil kutukan Allah SWT di masa lalu, sudah mati tiga kemudian tanpa menghasilkan keturunan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bagaimana Cara Melakukan Qunut Nazilah
22 July 2014, 18:46 | Shalat | 45.888 views
Bolehkah Wanita Berhias Dengan Mewarnai Kuku Jarinya?
18 July 2014, 10:20 | Wanita | 11.588 views
Mengapa Witir Dua Rakaat Plus Satu?
17 July 2014, 05:00 | Shalat | 18.507 views
Bagaimana Puasanya Para Pekerja Berat
16 July 2014, 01:00 | Puasa | 29.869 views
Hukum Menggunakan Uang Elektronik
15 July 2014, 01:23 | Muamalat | 19.033 views
Zakat Mal untuk Pembangunan Masjid
13 July 2014, 05:52 | Zakat | 21.876 views
Adakah Hak Israel atas Palestina?
13 July 2014, 03:04 | Negara | 13.897 views
Lailatul Qadar : Tanggal Berapa Yang Benar?
12 July 2014, 05:00 | Puasa | 26.427 views
Apa yang Dimaksud dengan Imsak?
11 July 2014, 13:54 | Puasa | 44.004 views
Sudah Terlanjur Shalat Witir Masih Bolehkah Tahajjud?
9 July 2014, 06:40 | Shalat | 23.263 views
Baru Tahu Ternyata Uang Tabungan Harus Dizakati
7 July 2014, 05:43 | Zakat | 24.437 views
Hadits Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah
5 July 2014, 21:43 | Puasa | 18.164 views
Merokok Membatalkan Puasa, Kalau Terhisap Asap Rokok?
4 July 2014, 08:00 | Puasa | 37.132 views
Ramadhan dan 'Setan' Televisi
3 July 2014, 06:00 | Puasa | 10.306 views
Kewajiban Zakat Hadiah Qiyas Dari Zakat Rikaz, Benarkah?
2 July 2014, 07:00 | Zakat | 11.143 views
Tujuh Perbedaan Antara Zakat dan Pajak
1 July 2014, 05:00 | Zakat | 12.170 views
Ziarah Kubur Sebelum Puasa Ramadhan
29 June 2014, 13:11 | Puasa | 13.566 views
Posisi Tangan Ketika Beri'tidal Bersedekap atau Tidak?
28 June 2014, 06:35 | Shalat | 23.007 views
Disebut Tarawih Berarti Istirahat, Apa Hubungannya?
27 June 2014, 07:00 | Shalat | 24.636 views
Banyak Pilihan Pendapat, Mana Yang Paling Benar?
26 June 2014, 07:07 | Ushul Fiqih | 9.347 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,312,441 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img